Lorem ipsum dolor

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Read more

Lorem ipsum dolor

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Read more

Lorem ipsum dolor

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Read more

Kasus Pembuangan Janin Hasil Aborsi Dibuang di Sungai

No Comments

IMG-20170915-WA0050 (1) IMG-20170915-WA0051 (1) IMG-20170915-WA0055 IMG-20170915-WA0056 IMG-20170915-WA0057 IMG-20170915-WA0058 IMG-20170915-WA0059 IMG-20170915-WA0060 IMG-20170915-WA0061 IMG-20170915-WA0062

SUNGGUH TEGA : Janin bayi yang ditemukan di sungai Kelurahan Sukoharjo, Senin (14/8) sore. Diduga kuat janin itu baru saja di aborsi.

Hasil gambar untuk RADAR BROMO BAYI DI BUANG KELURAHAN SUKOHARJO KECAMATAN KANIGARAN

Ketenangan warga RT 1/RW 2, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Senin (14/8) mendadak terusik. Ini lantaran mendadak ditemukannya janin berjenis kelamin laki-laki di sungai kelurahan setempat. Janin itu ditemukan sejumlah bocah yang hendak menonton warga memancing.

Menurut Asrul, 10, salah satu bocah yang menemukan janin tersebut mengatakan, ia dan teman-temannya semula hendak melihat orang yang sedang memancing di sungai kelurahan setempat. Di perjalanan, mereka melihat sebuah benda mirip boneka. Karena penasaran, ia menyentuh dan membalikkan benda tersebut menggunakan kayu. Setelah dibalik, ternyata benda itu sebuah janin. Imam, 11, salah seorang di antara bocah-bocah itu kemudian mengangkat janin itu. Sementara lainnya melaporkan temuan ini pada ketua RT setempat, Sumaryono.

Hasil gambar untuk RADAR BROMO BAYI DI BUANG KELURAHAN SUKOHARJO KECAMATAN KANIGARAN

“Kami mau melihat orang mancing. Ketika berjalan di tepi kali, ada benda yang terapung. Kita pikir itu boneka. Setelah dibalik dengan kayu oleh Imam, ternyata bayi. Akhirnya Imam mengangkatnya ke tepi sungai, sedang yang lain memanggil Pak RT,” terangnya. Sumaryono mengatakan, saat diangkat, janin bayi itu dalam keadaan tak terbungkus apa-apa. Ia kemudian mengangkat janin tersebut dan mengambil kain yang berada tak jauh dari tempat bayi itu diletakkan.“Setelah saya bungkus dengan kain, saya bawa ke pos ronda yang jaraknya sekitar 15 meter dari sungai.  Saya minta warga untuk melaporkan temuan ini ke polisi yang berada di Pos Lantas Randu Pangger,” terangnya. Oleh polisi, Sumaryono diminta membawa janin itu ke Pos Lantas. Saat diangkat, ia merasakan jika janin sempat bergerak. “Ketika saya angkat, tangannya sempat bergerak. Soal warga yang hamil, disini tidak ada. Mungkin warga luar, karena sungai ini perbatasan antara Kelurahan Jati dengan Kelurahan Sukoharjo,” terangnya. Sementara itu, dari informasi yang dihimpun koran ini, sebelum kejadian ada seorang pria dan wanita mondar mandir dan duduk di pos ronda tersebut.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengungkapkan, janin tersebut diperkirakan berusia sekitar 4-5 bulan. Diduga, janin itu sengaja korban aborsi. “Kemungkinan hasil hubungan gelap. Jika bukan hasil hubungan gelap, maka kecil kemungkinan melakukan aborsi. Ini sadis. Kalau prediksi kami, diperkirakan bayi dibuang sekitar satu hingga dua jam sebelumnya,” terangnya. Selain bayi, juga ditemukan barang bukti berupa baju bayi yang juga dibuang di sungai. Dari hasil penyelidikan sementara, juga ditemukan beberapa helai rambut berwarna pirang dengan panjang 25 hingga 30 sentimeter. Untuk memastikannya, polisi akan memeriksa Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di sekitar pos ronda. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih dalam. Kita juga akan mendata dan mengumpulkan beberapa wanita hamil muda yang terindikasi melakukan hal ini. Termasuk melakukan pengecekan terhadap CCTV yang ada,” katanya.

Hasil gambar untuk RADAR BROMO BAYI DI BUANG KELURAHAN SUKOHARJO KECAMATAN KANIGARAN

 

Categories: Uncategorized

LOMBA GAPURA di Gg. Hijrah RT.02 RT. 03 / RW. 03

No Comments

Menghias Gapura Salah Satu Cara Untuk Menyambut HUT RI

Jadikan kegiatan menghias gapura semata-mata untuk menyambut hari kemerdeakaan Indonesia buat dengan sepenuh hati demi menghormati jasa-jasa para pahlawan yang gugur demi membela Indonesia, dan biarkan hadiah dari lomba-lomba hias gapura hanya sebagai bonus saja. Yang utama kita harus melakukan kegaitan ini semata-mata kegiatan positif dalam mengisi kemerdekaan, dan juga menghormati para pahwalan.

Point-point diatas adalah tips dan cara menghias gapura yang pasarpolis bisa berikan untuk Anda semoga bermanfaat, dan dapat dijadikan referensi untuk Anda dalam menghias gapura di kampung atau desa Anda, Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia, tetap nyalakan semangat perjuangan, marilah kita sambut hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia dengan suka cita, dan janga lupa juga kita harus terus mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari tangan-tangan asing. Karena seperti yang kita ketahui mempertahankan kemerdekaan lebih sulit ketimbang merebut kemerdekaan.

Dan semoga pada perayaan hari ulang tahun kemedekaan Indonesia ini kita bisa lebih berkontribusi lebih bagi Indonesia dan juga kita semua bisa menjadi kebanggan negara kita tercinta Indonesia. Semoga Indonesia juga dapat menjadi negara yang lebih kuat dari yang sekarang sehingga disegani lagi oleh dunia internasional dan dapat menjadi kebanggaan kita semua. Tetap semangat dan jaya selalu untuk Indonesia.

IMG-20170801-WA0015 IMG-20170801-WA0014  IMG-20170801-WA0012

Kibarkan Bendera Merah Putih Di Tengah Gapura

Hal yang sangat dasar dan wajib ada pada saat momen perayaan 17 agustus adalah bendera negara Republik Indonesia yaitu bendera Merah Putih kebanggaan bangsa Indonesia, dengan menambahkan bendera merah putih akan mengingatkan kita kepada perjuangan para pahlawan terdahulu yang berjuang mempertaruhkan nyawa agar bendera merah putih dapat berkibar di tanah Indonesia, letakan bendera merah putih pada titik tertinggi hal ini memiliki makna bahwa kita harus mementingkan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi. Menggunakan bendera Merah Putih merupakan salah satu cara menghias gapura agar gapura terlihat lebih menarik.

IMG-20170801-WA0011   IMG-20170801-WA0010    IMG-20170801-WA0009

Tambahkan Tulisan Untuk Menghias Gapura

Menambahkan tulisan akan meningkatkan nilai keindahan dari gapura itu sendiri, tulisan juga dapat menyampaikan pesan yang sangat kuat bagi pembacanya, jadi pastikan menambahkan tulisan dengan kata-kata yang indah dan menggugah semangat seperti “Sekali Merdeka Tetap Merdeka” atau “Merdeka Atau Mati”, dua kalimat tersebut adalah kalimat yang dapat membangkitkan semangat para pahlawan pada saat ingin pergi berperang, apakah kata-kata itu juga bisa membangkitkan semangat kita? Pastinya oleh karena itu carilah kata-kata seperti itu, kata-kata yang dapat membangkitkan semangat 45.

IMG-20170801-WA0008

Perhatikan Penggunaan Aksesoris Dalam Menghias Gapura 17 Agustus

Aksesoris seperti bendera kecil, kertas merah putih, lampu hiasan, dan berbagai macam aksesoris lainnya harus diperhatikan intensitasnya, pastikan hiasan tidak terlalu banyak agar tidak terlihat terlalu ramai, lebih baik menggunakan konsep sederhana, Anda disarankan lebih terfokus pada pemilihan gradasi warna yang pas ketimbang menggunakan hiasan yang terlalu banyak. terkadang kita secara tidak sengaja meletakan banyak hiasan dengan harapan hasilnya bisa maksimal tapi taukah Anda? Jika terlalu banyak meletakan aksesoris justru akan membuat gapura kita terlihat kurang rapih dan terkesan norak, oleh karena itu disarankan untuk menggunakan aksesoris seperlunya saja.

Categories: Uncategorized

HALAL BIHALAL di Aula Kelurahan Sukoharjo

Halal bihalal adalah kegiatan silaturahmi dan saling bermaafan. Saling memaafkan dan shilaturrahim merupakan bagian dari Risalah Islam dan tidak terbatas saat Idul Fitri.

Dikatakan, meski dari bahasa Arab, yakinlah, orang Arab sendiri tidak akan mengerti makna sebenarnya halal bihalal karena istilah halal bihalal bukan dari Al-Quran, Hadits, ataupun orang Arab, tetapi ungkapan khas dan kreativitas bangsa Indonesia.

Meski “tidak jelas” asal-usulnya, hahal bihalal adalah tradisi sangat baik, karena ia mengamalkan ajaran Islam tentang keharusan saling memaafkan, saling menghalalkan, kehilafan antar-sesama manusia.

Quraish Shihab memberi catatan, tujuan hahal bihalal adalah menciptakan keharmonisan antara sesama. Kata “halal” biasanya dihadapkan dengan kata haram. Haram adalah sesuatu yang terlarang sehingga pelanggarannya berakibat dosa dan mengundang siksa. Sementara halal adalah sesuatu yang diperbolehkan dan tidak mengundang dosa.

Jika demikian, kata pakar tafsir alumnus Universitas Al-Azhar Kairo ini, halal bihalal adalah menjadikan sikap kita terhadap pihak lain yang tadinya haram dan berakibat dosa, menjadi halal dengan jalan mohon maaf. Bentuknya (halal bihalal) memang khas Indonesia, namun hakikatnya adalah hakikat ajaran Islam.

Halal Bihalal, yaitu berkumpul untuk saling memaafkan dalam suasana lebaran, adalah sebuah tradisi khas umat Islam Indonesia.

Inti Halal Bihalal: Silaturahmi & Saling Memaafkan
Faktanya, halal bihalal merupakan kegiatan silaturahmi atau silaturahim [صِلَةُ الرَّحِمِ] dan saling bermaafan. Saling memaafkan dan menyambung tali silaturrahmi (shilaturrahim) merupakan bagian dari Risalah Islam dan tidak terbatas saat Idul Fitri.

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh” (QS. Al-A’raf:199)

“Siapa saja yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan pengaruhnya, maka sambunglah tali persaudaraan” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada dosa yang pelakunya lebih layak untuk disegerakan hukumannya di dunia dan di akhirat daripada berbuat zalim dan memutuskan tali persaudaraan”(HR. Ahmad dan al-Tirmidzi).

“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka sambunglah tali silaturrahmi” (HR. Al-Bukhari).

(www.risalahislam.com, dari berbagai sumber).*

 

 

DSC03461 DSC03460 DSC03459 DSC03458 DSC03456  DSC03454 DSC03453 DSC03452 DSC03451 DSC03450 DSC03449 DSC03448 DSC03446 DSC03445 DSC03444 DSC03443 DSC03442 DSC03441 DSC03437 DSC03436 DSC03435

HALAL BIHALAL di Aula Kelurahan Sukoharjo yang dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2017 jam 15.00 WIB bersama Ketua RT, RW, TOGA, TOMAS, PKK dan Kader Kelurahan Sukoharjo.

 

DSC03422 DSC03423 DSC03424 DSC03425 DSC03426 DSC03427 DSC03429 DSC03430 DSC03433 DSC03434

Categories: Uncategorized

KEGIATAN RUTIN PKK BULANAN DI AULA KELURAHAN SUKOHARJO TAHUN 2017

 

 

TP PKK Kelurahan

KEGIATAN RUTIN PKK YANG DILAKSANAKAN SETIAP BULAN PADA TANGGAL 07 Juni 2017 DI AULA KELURAHAN SUKOHARJO

PENGERTIAN GERAKAN PKK
  • Gerakan PKK merupakan Gerakan Nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah, yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat.
  • Pemberdayaan Keluarga meliputi segalau upaya Bimbingan, Pembinaan danPemberdayaan agar keluarga dapat hidup sejahtera, maju dan mandiri.
  • Tim Penggerak PKK adalah Mitra Kerja Pemerintah dan Organisasi Kemasyarakatan, yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing – masing jenjang demi terlaksananya program PKK.
  • Tim Penggerak PKK adalah warga masyarakat, baik laki – laki maupun perempuan, lembaga, atau instansi, dan berfungsi sebagai perencana, pelaksana, dan pengendali gerakan PKK.

 

TUJUAN GERAKAN PKK

Tujuan Gerakan PKK adalah memberdayakan keluarga untuk Meningkatkan kesejahteraan
lahir bathin menuju terwujudnya keluarga yang :

  • Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME,
  • Berakhlak mulia dan berbudi luhur,
  • Sehat sejahtera,
  • Maju mandiri,
  • Kesetaraan dan keadilan gender,
  • Serta kesadaran hukum dan lingkungan.

 

SASARAN GERAKAN PKK

 

Sasaran Gerakan PKK adalah Seluruh Anggota Keluarga yang masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan kemampuan dan kepribadiannya dalam bidang :
  1. Mental spiritual, meliputi sikap dan perilaku sebagai insan hamba Tuhan, anggota masyarakat dan warga negara yang dinamis serta bermanfaat, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  2. Fisik material, meliputi pangan, sandang, papan, kesehatan, kesempatan kerja yang layak serta lingkungan hidup yang sehat dan lestari melalui peningkatan pendidikan,
  3. pengetahuan dan keterampilan.
KELEMBAGAAN GERAKAN PKK

 

Gerakan PKK dikelola oleh Tim Penggerak PKK yang dibentuk di : Pusat, Propinsi,Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan.
Hubungan kerja antara Tim Penggerak PKK Pusat dengan Daerah adalah bersifat Konsultatif dan Koordinatif dengan tetap memperhatikan hubungan hierarkis.
Untuk mendekatkan jangkauan pemberdayaan kepada keluarga-keluarga secara langsung,dibentuk kelompok-kelompok PKK RW, RT dan kelompok Dasa Wisma.

 

 

IMG_20170907_155706 IMG_20170907_155948 IMG_20170907_163441 IMG_20170907_163454 IMG_20170907_163614 IMG_20170907_163628

Categories: Uncategorized

KEGIATAN RUTIN PKK SETIAP BULAN DI AULA KELURAHAN SUKOHARJO TAHUN 2017

 

KEGIATAN RUTIN PKK YANG DILAKSANAKAN SETIAP BULAN pada tgl 07 MEI 2017 DI AULA KELURAHAN SUKOHARJO

TUJUAN DAN PENGORGANISASIAN PKK

Gerakan PKK bertujuan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.

Tim Penggerak PKK berada di tingkat pusat sampai dengan desa/kelurahan, PKK dikelola dan digerakkan oleh Tim Penggerak PKK yang diketuai oleh isteri Pimpinan Daerah (Gubernur, Bupati/Walikota, Camat, Kepala Desa/Lurah), secara fungsional. Dapat dikemukakan bahwa kunci berkembangnya program dan kegiatan PKK, justru ada peran nyata diwujudkan oleh istri Pimpinan Daerah.

Strategi PKK dalam upaya menjangkau sebanyak mungkin keluarga, dilaksanakan melalui “Kelompok Dasawisma”, yaitu kelompok 10 – 20 KK yang berdekatan. Ketua Kelompok Dasawisma dipilih dari dan oleh anggota kelompok. Ketua Kelompok Dasawisma membina 10 rumah dan mempunyai tugas menyuluh, menggerakkan dan mencatat kondisi keluarga yang ada dalam kelompoknya, seperti adanya ibu hamil, ibu menyusui, balita, orang sakit, orang yang buta huruf dan sebagainya. Informasi dari semuanya ini harus disampaikan kepada kelompok PKK setingkat diatasnya, yang akhirnya sampai di Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan.

Anggota Tim Penggerak PKK adalah para relawan, yang tidak menerima gaji, baik perempuan maupun laki-laki, yang menyediakan sebagian dari waktunya untuk PKK.  Walaupun Sasaran PKK adalah keluarga, khususnya ibu rumahtangga, perempuan, sebagai sosok sentral dalam keluarga. Ia tidak hanya mengurus soal kehidupan rumahtangganya dan mengasuh anak saja. Banyak diantara ibu rumahtangga yang membantu suami disawah, bahkan berusaha menambah pendapatan keluarga dengan berjualan.

Tim Penggerak PKK berperan sebagai motivator, fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak. Pembinaan tehnis kepada keluarga dan masyarakat dilaksanakan dalam kerjasama dengan unsur dinas instansi pemerintah terkait.

DSC03496 DSC03497 DSC03498

DSC03499 DSC03500 DSC03501 DSC03502 DSC03503 DSC03504 DSC03505 DSC03506 DSC03507 DSC03508

Categories: Uncategorized

POSYANDU MAWAR RT.01 RT. 02 RT. 03 / RW. 05 DI JL KH HASAN GG. JAWIS

Pentingnya Posyandu          Kegiatan Posyandu

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar/sosial dasar untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.
Posyandu yang terintegrasi adalah kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak. Dalam pelaksanaannya dilakukan secara koordinatif dan integratif serta saling memperkuat antar program dan kegiatan untuk kelangsungan pelayanan di Posyandu sesuai dengan situasi/kebutuhan lokal yang dalam kegiatannya tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat.
Posyandu merupakan wadah pemberdayaan masyarakat yang dibentuk melalui musyawarah mufakat di desa/kelurahan dan dikelola oleh Pengelola Posyandu, yang dikukuhkan dengan keputusan kepala desa/lurah.

Terdapat berbagai jenis kegiatan yang dilakukan pada Posyandu antara lain meliputi 5 kegiatan posyandu dan 7  kegiatan posyandu (sapta krida posyandu):

Lima kegiatan posyandu antara lain :

  1. Kesehatan ibu anak,
  2. Keluarga berencana,
  3. Imunisasi,
  4. Peningkatan gizi,
  5. Penanggulangan diare;

Tujuh kegiatan Posyandu (sapta krida posyandu) meliputi:

  1. Kesehatan ibu anak,
  2. Keluarga berencana,
  3. Imunisasi,
  4. Peningkatan gizi,
  5. Penanggulangan diare,
  6. Sanitasi dasar,
  7. Penyediaan obat esensial.

Sasaran Posyandu

Sasaran Posyandu adalah seluruh masyarakat/keluarga, utamanya adalah bayi baru lahir, bayi, anak balita, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, PUS, remaja dan Lanjut Usia (Lansia)

Pelaksana Posyandu adalah kader yang difasilitasi petugas. Kader Posyandu diharapkan:

1. Berasal dari anggota masyarakat setempat
2. Dapat membaca dan menulis huruf latin
3. Berminat dan bersedia menjadi kader
4. Bersedia bekerja secara sukarela
5. Memiliki kemampuan dan waktu luang

 

 

20171010_085009 20171010_085004 20171010_084942 20171010_084934 20171010_084926 20171010_084850 20171010_084843 20171010_084830 20171010_084823 20171010_084802 20171010_084745 20171010_084739 20171010_084717 20171010_084705 20171010_084605 20171010_084559 20171010_085346 20171010_085331 20171010_085327 20171010_085313 20171010_085252 20171010_085248 20171010_085241 20171010_085152 20171010_085149 20171010_084551 20171010_084542 20171010_084532 20171010_084354 20171010_084348 20171010_084341 20171010_084334 20171010_084306 20171010_084300 20171010_084238 20171010_084231 20171010_084225 20171010_084218 20171010_084213 20171010_084203 20171010_084152

Categories: Uncategorized

WARGA PENERIMA BANTUAN ALAT

No Comments

DSC02896       1. BAPAK MURADI        Jl. Kh. Hasan Gg. Hijrah 100, RT 05 / RW03   TABUNG GAS LPG 3 Kg

masyarakat-menjerit-gas-elpiji-3-kg-langka-di-pasaran 

 

 

DSC02897 2. BAPAK GATOT SUGIONO (Kondisi Sakit)

KUBE MODAL USAHA JUAL BERAS DALAM KONDISI MACET  Jl. Kh. Hasan RT 03/ RW 01

 

 

 

DSC02900 3. BAPAK HADI PRAYITNO Alm./ NYONYA UUN INDRAYATI (ISTRI)  Jl. Kh. Hasan Gg Kenanga RT 02/ RW 02  KUBE MODAL USAHABERSAMA DALAM KONDISI MACET

 

 

DSC02905 4. IBU HOLIFAH Jl. Kh. Gg. Kemangi RT 04 / RW 06 MESIN JAHIT JUKI KONDISI DIJUAL

 

 

DSC029065.  IBU LILIK PURWATI Jl. Kh. Hasan Gg. Kemangi RT 05 / RW 06 MESIN JAHIT JUKI

 

 

DSC02908                  DSC02920          DSC02922

6. BAPAK SLAMET HARIYONO Jl. Kh. Hasan Gg. Rejeki  RT 03 / RW 06

 

 

DSC02910 7. IBU SITI PURNAMI Jl. Kh. Hasan Gg. Pelita No. 576 RT 05 / RW 05 (MESIN BORDIR)

 

 

DSC02912  8.  IBU NANIK SUNARMI ( Meninggal tanggal 24 November 2015 )  ETALASE

 

 

DSC02913 9.  IBU LULUK ANTIN YULIATI Jl. Kh. Hasan Gg. Kemangi RT 04 / RW 06  MESIN JAHIT JUKI

 

 

 

DSC02916 10. IBU SITI FATIMAH Jl. Kh. Hasan Gg. Kastir RT 01 / RW 06  MESIN BRADES JUKI

 

 

 

DSC02918  11. IBU SIAMI  Jl. Kh. Hasan Gg. Kenanga RT 02 / RW 02  ALAT DAPUR

 

 

 

 

DSC02923   11. IBU TOGOK Jl. Kh. Hasan Gg. Flamboyan RT 01 / RW 02  PRACANGAN

Categories: Uncategorized

Proyek Pavingisasi Parkir Kargo Dilanjutkan

No Comments

Proyek Pavingisasi Parkir Kargo Dilanjutkan

MAYANGAN – Munculnya laporan terkait bahan pemavingan Fasilitas parkir Kargo tentnag penggunaan tanah urug sebagai pengganti sirtu akhirnya dianggap selesai. Itu setelah hasil uji laboratorium kualitas sirtu dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, keluar. Hasilnya, tanah yang digunakan untuk pemasangan paving merupakan sirtu kualitas B.

Hal ini diungkapkan oleh Hari Pujo, konsultan pengawas Proyek pemasangan paving saat Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa (26/9). Hasil tes menunjukkan, bahwa tanah yang digunakan untuk pemavingan merupakan sirtu dengan kualitas B.

“Hasil tes ITN ini sama hal dengan yang kami lakukan sebelum pelaksanaan proyek ke ITS. Yakni sirtu dengan kualitas B,” ujarnya.

Hari menjelaskan, untuk menentukan jenis tanah, tidaka bisa hanya melihat secara visual. Namun harus dilakukan pengujian, karena dalam sirtu pun ada kandungan tanah juga.

“Masyarakat umum menilai bahwa sirtu itu pasir batu saja. Padahal ada kandungan tanah yang berfungsi untuk mengikat batu dalam sirtu,” jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Kabid Cipta Karya pada Dinas PU setempat, Andre Nirwana Kusuma. Menurutnya, sirtu memiliki tingkatan-tingkatan kualitas. Yang paling rendah adalah sirtu kelas C.

“Dalam sirtu itu tidak hanya terdiri dari pasir batu saja. Namun juga ada kandungan tanah lempung,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD setempat, Hamid Rusdi sempat mempertanyakan kualitas tanah yang digunakan untuk pemavingan. Dari yang dilihat Komisi C saat sidak, terdapat perbedaan tanah yang digunakan di sisi utara dan sisi selatan tempat parkir kargo.

“Untuk di sisi utara, bahan yang digunakan paving tanahnya bagus yaitu sirtu. Namun di sisi selatan, tanahnya tidak sebagus tanah di sisi utara. Apakah lokasi pengambilan tanahnya berbeda? Selain itu apakah ada klasifikasi jenis tanah sirtu?” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Saat disinggung mengenai perbedaan kontur tanah di sisi utara dan selatan, Hari menjelaskan, bahwa untuk penggunaan sirtu diambilkan dari 2 lokasi yakni Ranu Grati dan Sedarum.

“Keduanya (kedua jenis tanah) di mix kan saat pelaksanaan proyek dengan kadar campuran 60 berbanding 40. Itu bukan berarti tidak sesuai spek, tapi memang dibutuhkan campuran sirtu,” jelas Hari saat hearing.

Karena dianggap tak ada lagi persoalan, Ketua Komisi C, Agus Rianto merkomendasikan agar pavingisasi fasilitas parkir tersebut menyampaikan pandangan komisi terkait persoalan laporan masalah pemavingan fasilitas parkir kargo.

“Pemavingan terminal kargo bisa diteruskan denegan mengacu pada hasil lab yang telah dikeluarkan oleh ITN tersebut. Tidak hanya, semua material yang digunakan harus dilakukan tes untuk menguji kualitas bahannya,” ujarnya. Politisi PDIP ini meminta agar Dinas PU selalu melaporkan perkembangan pengerjaan tersebut.

“Selain itu, jika ada pengaduan terkait pengerjaan proyek, wajib disertakan hasil uji lab pembanding. Sehingga tidak hanya sekedar berbekal laporan saja,” ujarnya. (put/rf)

Categories: Uncategorized