Lorem ipsum dolor

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Read more

Lorem ipsum dolor

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Read more

Lorem ipsum dolor

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Read more

HALAL BIHALAL di Aula Kelurahan Sukoharjo

Halal bihalal adalah kegiatan silaturahmi dan saling bermaafan. Saling memaafkan dan shilaturrahim merupakan bagian dari Risalah Islam dan tidak terbatas saat Idul Fitri.

Dikatakan, meski dari bahasa Arab, yakinlah, orang Arab sendiri tidak akan mengerti makna sebenarnya halal bihalal karena istilah halal bihalal bukan dari Al-Quran, Hadits, ataupun orang Arab, tetapi ungkapan khas dan kreativitas bangsa Indonesia.

Meski “tidak jelas” asal-usulnya, hahal bihalal adalah tradisi sangat baik, karena ia mengamalkan ajaran Islam tentang keharusan saling memaafkan, saling menghalalkan, kehilafan antar-sesama manusia.

Quraish Shihab memberi catatan, tujuan hahal bihalal adalah menciptakan keharmonisan antara sesama. Kata “halal” biasanya dihadapkan dengan kata haram. Haram adalah sesuatu yang terlarang sehingga pelanggarannya berakibat dosa dan mengundang siksa. Sementara halal adalah sesuatu yang diperbolehkan dan tidak mengundang dosa.

Jika demikian, kata pakar tafsir alumnus Universitas Al-Azhar Kairo ini, halal bihalal adalah menjadikan sikap kita terhadap pihak lain yang tadinya haram dan berakibat dosa, menjadi halal dengan jalan mohon maaf. Bentuknya (halal bihalal) memang khas Indonesia, namun hakikatnya adalah hakikat ajaran Islam.

Halal Bihalal, yaitu berkumpul untuk saling memaafkan dalam suasana lebaran, adalah sebuah tradisi khas umat Islam Indonesia.

Inti Halal Bihalal: Silaturahmi & Saling Memaafkan
Faktanya, halal bihalal merupakan kegiatan silaturahmi atau silaturahim [صِلَةُ الرَّحِمِ] dan saling bermaafan. Saling memaafkan dan menyambung tali silaturrahmi (shilaturrahim) merupakan bagian dari Risalah Islam dan tidak terbatas saat Idul Fitri.

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh” (QS. Al-A’raf:199)

“Siapa saja yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan pengaruhnya, maka sambunglah tali persaudaraan” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada dosa yang pelakunya lebih layak untuk disegerakan hukumannya di dunia dan di akhirat daripada berbuat zalim dan memutuskan tali persaudaraan”(HR. Ahmad dan al-Tirmidzi).

“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka sambunglah tali silaturrahmi” (HR. Al-Bukhari).

(www.risalahislam.com, dari berbagai sumber).*

 

 

DSC03461 DSC03460 DSC03459 DSC03458 DSC03456  DSC03454 DSC03453 DSC03452 DSC03451 DSC03450 DSC03449 DSC03448 DSC03446 DSC03445 DSC03444 DSC03443 DSC03442 DSC03441 DSC03437 DSC03436 DSC03435

HALAL BIHALAL di Aula Kelurahan Sukoharjo yang dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2017 jam 15.00 WIB bersama Ketua RT, RW, TOGA, TOMAS, PKK dan Kader Kelurahan Sukoharjo.

 

DSC03422 DSC03423 DSC03424 DSC03425 DSC03426 DSC03427 DSC03429 DSC03430 DSC03433 DSC03434

Categories: Uncategorized

KEGIATAN RUTIN PKK BULANAN DI AULA KELURAHAN SUKOHARJO TAHUN 2017

 

 

TP PKK Kelurahan

KEGIATAN RUTIN PKK YANG DILAKSANAKAN SETIAP BULAN PADA TANGGAL 07 Juni 2017 DI AULA KELURAHAN SUKOHARJO

PENGERTIAN GERAKAN PKK
  • Gerakan PKK merupakan Gerakan Nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah, yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat.
  • Pemberdayaan Keluarga meliputi segalau upaya Bimbingan, Pembinaan danPemberdayaan agar keluarga dapat hidup sejahtera, maju dan mandiri.
  • Tim Penggerak PKK adalah Mitra Kerja Pemerintah dan Organisasi Kemasyarakatan, yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing – masing jenjang demi terlaksananya program PKK.
  • Tim Penggerak PKK adalah warga masyarakat, baik laki – laki maupun perempuan, lembaga, atau instansi, dan berfungsi sebagai perencana, pelaksana, dan pengendali gerakan PKK.

 

TUJUAN GERAKAN PKK

Tujuan Gerakan PKK adalah memberdayakan keluarga untuk Meningkatkan kesejahteraan
lahir bathin menuju terwujudnya keluarga yang :

  • Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME,
  • Berakhlak mulia dan berbudi luhur,
  • Sehat sejahtera,
  • Maju mandiri,
  • Kesetaraan dan keadilan gender,
  • Serta kesadaran hukum dan lingkungan.

 

SASARAN GERAKAN PKK

 

Sasaran Gerakan PKK adalah Seluruh Anggota Keluarga yang masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan kemampuan dan kepribadiannya dalam bidang :
  1. Mental spiritual, meliputi sikap dan perilaku sebagai insan hamba Tuhan, anggota masyarakat dan warga negara yang dinamis serta bermanfaat, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  2. Fisik material, meliputi pangan, sandang, papan, kesehatan, kesempatan kerja yang layak serta lingkungan hidup yang sehat dan lestari melalui peningkatan pendidikan,
  3. pengetahuan dan keterampilan.
KELEMBAGAAN GERAKAN PKK

 

Gerakan PKK dikelola oleh Tim Penggerak PKK yang dibentuk di : Pusat, Propinsi,Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan.
Hubungan kerja antara Tim Penggerak PKK Pusat dengan Daerah adalah bersifat Konsultatif dan Koordinatif dengan tetap memperhatikan hubungan hierarkis.
Untuk mendekatkan jangkauan pemberdayaan kepada keluarga-keluarga secara langsung,dibentuk kelompok-kelompok PKK RW, RT dan kelompok Dasa Wisma.

 

 

IMG_20170907_155706 IMG_20170907_155948 IMG_20170907_163441 IMG_20170907_163454 IMG_20170907_163614 IMG_20170907_163628

Categories: Uncategorized

KEGIATAN RUTIN PKK SETIAP BULAN DI AULA KELURAHAN SUKOHARJO TAHUN 2017

 

KEGIATAN RUTIN PKK YANG DILAKSANAKAN SETIAP BULAN pada tgl 07 MEI 2017 DI AULA KELURAHAN SUKOHARJO

TUJUAN DAN PENGORGANISASIAN PKK

Gerakan PKK bertujuan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.

Tim Penggerak PKK berada di tingkat pusat sampai dengan desa/kelurahan, PKK dikelola dan digerakkan oleh Tim Penggerak PKK yang diketuai oleh isteri Pimpinan Daerah (Gubernur, Bupati/Walikota, Camat, Kepala Desa/Lurah), secara fungsional. Dapat dikemukakan bahwa kunci berkembangnya program dan kegiatan PKK, justru ada peran nyata diwujudkan oleh istri Pimpinan Daerah.

Strategi PKK dalam upaya menjangkau sebanyak mungkin keluarga, dilaksanakan melalui “Kelompok Dasawisma”, yaitu kelompok 10 – 20 KK yang berdekatan. Ketua Kelompok Dasawisma dipilih dari dan oleh anggota kelompok. Ketua Kelompok Dasawisma membina 10 rumah dan mempunyai tugas menyuluh, menggerakkan dan mencatat kondisi keluarga yang ada dalam kelompoknya, seperti adanya ibu hamil, ibu menyusui, balita, orang sakit, orang yang buta huruf dan sebagainya. Informasi dari semuanya ini harus disampaikan kepada kelompok PKK setingkat diatasnya, yang akhirnya sampai di Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan.

Anggota Tim Penggerak PKK adalah para relawan, yang tidak menerima gaji, baik perempuan maupun laki-laki, yang menyediakan sebagian dari waktunya untuk PKK.  Walaupun Sasaran PKK adalah keluarga, khususnya ibu rumahtangga, perempuan, sebagai sosok sentral dalam keluarga. Ia tidak hanya mengurus soal kehidupan rumahtangganya dan mengasuh anak saja. Banyak diantara ibu rumahtangga yang membantu suami disawah, bahkan berusaha menambah pendapatan keluarga dengan berjualan.

Tim Penggerak PKK berperan sebagai motivator, fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak. Pembinaan tehnis kepada keluarga dan masyarakat dilaksanakan dalam kerjasama dengan unsur dinas instansi pemerintah terkait.

DSC03496 DSC03497 DSC03498

DSC03499 DSC03500 DSC03501 DSC03502 DSC03503 DSC03504 DSC03505 DSC03506 DSC03507 DSC03508

Categories: Uncategorized

POSYANDU MAWAR RT.01 RT. 02 RT. 03 / RW. 05 DI JL KH HASAN GG. JAWIS

Pentingnya Posyandu          Kegiatan Posyandu

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar/sosial dasar untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.
Posyandu yang terintegrasi adalah kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak. Dalam pelaksanaannya dilakukan secara koordinatif dan integratif serta saling memperkuat antar program dan kegiatan untuk kelangsungan pelayanan di Posyandu sesuai dengan situasi/kebutuhan lokal yang dalam kegiatannya tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat.
Posyandu merupakan wadah pemberdayaan masyarakat yang dibentuk melalui musyawarah mufakat di desa/kelurahan dan dikelola oleh Pengelola Posyandu, yang dikukuhkan dengan keputusan kepala desa/lurah.

Terdapat berbagai jenis kegiatan yang dilakukan pada Posyandu antara lain meliputi 5 kegiatan posyandu dan 7  kegiatan posyandu (sapta krida posyandu):

Lima kegiatan posyandu antara lain :

  1. Kesehatan ibu anak,
  2. Keluarga berencana,
  3. Imunisasi,
  4. Peningkatan gizi,
  5. Penanggulangan diare;

Tujuh kegiatan Posyandu (sapta krida posyandu) meliputi:

  1. Kesehatan ibu anak,
  2. Keluarga berencana,
  3. Imunisasi,
  4. Peningkatan gizi,
  5. Penanggulangan diare,
  6. Sanitasi dasar,
  7. Penyediaan obat esensial.

Sasaran Posyandu

Sasaran Posyandu adalah seluruh masyarakat/keluarga, utamanya adalah bayi baru lahir, bayi, anak balita, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, PUS, remaja dan Lanjut Usia (Lansia)

Pelaksana Posyandu adalah kader yang difasilitasi petugas. Kader Posyandu diharapkan:

1. Berasal dari anggota masyarakat setempat
2. Dapat membaca dan menulis huruf latin
3. Berminat dan bersedia menjadi kader
4. Bersedia bekerja secara sukarela
5. Memiliki kemampuan dan waktu luang

 

 

20171010_085009 20171010_085004 20171010_084942 20171010_084934 20171010_084926 20171010_084850 20171010_084843 20171010_084830 20171010_084823 20171010_084802 20171010_084745 20171010_084739 20171010_084717 20171010_084705 20171010_084605 20171010_084559 20171010_085346 20171010_085331 20171010_085327 20171010_085313 20171010_085252 20171010_085248 20171010_085241 20171010_085152 20171010_085149 20171010_084551 20171010_084542 20171010_084532 20171010_084354 20171010_084348 20171010_084341 20171010_084334 20171010_084306 20171010_084300 20171010_084238 20171010_084231 20171010_084225 20171010_084218 20171010_084213 20171010_084203 20171010_084152

Categories: Uncategorized

WARGA PENERIMA BANTUAN ALAT

No Comments

DSC02896       1. BAPAK MURADI        Jl. Kh. Hasan Gg. Hijrah 100, RT 05 / RW03   TABUNG GAS LPG 3 Kg

masyarakat-menjerit-gas-elpiji-3-kg-langka-di-pasaran 

 

 

DSC02897 2. BAPAK GATOT SUGIONO (Kondisi Sakit)

KUBE MODAL USAHA JUAL BERAS DALAM KONDISI MACET  Jl. Kh. Hasan RT 03/ RW 01

 

 

 

DSC02900 3. BAPAK HADI PRAYITNO Alm./ NYONYA UUN INDRAYATI (ISTRI)  Jl. Kh. Hasan Gg Kenanga RT 02/ RW 02  KUBE MODAL USAHABERSAMA DALAM KONDISI MACET

 

 

DSC02905 4. IBU HOLIFAH Jl. Kh. Gg. Kemangi RT 04 / RW 06 MESIN JAHIT JUKI KONDISI DIJUAL

 

 

DSC029065.  IBU LILIK PURWATI Jl. Kh. Hasan Gg. Kemangi RT 05 / RW 06 MESIN JAHIT JUKI

 

 

DSC02908                  DSC02920          DSC02922

6. BAPAK SLAMET HARIYONO Jl. Kh. Hasan Gg. Rejeki  RT 03 / RW 06

 

 

DSC02910 7. IBU SITI PURNAMI Jl. Kh. Hasan Gg. Pelita No. 576 RT 05 / RW 05 (MESIN BORDIR)

 

 

DSC02912  8.  IBU NANIK SUNARMI ( Meninggal tanggal 24 November 2015 )  ETALASE

 

 

DSC02913 9.  IBU LULUK ANTIN YULIATI Jl. Kh. Hasan Gg. Kemangi RT 04 / RW 06  MESIN JAHIT JUKI

 

 

 

DSC02916 10. IBU SITI FATIMAH Jl. Kh. Hasan Gg. Kastir RT 01 / RW 06  MESIN BRADES JUKI

 

 

 

DSC02918  11. IBU SIAMI  Jl. Kh. Hasan Gg. Kenanga RT 02 / RW 02  ALAT DAPUR

 

 

 

 

DSC02923   11. IBU TOGOK Jl. Kh. Hasan Gg. Flamboyan RT 01 / RW 02  PRACANGAN

Categories: Uncategorized

Proyek Pavingisasi Parkir Kargo Dilanjutkan

No Comments

Proyek Pavingisasi Parkir Kargo Dilanjutkan

MAYANGAN – Munculnya laporan terkait bahan pemavingan Fasilitas parkir Kargo tentnag penggunaan tanah urug sebagai pengganti sirtu akhirnya dianggap selesai. Itu setelah hasil uji laboratorium kualitas sirtu dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, keluar. Hasilnya, tanah yang digunakan untuk pemasangan paving merupakan sirtu kualitas B.

Hal ini diungkapkan oleh Hari Pujo, konsultan pengawas Proyek pemasangan paving saat Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa (26/9). Hasil tes menunjukkan, bahwa tanah yang digunakan untuk pemavingan merupakan sirtu dengan kualitas B.

“Hasil tes ITN ini sama hal dengan yang kami lakukan sebelum pelaksanaan proyek ke ITS. Yakni sirtu dengan kualitas B,” ujarnya.

Hari menjelaskan, untuk menentukan jenis tanah, tidaka bisa hanya melihat secara visual. Namun harus dilakukan pengujian, karena dalam sirtu pun ada kandungan tanah juga.

“Masyarakat umum menilai bahwa sirtu itu pasir batu saja. Padahal ada kandungan tanah yang berfungsi untuk mengikat batu dalam sirtu,” jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Kabid Cipta Karya pada Dinas PU setempat, Andre Nirwana Kusuma. Menurutnya, sirtu memiliki tingkatan-tingkatan kualitas. Yang paling rendah adalah sirtu kelas C.

“Dalam sirtu itu tidak hanya terdiri dari pasir batu saja. Namun juga ada kandungan tanah lempung,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD setempat, Hamid Rusdi sempat mempertanyakan kualitas tanah yang digunakan untuk pemavingan. Dari yang dilihat Komisi C saat sidak, terdapat perbedaan tanah yang digunakan di sisi utara dan sisi selatan tempat parkir kargo.

“Untuk di sisi utara, bahan yang digunakan paving tanahnya bagus yaitu sirtu. Namun di sisi selatan, tanahnya tidak sebagus tanah di sisi utara. Apakah lokasi pengambilan tanahnya berbeda? Selain itu apakah ada klasifikasi jenis tanah sirtu?” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Saat disinggung mengenai perbedaan kontur tanah di sisi utara dan selatan, Hari menjelaskan, bahwa untuk penggunaan sirtu diambilkan dari 2 lokasi yakni Ranu Grati dan Sedarum.

“Keduanya (kedua jenis tanah) di mix kan saat pelaksanaan proyek dengan kadar campuran 60 berbanding 40. Itu bukan berarti tidak sesuai spek, tapi memang dibutuhkan campuran sirtu,” jelas Hari saat hearing.

Karena dianggap tak ada lagi persoalan, Ketua Komisi C, Agus Rianto merkomendasikan agar pavingisasi fasilitas parkir tersebut menyampaikan pandangan komisi terkait persoalan laporan masalah pemavingan fasilitas parkir kargo.

“Pemavingan terminal kargo bisa diteruskan denegan mengacu pada hasil lab yang telah dikeluarkan oleh ITN tersebut. Tidak hanya, semua material yang digunakan harus dilakukan tes untuk menguji kualitas bahannya,” ujarnya. Politisi PDIP ini meminta agar Dinas PU selalu melaporkan perkembangan pengerjaan tersebut.

“Selain itu, jika ada pengaduan terkait pengerjaan proyek, wajib disertakan hasil uji lab pembanding. Sehingga tidak hanya sekedar berbekal laporan saja,” ujarnya. (put/rf)

Categories: Uncategorized

Bukti SK Kemenkum HAM Belum Ada

No Comments

Bukti SK Kemenkum HAM Belum Ada

GADING – Pemkab Probolinggo memastikan tidak ada bukti fisik Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng yang berdiri di Desa Wangkal, Kecamatan Gading memiliki SK Kemenkum HAM. Sebab, hingga saat ini pihak Yayasan Padepokan belum juga menyerahkan surat izin pendirian Yayasan tersebut.

Hal itu disampaikan Kabid Hubungan Antar Lembaga (HAL) dan Integrasi Bangsa Kesbangpol Linmas Kabupaten Probolinggo, Achmad Arifin.

Saat ditemui di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi kemarin, Arifin mengatakan, kedatangannya bersama tim Badan Kesbangpol Linmas, Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagai tindak lanjut dari penangkapan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, pembina Yayasan Padepokan tersebut.

”Kami di sini dari Badan Kesbangpol Linmas, mencari data dan klarifikasi soal izin pendirian Yayasan ini. Singkatnya kami masih akan mengindentifikasi pendirian yayasan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (26/9).

Arifin mengungkapkan, dari informasi yang ada, Yayasan Padepokan itu sudah memiliki izin berupa SK Kemenkum HAM dari pusat. Tetapi, hingga saat ini belum ada bukti fisik yang bisa ditunjukkan oleh pihak Yayasan Padepokan.

”Di Papan yang ada di halaman Padepokan memang ada nomor surat SK Kemenkum HAM. Tetapi, secara fisik kami tidak pernah ditunjukkan SK Kemenkum HAM itu. Jadi kami pun menyimpulkan SK Kemenkum HAM itu tidak ada,” terangnya.

Hasil identifikasi itu menurut Arifin, akan disampaikan pada Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari untuk meminta petunjuk.

”Hasil identifikasi ini kami sampaikan dan meminta petunjuk pada ibu Bupati. Kita masih menunggu petunjuk dari ibu Bupati seperti apa,” ujarnya.

Sementara itu, Marwah Daud Ibrahim, ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat dikonfirmasi menegaskan, pendirian Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi sudah memiliki izin resmi berupa SK Kemenkum HAM.

Hanya saja, pihaknya saat ini belum sempat menyerahkan. Sebab, masih ada urusan lain yang berhubungan dengan Dimas Kanjeng.

”Kami siap untuk menunjukkan SK Kemenkum HAM itu. Nanti apakah kami harus datang sendiri ke pendapa Bupati untuk menyerahkan SK Kemenkum HAM ini atau menyerahkan ke kecamatan. Apapun, kami siap,” tegasnya. (mas/hn)

Categories: Uncategorized

Drag Bike Nekat Langgar Larangan Polisi

No Comments

Drag Bike Nekat Langgar Larangan Polisi

MAYANGAN-Belasan pembalap dari 245 pembalap dalam ajang Drag Bike di Jalan Mastrip, Kota Probolinggo, nekat melanggar larangan polisi, Minggu (18/9).

Belasan pembalap asal luar daerah itu nekat turun arena dengan tak memakai wearpack alias baju pengaman seperti diharuskan Polres Probolinggo Kota.

Padahal, sebelumnya sudah ada kesepakatan antara panitia dengan Polres Probolinggo Kota. Yakni, setiap pembalap harus melengkapi diri dengan wearpack.

Tapi, ternyata kesepakatan ini banyak tak sampai ke peserta asal luar daerah. Sehingga, mereka tak siap dengan wearpack-nya.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Hando Wibowo melalui Kasatintel Iptu Dartok Darmawan mengatakan, pihaknya mengizinkan drag bike dilakukan di wilayahnya dengan catatan tetap mengutamakan keselamatan pengemudi. Sehingga, peserta diwajibkan menggunakan wearpack selayaknya race. Meski dalam aturan drag berbeda dengan race.

Dartok mengatakan, menurut panitia, sesuai aturan Ikatan Motor Indonesia (IMI), drag hanya menggunakan pengaman kaki, tangan, dan kepala. Tapi, sesuai kesepakatan polres dan panitia, ada aturan tambahan. Yakni, pembalap harus menggunakan wearpack.

“Setelah dilakukan koordinasi, panitia bersedia dengan adanya aturan tambahan ini. Kami tidak mengubah aturan yang ada. Hanya kami menambahkan adanya wearpack demi keselamatan pengendara. Itu, sudah disetujui. Jika tidak, kami tidak akan mengeluarkan rekomendasi,” ujar Dartok.

Namun, adanya aturan tambahan ini ternyata belum bisa diterima oleh sejumlah tim. Sehingga, pembalap mereka nekat turun lintasan tanpa wearpack. Karenanya, masalah ini sempat menjadi perdebatan antara pihak keamanan, peserta, dan panitia. Terutama, peserta dari luar daerah.

Maklum, dalam drag kemarin juga banyak peserta dari luar daerah. Seperti, Blitar, Kediri, Gersik, dan Malang. Sejumlah tim dari luar daerah merasa tak mendapatkan informasi terkait adanya aturan tambahan ini.

Selain itu, juga tidak adanya aturan untuk drag menggunakan wearpack. Serta, banyak tim kecil yang tidak memiliki wearpack.
Peserta juga tidak mau memakai wearpack yang disediakan panitia.

Alasannya, pembalap akan merasa tidak nyaman karena tidak terbiasa. Sehingga, akan mengganggu jalanya perlombaan.

“Untuk lokal dam pemula okelah bagus dengan wearpack. Namun, bagi kami itu justru menjadi bomerang. Soalnya, joki kami tidak biasa dengan wearpack. Apalagi, yang disediakan ukuranya besar. Kami selalu mengikuti peraturan yang ada. Dan, yang kami pahami, tidak ada aturan di IMI menggunakan wearpack untuk drag,” ujar salah satu personel tim asal Gersik yang enggan namanya dikorankan.

Setelah sempat bedebat panjang, balapan akhirnya dilajutkan. Pihak kepolisian akhirnya mengalah dan panitia melanjutkan balapan meski ada belasan peserta yang tak memakai wearpack.

Panitia juga menegaskan, akan bertanggung jawab penuh bila terjadi apa-apa kepada pembalap asal luar daerah. “Kami akan bertanggung jawab penuh, bahkan jika perlu kami siap hari ini juga (kemarin) menandatangani perjanjian tentang tanggung jawab ini,” ujar penanggung jawab perlombaan yang juga panitia, Aji di hadapan Dartok.

Aji mengakui adanya aturan tambahan itu. Pihaknya juga telah menginformasikan kepada peserta. Tapi, ternyata masih ada peserta yang tak siap dengan wearpack. Mendapati itu, Dartok mengatakan, tak akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu pada pembalap yang tak mematuhi aturan.

“Kalau misalkan kesepakatan dari panitia tetap dilanjutkan dengan tidak menggunakan wearpack, jika terjadi apa-apa, tanggung jawab sepenuhnya diserahkan ke panitia,” ujarnya.(rpd/rud)

Categories: Uncategorized