Kategori: Uncategorized

PENYALURAN BANTUAN BERAS BERSUBSIDI BULAN SEPTEMBER DI KELURAHAN SUKOHARJO

No Comments

IMG-20170908-WA0024 IMG-20170908-WA0023 IMG-20170908-WA0022 IMG-20170908-WA0021

Program percepatan dan perluasan penanggulangan kemiskinan berdasarkan peraturan Gubernur Jawa Timur, direalisasikan dengan penyaluran beras bersubsidi. Pada Hari Jum’at, Tanggal 08 September 2017. Pukul 07.30 sampai selesai. Lurah Sukoharjo Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo menyerahkan 10 Kg Beras Bersubsidi hanya dengan Rp. 16.000 khusus bagi warga RTM (Rumah Tangga Miskin). Total  warga yang RTM (Rumah Tangga Miskin) 294 Orang di Wilayah Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo. Serta di bantu oleh Bapak BABINSA dan petugas dari TAGANA (Taruna Siaga Bencana).

IMG-20170908-WA0020 IMG-20170908-WA0019 20170908_090551 20170908_090540 20170908_090510 20170908_085049 20170908_085118 20170908_085135 20170908_085144 20170908_085152 20170908_085214 20170908_085219 20170908_085243 20170908_085255 20170908_085320 20170908_085338 20170908_085429 20170908_085441 20170908_085447 20170908_085630 20170908_085706 20170908_085746 20170908_085804 20170908_085851 20170908_085901 20170908_085909 20170908_090015 20170908_090023 20170908_090038 20170908_090102 20170908_090226 20170908_090354

Categories: Uncategorized

“BKM SEJAHTERA” PELATIHAN PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT (PKM) PROGRAM KOTAKU TH. 2017

No Comments

Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) adalah program pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh nasional yang merupakan penjabaran dari pelaksanaan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya tahun 2015 – 2019. Sasaran program ini adalah tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 Ha melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh seluas 38.431 Ha. Serta meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.

 

IMG-20170927-WA0045

IMG-20170927-WA0044                                  IMG-20170927-WA0043

 

Program KOTAKU merupakan salah satu upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya dalam percepatan penanganan permukiman kumuh dan mendukung “Gerakan 100-0-100”, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Sebagaimana arah kebijakan pembangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk membangun sistem, fasilitasi pemerintah daerah dan fasilitasi komunitas (berbasis komunitas) maka KOTAKU akan menangani kumuh dengan membangun platformkolaborasi melalui peningkatan peran pemerintah daerah dan peran masyarakat.

KOTAKU dilaksanakan di 34 provinsi, yang tersebar di 269 kabupaten/kota, pada 11.067 desa/kelurahan. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kumuh yang ditetapkan oleh kepala daerah masing-masing kabupaten/kota, permukiman kumuh yang berada di lokasi sasaran Program KOTAKU adalah seluas 24.650 Hektare.

Sebagai implementasi percepatan penanganan kumuh, KOTAKU akan melakukan peningkatan kualitas, pengelolaan serta pencegahan timbulnya permukiman kumuh baru, dengan kegiatan-kegiatan pada entitas desa/kelurahan, kawasan dan kabupaten/kota. Kegiatan penanganan kumuh ini meliputi pembangunan infrastruktur serta pendampingan sosial dan ekonomi untuk keberlanjutan penghidupan masyarakat yang lebih baik di lokasi permukiman kumuh.

Tahapan pelaksanaan KOTAKU meliputi tahapan pendataan, dimana lembaga masyarakat di desa/kelurahan yang bernama Badan/Lembaga Keswadayaan Masyarakat (BKM/LKM), sudah melakukan pendataan kondisi awal (baseline) 7 indikator kumuh di desa/kelurahan masing-masing. Setelah itu, disusun dokumen perencanaan yang terintegrasi antara dokumen perencanaan masyarakat dengan dokumen perencanaan kabupaten/kota. Hasil perencanaan ini menentukan kegiatan prioritas untuk mengurangi permukiman kumuh dan mencegah timbulnya permukiman kumuh baru, yang akan dilaksanakan, baik oleh masyarakat atau oleh pihak lain yang memiliki keahlian dalam pembangunan infrastruktur pada entitas kawasan dan kota.

Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala guna memastikan ketepatan kualitas dan sasaran kegiatan, sehingga dapat membantu percepatan penanganan permukiman kumuh. Kegiatan-kegiatan pengembangan kapasitas untuk pemerintah daerah dan masyarakat akan dilakukan bersama tahapan kegiatan. Termasuk mendorong perubahan perilaku dalam pemanfaatan dan pemeliharaan sarana prasarana dasar permukiman.

Program ini telah disosialisasikan kepada pemerintah daerah pada 27 April 2016 bertempat di Jakarta. Karena, BKM sudah berpengalaman dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penanggulangan kemiskinan. Untuk itu, diharapkan peran BKM akan menjadi faktor yang dapat mempercepat tercapainya permukiman yang layak huni dan berkelanjutan. Dan  peran BKM ini di-“revitalisasi” terlebih dahulu, dimana sebelumnya berorientasi pada penanggulangan kemiskinan, kini berorientasi ke penanganan kumuh.

Sumber pembiayaan KOTAKU berasal dari pinjaman luar negeri lembaga donor, yaitu Bank Dunia (World Bank), Islamic Development Bank, dan Asian Infrastructure Investment Bank. Selain itu juga kontribusi pemerintah daerah, melalui APBD maupun swadaya masyarakat, akan menjadi satu kesatuan pembiayaan guna mencapai target peningkatan kualitas kumuh yang diharapkan.

Tujuan umum program ini adalah meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan guna mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.

Dalam tujuan umum tersebut terkandung dua maksud, yakni pertama, memperbaiki akses masyarakat terhadap infrastruktur dan fasilitas pelayanan di permukiman kumuh perkotaan. Kedua, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perkotaan melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh, berbasis masyarakat dan partisipasi pemerintah daerah.

Oleh karenanya penjabaran atas tujuan program, adalah memperbaiki akses masyarakat terhadap infrastruktur permukiman sesuai dengan 7 + 1 indikator kumuh, penguatan kapasitas pemerintah daerah untuk mengembangkan kolaborasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder), dan memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan penghidupan berkelanjutan (sustainable livelihood).

Indikator tersebut adalah sebagai berikut:

1. Bangunan Gedung

  • Ketidakteraturan dalam hal dimensi, orientasi dan bentuk
  • kepadatan tinggi tidak sesuai dengan ketentuan dalam rencana tata ruang
  • ketidaksesuaian dengan persayaratan teknis sistem struktur, pengamanan petir, penghawaan, pencahayaan, sanitasi dan bahan bangunan

2. Jalan Lingkungan

  • Kondisi permukaan jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan dengan aman dan nyaman
  • Lebar jalan yang tidak memadai
  • Kelengkapan jalan yang tidak memadai

3. Penyediaan Air Minum

  • Ketidaktersediaan akses air minum
  • Tidak terpenuhinya kebutuhan air minum setiap individu
  • Tidak terpenuhinya kualitas air minum sesuai standar kesehatan

4. Drainase Lingkungan

  • Ketidakmampuan mengalirkan limpasan air hujan
  • Menimbulkan bau
  • Tidak terhubung dengan sistem drainase perkotaan

5. Pengelolaan Air Limbah

  • Ketidaktersediaan sistem pengelolaan air limbah
  • Ketidaktersediaan kualitas buangan sesuai standar yang berlaku
  • Tercemarnya lingkungan sekitar

6. Pengelolaan Persampahan

  • Ketidaktersediaan sistem pengelolaan persampahan
  • Ketidaktersediaan sarana dan prasarana pengelolaan persampahan
  • Tercemarnya lingkungan sekitar oleh sampah

7. Ruang Terbuka Publik

  • Ketidaktersediaan lahan untuk ruang terbuka hijau (RTH)
  • Ketidaktersediaan lahan untuk ruang terbuka non hijau/ruang terbuka publik (RTP)

8. Pengamanan Kebakaran

  • Ketidaktersediaan sistem pengamanan secara aktif dan pasif
  • Ketidaktersediaan pasokan air untuk pemadaman yang memadai
  • Ketidaktersediaan akses untuk mobil pemadam kebakaran

Image result for PROGRAM KOTAKU

 

 

 

 

Categories: Uncategorized

Kebakaran di Rumah Kosong milik Bapak Latif Alamat Surabaya

No Comments

Pada Minggu, 20 Agustus 2017 pukul 11.15 WIB telah terjadi kebakaran di rumah kosong di Jln.KH Hasan No. 116 RT 06 RW 05 Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo milik Bapak Latif yang sampai sekarang berdomisili Surabaya.
Kronologis Kejadian :
1. Awal mula warga An. Bambang 55 Thn tetangga sebelah rumah melihat asap mengepul keatas ternyata rumah kosong sebelah milik Bapak Latif terbakar sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran, Selanjutnya 2 pemadam dari Pemkot datang dan rumah kosong tersebut berhasil di padamkan.
2. Kebakaran tersebut diduga akibat konsleting listrik dan mengakibatkan 4 kamar tidur, 2 bagian atas dan 2 bagian bawah habis terbakar, kerugian diperkirakan sekitar Rp. 20.000.000,00

3. Dari Peristiwa kebakaran ini sama sekali tidak ada korban jiwa satupun.

IMG-20170905-WA0077 IMG-20170905-WA0078 IMG-20170905-WA0079 IMG-20170905-WA0080 IMG-20170905-WA0081 IMG-20170905-WA0082 IMG-20170905-WA0083 IMG-20170905-WA0084 IMG-20170905-WA0085 IMG-20170905-WA0086 IMG-20170905-WA0087 IMG-20170905-WA0088

Categories: Uncategorized

GEBYAR SENI RT 02 RW 06

No Comments

IMG-20170830-WA0031 IMG-20170830-WA0030 IMG-20170830-WA0029 IMG-20170830-WA0028 IMG-20170830-WA0027 IMG-20170830-WA0026 IMG-20170830-WA0025 IMG-20170830-WA0024 IMG-20170830-WA0023 IMG-20170830-WA0022 IMG-20170830-WA0021

Acara Malam Gebyar seni di gelar pada hari Jum’at, 25 Agustus 2017 Jam 18.00WIB di Alamat Gg. Rejo Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, yang mengundang Bapak Lurah  Sukoharjo (Eko Candra Wirawan, S.STP.MM) beserta Bapak Babinsa (Budi Hartono), Bapak Babinkamtibmas (Andhy Eko Purnomo, SH) turut hadir menyaksikan Gebyar ini. Dalam pagelaran ini juga berbagai unsur komunitas sanggar seni mulai dari Tari-Tarian, adapun Pembagian Hadiah Lomba, serta sambutan Ketua Panitia, Sambutan Ketua RW 06 dan Sambutan Lurah Sukoharjo.

Categories: Uncategorized

Penebangan Pohon Glodokan di Sisi samping Kelurahan Sukoharjo

No Comments

20170830_09310220170830_093128 20170830_093058

20170830_093045 20170830_093027 20170830_093017

Hari Rabu, Tanggal 30 Agustus 2017 sekitar jam 09.00WIB, Sebanyak 3 Orang petugas di tugaskan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menebang satu pohon jenis Glodokan tiang yang berada di sisi samping pojok (Selatan) Kantor Kelurahan Sukoharjo.

Penebangan pohon ini dikarenakan sudah terlalu tinggi, dan akar pohon sampai menembus paving sehingga dapat membahayakan masyarakat, anak sekolah (TK dan SD) yang setiap hari di lewati serta orang yang sedang berobat di PUSTU Sukoharjo.

Categories: Uncategorized

Kasus Pembuangan Janin Hasil Aborsi Dibuang di Sungai

No Comments

IMG-20170915-WA0050 (1) IMG-20170915-WA0051 (1) IMG-20170915-WA0055 IMG-20170915-WA0056 IMG-20170915-WA0057 IMG-20170915-WA0058 IMG-20170915-WA0059 IMG-20170915-WA0060 IMG-20170915-WA0061 IMG-20170915-WA0062

SUNGGUH TEGA : Janin bayi yang ditemukan di sungai Kelurahan Sukoharjo, Senin (14/8) sore. Diduga kuat janin itu baru saja di aborsi.

Hasil gambar untuk RADAR BROMO BAYI DI BUANG KELURAHAN SUKOHARJO KECAMATAN KANIGARAN

Ketenangan warga RT 1/RW 2, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Senin (14/8) mendadak terusik. Ini lantaran mendadak ditemukannya janin berjenis kelamin laki-laki di sungai kelurahan setempat. Janin itu ditemukan sejumlah bocah yang hendak menonton warga memancing.

Menurut Asrul, 10, salah satu bocah yang menemukan janin tersebut mengatakan, ia dan teman-temannya semula hendak melihat orang yang sedang memancing di sungai kelurahan setempat. Di perjalanan, mereka melihat sebuah benda mirip boneka. Karena penasaran, ia menyentuh dan membalikkan benda tersebut menggunakan kayu. Setelah dibalik, ternyata benda itu sebuah janin. Imam, 11, salah seorang di antara bocah-bocah itu kemudian mengangkat janin itu. Sementara lainnya melaporkan temuan ini pada ketua RT setempat, Sumaryono.

Hasil gambar untuk RADAR BROMO BAYI DI BUANG KELURAHAN SUKOHARJO KECAMATAN KANIGARAN

“Kami mau melihat orang mancing. Ketika berjalan di tepi kali, ada benda yang terapung. Kita pikir itu boneka. Setelah dibalik dengan kayu oleh Imam, ternyata bayi. Akhirnya Imam mengangkatnya ke tepi sungai, sedang yang lain memanggil Pak RT,” terangnya. Sumaryono mengatakan, saat diangkat, janin bayi itu dalam keadaan tak terbungkus apa-apa. Ia kemudian mengangkat janin tersebut dan mengambil kain yang berada tak jauh dari tempat bayi itu diletakkan.“Setelah saya bungkus dengan kain, saya bawa ke pos ronda yang jaraknya sekitar 15 meter dari sungai.  Saya minta warga untuk melaporkan temuan ini ke polisi yang berada di Pos Lantas Randu Pangger,” terangnya. Oleh polisi, Sumaryono diminta membawa janin itu ke Pos Lantas. Saat diangkat, ia merasakan jika janin sempat bergerak. “Ketika saya angkat, tangannya sempat bergerak. Soal warga yang hamil, disini tidak ada. Mungkin warga luar, karena sungai ini perbatasan antara Kelurahan Jati dengan Kelurahan Sukoharjo,” terangnya. Sementara itu, dari informasi yang dihimpun koran ini, sebelum kejadian ada seorang pria dan wanita mondar mandir dan duduk di pos ronda tersebut.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengungkapkan, janin tersebut diperkirakan berusia sekitar 4-5 bulan. Diduga, janin itu sengaja korban aborsi. “Kemungkinan hasil hubungan gelap. Jika bukan hasil hubungan gelap, maka kecil kemungkinan melakukan aborsi. Ini sadis. Kalau prediksi kami, diperkirakan bayi dibuang sekitar satu hingga dua jam sebelumnya,” terangnya. Selain bayi, juga ditemukan barang bukti berupa baju bayi yang juga dibuang di sungai. Dari hasil penyelidikan sementara, juga ditemukan beberapa helai rambut berwarna pirang dengan panjang 25 hingga 30 sentimeter. Untuk memastikannya, polisi akan memeriksa Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di sekitar pos ronda. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih dalam. Kita juga akan mendata dan mengumpulkan beberapa wanita hamil muda yang terindikasi melakukan hal ini. Termasuk melakukan pengecekan terhadap CCTV yang ada,” katanya.

Hasil gambar untuk RADAR BROMO BAYI DI BUANG KELURAHAN SUKOHARJO KECAMATAN KANIGARAN

 

Categories: Uncategorized

LOMBA GAPURA di Gg. Hijrah RT.02 RT. 03 / RW. 03

No Comments

Menghias Gapura Salah Satu Cara Untuk Menyambut HUT RI

Jadikan kegiatan menghias gapura semata-mata untuk menyambut hari kemerdeakaan Indonesia buat dengan sepenuh hati demi menghormati jasa-jasa para pahlawan yang gugur demi membela Indonesia, dan biarkan hadiah dari lomba-lomba hias gapura hanya sebagai bonus saja. Yang utama kita harus melakukan kegaitan ini semata-mata kegiatan positif dalam mengisi kemerdekaan, dan juga menghormati para pahwalan.

Point-point diatas adalah tips dan cara menghias gapura yang pasarpolis bisa berikan untuk Anda semoga bermanfaat, dan dapat dijadikan referensi untuk Anda dalam menghias gapura di kampung atau desa Anda, Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia, tetap nyalakan semangat perjuangan, marilah kita sambut hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia dengan suka cita, dan janga lupa juga kita harus terus mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari tangan-tangan asing. Karena seperti yang kita ketahui mempertahankan kemerdekaan lebih sulit ketimbang merebut kemerdekaan.

Dan semoga pada perayaan hari ulang tahun kemedekaan Indonesia ini kita bisa lebih berkontribusi lebih bagi Indonesia dan juga kita semua bisa menjadi kebanggan negara kita tercinta Indonesia. Semoga Indonesia juga dapat menjadi negara yang lebih kuat dari yang sekarang sehingga disegani lagi oleh dunia internasional dan dapat menjadi kebanggaan kita semua. Tetap semangat dan jaya selalu untuk Indonesia.

IMG-20170801-WA0015 IMG-20170801-WA0014  IMG-20170801-WA0012

Kibarkan Bendera Merah Putih Di Tengah Gapura

Hal yang sangat dasar dan wajib ada pada saat momen perayaan 17 agustus adalah bendera negara Republik Indonesia yaitu bendera Merah Putih kebanggaan bangsa Indonesia, dengan menambahkan bendera merah putih akan mengingatkan kita kepada perjuangan para pahlawan terdahulu yang berjuang mempertaruhkan nyawa agar bendera merah putih dapat berkibar di tanah Indonesia, letakan bendera merah putih pada titik tertinggi hal ini memiliki makna bahwa kita harus mementingkan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi. Menggunakan bendera Merah Putih merupakan salah satu cara menghias gapura agar gapura terlihat lebih menarik.

IMG-20170801-WA0011   IMG-20170801-WA0010    IMG-20170801-WA0009

Tambahkan Tulisan Untuk Menghias Gapura

Menambahkan tulisan akan meningkatkan nilai keindahan dari gapura itu sendiri, tulisan juga dapat menyampaikan pesan yang sangat kuat bagi pembacanya, jadi pastikan menambahkan tulisan dengan kata-kata yang indah dan menggugah semangat seperti “Sekali Merdeka Tetap Merdeka” atau “Merdeka Atau Mati”, dua kalimat tersebut adalah kalimat yang dapat membangkitkan semangat para pahlawan pada saat ingin pergi berperang, apakah kata-kata itu juga bisa membangkitkan semangat kita? Pastinya oleh karena itu carilah kata-kata seperti itu, kata-kata yang dapat membangkitkan semangat 45.

IMG-20170801-WA0008

Perhatikan Penggunaan Aksesoris Dalam Menghias Gapura 17 Agustus

Aksesoris seperti bendera kecil, kertas merah putih, lampu hiasan, dan berbagai macam aksesoris lainnya harus diperhatikan intensitasnya, pastikan hiasan tidak terlalu banyak agar tidak terlihat terlalu ramai, lebih baik menggunakan konsep sederhana, Anda disarankan lebih terfokus pada pemilihan gradasi warna yang pas ketimbang menggunakan hiasan yang terlalu banyak. terkadang kita secara tidak sengaja meletakan banyak hiasan dengan harapan hasilnya bisa maksimal tapi taukah Anda? Jika terlalu banyak meletakan aksesoris justru akan membuat gapura kita terlihat kurang rapih dan terkesan norak, oleh karena itu disarankan untuk menggunakan aksesoris seperlunya saja.

Categories: Uncategorized

HALAL BIHALAL di Aula Kelurahan Sukoharjo

Halal bihalal adalah kegiatan silaturahmi dan saling bermaafan. Saling memaafkan dan shilaturrahim merupakan bagian dari Risalah Islam dan tidak terbatas saat Idul Fitri.

Dikatakan, meski dari bahasa Arab, yakinlah, orang Arab sendiri tidak akan mengerti makna sebenarnya halal bihalal karena istilah halal bihalal bukan dari Al-Quran, Hadits, ataupun orang Arab, tetapi ungkapan khas dan kreativitas bangsa Indonesia.

Meski “tidak jelas” asal-usulnya, hahal bihalal adalah tradisi sangat baik, karena ia mengamalkan ajaran Islam tentang keharusan saling memaafkan, saling menghalalkan, kehilafan antar-sesama manusia.

Quraish Shihab memberi catatan, tujuan hahal bihalal adalah menciptakan keharmonisan antara sesama. Kata “halal” biasanya dihadapkan dengan kata haram. Haram adalah sesuatu yang terlarang sehingga pelanggarannya berakibat dosa dan mengundang siksa. Sementara halal adalah sesuatu yang diperbolehkan dan tidak mengundang dosa.

Jika demikian, kata pakar tafsir alumnus Universitas Al-Azhar Kairo ini, halal bihalal adalah menjadikan sikap kita terhadap pihak lain yang tadinya haram dan berakibat dosa, menjadi halal dengan jalan mohon maaf. Bentuknya (halal bihalal) memang khas Indonesia, namun hakikatnya adalah hakikat ajaran Islam.

Halal Bihalal, yaitu berkumpul untuk saling memaafkan dalam suasana lebaran, adalah sebuah tradisi khas umat Islam Indonesia.

Inti Halal Bihalal: Silaturahmi & Saling Memaafkan
Faktanya, halal bihalal merupakan kegiatan silaturahmi atau silaturahim [صِلَةُ الرَّحِمِ] dan saling bermaafan. Saling memaafkan dan menyambung tali silaturrahmi (shilaturrahim) merupakan bagian dari Risalah Islam dan tidak terbatas saat Idul Fitri.

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh” (QS. Al-A’raf:199)

“Siapa saja yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan pengaruhnya, maka sambunglah tali persaudaraan” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada dosa yang pelakunya lebih layak untuk disegerakan hukumannya di dunia dan di akhirat daripada berbuat zalim dan memutuskan tali persaudaraan”(HR. Ahmad dan al-Tirmidzi).

“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka sambunglah tali silaturrahmi” (HR. Al-Bukhari).

(www.risalahislam.com, dari berbagai sumber).*

 

 

DSC03461 DSC03460 DSC03459 DSC03458 DSC03456  DSC03454 DSC03453 DSC03452 DSC03451 DSC03450 DSC03449 DSC03448 DSC03446 DSC03445 DSC03444 DSC03443 DSC03442 DSC03441 DSC03437 DSC03436 DSC03435

HALAL BIHALAL di Aula Kelurahan Sukoharjo yang dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2017 jam 15.00 WIB bersama Ketua RT, RW, TOGA, TOMAS, PKK dan Kader Kelurahan Sukoharjo.

 

DSC03422 DSC03423 DSC03424 DSC03425 DSC03426 DSC03427 DSC03429 DSC03430 DSC03433 DSC03434

Categories: Uncategorized

KEGIATAN RUTIN PKK BULANAN DI AULA KELURAHAN SUKOHARJO TAHUN 2017

 

 

TP PKK Kelurahan

KEGIATAN RUTIN PKK YANG DILAKSANAKAN SETIAP BULAN PADA TANGGAL 07 Juni 2017 DI AULA KELURAHAN SUKOHARJO

PENGERTIAN GERAKAN PKK
  • Gerakan PKK merupakan Gerakan Nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah, yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat.
  • Pemberdayaan Keluarga meliputi segalau upaya Bimbingan, Pembinaan danPemberdayaan agar keluarga dapat hidup sejahtera, maju dan mandiri.
  • Tim Penggerak PKK adalah Mitra Kerja Pemerintah dan Organisasi Kemasyarakatan, yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing – masing jenjang demi terlaksananya program PKK.
  • Tim Penggerak PKK adalah warga masyarakat, baik laki – laki maupun perempuan, lembaga, atau instansi, dan berfungsi sebagai perencana, pelaksana, dan pengendali gerakan PKK.

 

TUJUAN GERAKAN PKK

Tujuan Gerakan PKK adalah memberdayakan keluarga untuk Meningkatkan kesejahteraan
lahir bathin menuju terwujudnya keluarga yang :

  • Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME,
  • Berakhlak mulia dan berbudi luhur,
  • Sehat sejahtera,
  • Maju mandiri,
  • Kesetaraan dan keadilan gender,
  • Serta kesadaran hukum dan lingkungan.

 

SASARAN GERAKAN PKK

 

Sasaran Gerakan PKK adalah Seluruh Anggota Keluarga yang masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan kemampuan dan kepribadiannya dalam bidang :
  1. Mental spiritual, meliputi sikap dan perilaku sebagai insan hamba Tuhan, anggota masyarakat dan warga negara yang dinamis serta bermanfaat, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  2. Fisik material, meliputi pangan, sandang, papan, kesehatan, kesempatan kerja yang layak serta lingkungan hidup yang sehat dan lestari melalui peningkatan pendidikan,
  3. pengetahuan dan keterampilan.
KELEMBAGAAN GERAKAN PKK

 

Gerakan PKK dikelola oleh Tim Penggerak PKK yang dibentuk di : Pusat, Propinsi,Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan.
Hubungan kerja antara Tim Penggerak PKK Pusat dengan Daerah adalah bersifat Konsultatif dan Koordinatif dengan tetap memperhatikan hubungan hierarkis.
Untuk mendekatkan jangkauan pemberdayaan kepada keluarga-keluarga secara langsung,dibentuk kelompok-kelompok PKK RW, RT dan kelompok Dasa Wisma.

 

 

IMG_20170907_155706 IMG_20170907_155948 IMG_20170907_163441 IMG_20170907_163454 IMG_20170907_163614 IMG_20170907_163628

Categories: Uncategorized