Lorem ipsum dolor

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Read more

Lorem ipsum dolor

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Read more

Lorem ipsum dolor

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Read more

DALAM RANGKA PEMBERIAN SANTUNAN ANAK YATIM PIATU DI RW II

No Comments

DALAM RANGKA PEMBERIAN SANTUNAN KEPADA ANAK YATIM PIATU yang dilaksanakan pada Hari Kamis, Tanggal 12 Oktober 2017 Jam 18.00 bertepatan di Rumah Ketua RW II Bapak “IMAM WAHYUDI”.Sekretaris Lurah Sukoharjo “I S P I T O, S.S” datang mewakili Bapak Lurah Sukoharjo yang berhalangan Hadir.

Persoalan anak yatim adalah persoalan yang sangat besar dan setiap orang bertanggungjawab untuk ‘menjaga’ mereka, harta mereka dengan hati-hati dan menyampaikan faidah dari harta anak yatim itu kepada mereka dan menjauhkan diri agar tidak memakan harta anak yatim. Bila hendak mengawini perempuan yatim, jangan sampai mengurangi mas kawinnya.

Rosululloh saw. bersabda, “Aku dan penjaga anak yatim akan berada di dalam Jannah yang berdekatan seperti dekatnya jari tengah dan jari telunjuk.”

Rosululloh saw. mengisyaratkan bahwa jari tengah lebih tinggi dari jari telunjuk, maksudnya adalah karena kenabian, kedudukan beliau saw. lebih tinggi dari orang lain, tetapi ‘penjaga’ anak yatim dan penjaga harta mereka akan berada berdekatan dengan beliau saw.

Rosululloh saw. bersabda, “Barangsiapa meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka untuk setiap helai rambut yang disentuhnya akan memperoleh satu pahala, dan barangsiapa berbuat baik terhadap anak yatim, dia akan bersamaku di Jannah seperti dua jari ini.” Ketika mensabdakan hadits ini Rosululloh saw. berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.

Diterangkan dalam sebuah hadits bahwa pada hari hisab ada sebagian orang yang dibangkitkan dalam keadaan api dinyalakan di mulut mereka. Mendengar hal ini sebagian sahabat r.a. bertanya, “Ya Rosululloh, siapakah mereka ini?” Rosululloh saw. menjawab dengan membaca ayat al Qur-an surat An Nisaa,4:10 “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim, sesungguhnya ia memasukkan api ke dalam perutnya. Dan mereka akan memasuki api yang menyala-nyala (neraka).”

Pada malam Isro Mi’raj, Rosululloh menemui suatu kaum yang bibir mereka besar seperti unta. Beberapa Malaikat dengan kasar membuka mulut mereka dan memasukkan batu-batu berapi yang besar ke dalamnya. Api itu masuk melalui mulut-mulut mereka dan keluar melalui dubur mereka, mereka menjerit dan menangis karena kesakitan. Rosululloh menanyakan ini kepada Jibril a.s., “Siapakah mereka itu?” Jibril a.s. menjawab”Merekalah orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim. Kini mereka memakan api.”

“Ada empat jenis manusia yang tidak akan dimasukkan oleh ALLAH ke dalam Jannah dan mereka tidak akan mendapat nikmat sedikitpun dari nikmat Jannah:

  1. -Orang yang gemar minum khomr (mabuk-mabukan)
  2. -Orang yang makan riba
  3. -Orang yang makan harta anak yatim secara zholim
  4. -Orang yang durhaka pada ibu bapak.” (Durrul Mantsur)

Syah Abdul Aziz rah.a. menulis dalam tafsirnya bahwa ada dua jenis kebaikan dapat dilakukan terhadap anak yatim:

  1. Apa yang wajib bagi ahli waris. Misal: menjaga harta anak-anak yatim, mengembangkan hasil dari tanahnya agar keuntungannya dapat dipergunakan untuk biaya makan, pakaian dan pendidikannya.
  1. Yang bersifat umum. Yaitu jangan membiarkan anak yatim dalam kesusahan, berilah kasih sayang kepada mereka. Di dalam majlis berilah tempat duduk yang terhormat. Usaplah kepalanya dengan penuh kasih sayang, perlakukan mereka seperti kepada anak sendiri, lahir dan batin (agar mereka tidak merasakan kesedihan dan duka cita yang berlarut-larut karena kematian ayahnya).

Rangkaian peringatan tahun baru Islam diawali dengan pembacaan ayat suci alquran oleh para hafidz. Dilanjutkan pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada anak yatim sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam.

IMG-20171013-WA0045 IMG-20171013-WA0044 IMG-20171013-WA0043 IMG-20171013-WA0042 IMG-20171014-WA0017IMG-20171013-WA0041 IMG-20171013-WA0040 IMG-20171013-WA0039 IMG-20171013-WA0038

Categories: Uncategorized

PENDAMPINGAN LOMBA UKS TK TAMAN INDRIA 2

No Comments

PENDAMPINGAN LOMBA UKS TK TAMAN INDRIA 2 dilaksanakan pada Hari Rabu, Tanggal 11 Oktober 217 Jam 09.00 WIB Di JL. KH HASAN GG. PELITA NO. 582. Yang Mengundang Bapak Lurah Sukoharjo, diwakili oleh Ibu Kasi Pelayanan “DHENNY ISMA HERAWATY, S.H” selaku menjadi Pembina UKS di TK. Taman Indria 2.

IMG-20171011-WA0032 IMG-20171011-WA0034 IMG-20171011-WA0050

  1. Kebersihan dan Ventilasi Ruangan
    Aspek Kebersihan dan Kerapian
    > Tidak ada coretan, tidak ada kotoran/sampah dan peralatan tersusun rapi.
    2. Aspek Ventilasi dan Pencahayaan
    > Tidak pengap dan berbau, ruangan terang serta
    sirkulasi udara baik.
    3. Kepadatan Ruang Kelas
    > Luas ruangan dibagi jumlah siswa
    Idealnya ( > 1,5 – 1,75 m2 / murid )

 

  1. . Perlengkapan Ruang UKS 
    Perlengkapan UKS Yang Harus Ada
    > Tempat tidur periksa, lemari obat, snellen chart, tempat
    cuci tangan, P3K, timbangan badan dan pengukur
    tinggi badan.

    2. Jenis Obat Yang Harus Ada
    > Obat luka, obat gosok, plester, kain kasa, alkohol, obat
    penurun panas dan oralit.

 

  1. Kantin Sekolah
    Makanan yang Dijual
    > Harus bergizi dan tidak mengandung pewarna kecuali
    pewarna alami.
    2. Penyajian Makanan
    > Dalam tempat tertutup / terbungkus.
    3. Petugas Kantin
    > Pakaian rapi dan bersih, fisik tampak bersih dan sehat.
    4. Pencucian Alat-Alat Makan/Minum/Jajanan
    > Dengan air mengalir/leding dan menggunakan sabun.

 

  1. Kamar Mandi, WC dan Tempat Cuci Tangan
    Kebersihan Kamar Mandi dan Jamban
    > Bersih, tidak licin, tidak ada kotoran dan genangan air.
    2. Ventilasi dan Pencahayaan
    > Tidak Pengap dan berbau, terang serta sirkulasi baik.
    3. Tempat Cuci Tangan Umum
    > Air mengalir/leding dan menggunakan sabun.
    4. Bak Air Pada WC dan Kamar Mandi
    > Bersih tidak ada kotoran, tidak berlumut, tidak ada
    jentik nyamuk.
    5. Jumlah WC (idealnya 1 buah : 20 siswa)
    6. Alat dan Bahan Pembersih
    > Sikat, sapu, sabun dan karbol.

 

  1. Pendidikan Kesehatan
    Pendidikan Kesehatan
    Diberikan melalui integrasi ke mata pelajaran (termasuk
    muatan lokal) dan ada penyuluhan khusus,
    2. Materi Pendidikan Kesehatan
    > Disesuaikan tingkat pendidikan, misalnya : personal
    Hygien, masalah jajanan, narkoba, rokok, kesehatan
    reproduksi, tentang penyakit dll
    3. Peran Siswa Dalam Kebersihan Kelas, Kebun
    Sekolah dan Toga
    > Dirawat oleh siswa, ada piket kelas dan bersih.

 

  1. Pelayanan Kesehatan
    Penyuluhan Kesehatan
    > Dalam 1 tahun minimal 4 jenis materi.
    2. Latihan P3K
    > Dalam 1 tahun minimal 3 kali.
    3. Kegiatan P3P
    > Mis : Pertolongan pada diare, mimisan, dll
    4. Penjaringan Kesehatan dan Pemeriksaan Berkala
    5. Pengawasan Kantin Sekolah
    6. Ada Kegiatan Dokter Kecil / KKR
    7. Pemantauan Kesegaran Jasmani o/ Guru Penjaskes
    8. Ada Buku dan Kartu Rujukan (Catatan Kesehatan)
    9. Ada Ruang Tempat Konseling.

 

  1. Pembinaan Lingkungan
    Jarak Sumur Air Bersih > 10 m dari septik tank.
    2. Air : Tidak Berbau, Tidak Berasa dan Tidak Berwarna
    3. Jarak Penampuangan Sampah Sementara ataupun
    Sumber Air Bersih Dengan Kantin Sekolah > 10 m.
    4. Tempat Sampah Harus Ada di Setiap Ruangan.
    5. Kebun Sek/Apotik Hidup Beragam, Tertata & Bernama
    6. Halaman Bermain, Olah raga Mamadai dan Bersih.
    7. Pagar Sekolah Berfungsi, Terawat, Bersih dan Aman.
    8. Penerapan Kawasan Bebas Asap Rokok di Sekolah
    (Tidak ada guru / tamu merokok di sekolah).
    9. Prog. Pemberantasan Sarang Nyamuk 1 mgg sekali
    10.Pembuangan Air Limbah ke Sumur Resapan yang Tertutup.
    11.Ada Tanaman Perindang dan Tanaman Hias yg Tertata Rapi.

 

  1. Kerjasama UKS dengan Komite Sekolah
    Ada Bantuan Dana dan Sarana dari Komite Serta Bantuan Masyarakat Sekitar.
    Jumlah Siswa Yg Telah Mengikuti Pelatihan Dokter Kecil / KKR lebih dari 20 orang.

 

  1. Manajemen dan Peran Serta Masyarakat
    Ada Kebijakan dari Kepala Sekolah Tentang
    Kawasan Bebas Rokok.
    2. Tim Pelaksana UKS Personalnya Lebih dari
    5 Unsur.
    3. Bagan Struktur Organisasi Pelaksana UKS.
    4. Imbas Program UKS Terhadap Masyarakat
    Sekitar.

IMG-20171011-WA0047 IMG-20171011-WA0046 IMG-20171011-WA0033

IMG-20171011-WA0035

Categories: Uncategorized

Program Keluarga Harapan (PKH) DI AULA KELURAHAN SUKOHARJO

No Comments

 

download

PKH merupakan singkatan dari Program Keluarga Harapan, yaitu program perlindungan sosial melalui pemberian uang non tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang memiliki ibu hamil/nifas/menyusui, dan/atau memiliki anak balita atau anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan SD, dan/atau memiliki anak usia SD dan/atau SMP dan/atau anak usia 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar. Peserta PKH akan menerima bantuan apabila menyekolahkan anaknya dengan tingkat kehadiran tertentu, memeriksakan kesehatan dan/atau memperhatikan kecukupan gizi dan pola hidup sehat anak dan ibu hamil. Program semacam ini secara internasional dikenal sebagai Program Conditional Cash Transfers atau Program Bantuan Tunai Bersyarat.
Tujuan PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin. Tujuan ini berkaitan langsung dengan upaya mempercepat pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs).
Sejak tahun 2012, untuk memperbaiki sasaran penerima PKH, data awal untuk penerima manfaat PKH diambil dari Basis Data Terpadu hasil PPLS 2011, yang dikelola oleh TNP2K. Sampai dengan tahun 2014, ditargetkan cakupan PKH adalah sebesar 3,2 juta keluarga.Sasaran PKH yang sebelumnya berbasis Rumah Tangga, terhitung sejak saat tersebut berubah menjadi berbasis Keluarga. Perubahan ini untuk mengakomodasi prinsip bahwa keluarga (yaitu orang tua–ayah, ibu–dan anak) adalah satu orang tua memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan masa depan anak. Karena itu keluarga adalah unit yang sangat relevan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam upaya memutus rantai kemiskinan antar generasi. Beberapa keluarga dapat berkumpul dalam satu rumah tangga yang mencerminkan satu kesatuan pengeluaran konsumsi (yang dioperasionalkan dalam bentuk satu dapur). PKH diberikan kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM). Selanjutnya pada tahun 2016 Peserta PKH ditambahkan 2 kategori yaitu penerima bantuan untuk Lanjut Usia diatas 70 Tahun ke atas dan Bantuan penyandangan disabilitas berat.
Bantuan tetap kepada Peserta PKH sebesar Rp. 500.000/tahun (tidak diperuntukkan bagi penyandang disabilitas berat dan lanjut usia). Untuk Peserta PKH yang memiliki anak dibawah 6 tahun dan/atau ibu hamil/nifas/menyusui, bantuan tambahan yang diterima adalah sebesar Rp. 1.200.000/tahun. Kemudian, bagi Peserta PKH yang memiliki anak peserta pendidikan setara SD/MI akan memperoleh tambahan bantuan sebesar Rp. 450.000/tahun, bagi Peserta PKH yang memiliki anak peserta pendidikan setara SMP/MTs akan memperoleh bantuan sebesar Rp. 750.000/tahun dan bagi Peserta PKH yang memiliki anak peserta pendidikan setara SMA/MA/sederajat akan memperoleh bantuan sebesar Rp. 1.000.000/tahun. Bagi penerima bantuan penyandang disabilitas berat akan memperoleh 3.600.000/Tahun, dan bagi penerima bantuan lanjut usia di atas 70 tahun akan memperoleh 3.600.000/Tahun.

 

 

IMG-20171010-WA0029 IMG-20171010-WA0028 IMG-20171010-WA0027 IMG-20171010-WA0026 IMG-20171010-WA0025 IMG-20171010-WA0024 IMG-20171010-WA0023 IMG-20171010-WA0022 IMG-20171010-WA0021 IMG-20171010-WA0020 IMG-20171010-WA0019 IMG-20171010-WA0018 IMG-20171010-WA0017 IMG-20171010-WA0016 IMG-20171010-WA0015 IMG-20171010-WA0014 IMG-20171010-WA0013 IMG-20171010-WA0012 IMG-20171010-WA0011 IMG-20171010-WA0010 IMG-20171010-WA0009 IMG-20171010-WA0008 IMG-20171010-WA0007

Categories: Uncategorized

DOKUMENTASI AHLI WARIS DI AULA KELURAHAN SUKOHARJO

Pengertian dan Yang Berhak Menjadi Ahli Waris

Pengertian Waris

waris - Pengertian dan Yang Berhak Menjadi Ahli WarisWaris dalam literatur bahasa indonesia bermakna “pusaka”, yaitu benda dan hak yang ditinggalkan oleh yang meninggal untuk dibagikan kepada yang berhak menerimanya. Dan harta yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal digunakan untuk pelaksanaan pemakaman, atau memenuhi wasiat sekiranya berwasiat yang melebihi sepertiga hartanya.

Sebagaimana dalam Al-Qur’an Surah An-Nisaa ayat 11 disebutkan :

مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا (١١)

Artinya:  Sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Setelah itu hartanya wajib dibagikan kepada ahli waris, berdasarkan Firman Allah dan hadits Nabi SAW :

وَلا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (١٨٨)

Artinya : Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, Padahal kamu mengetahui.

عن ابن عباس رضى الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الحقواالفرائض باهلها فمابقى فهولاولى رجل ذكر – متفق عليه –

Artinya : Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : terimakanlah waris itu kepada ahlinya, maka sisa kelebihannya berikanlah kepada ahli waris terdekat ( HR Bukhari – Muslim ).

Laki-laki Yang Menjadi Ahli Waris

Ada sepuluh ahli waris yang berhak menerima waris dari sisi lak-laki yaitu :

  1. Anak laki-laki
  2. Anak laki-laki dari anak laki-laki ( cucu ) dan terus kebawah
  3. Ayah
  4. Kakek dan terus keatas
  5. Saudara kandung laki-laki
  6. Anak laki-laki dari saudara
  7. Paman (adik laki-laki dari ayah)
  8. Anak laki-laki dari paman
  9. Suami
  10. Laki-laki yang memerdekakan budak ( Al-Mu’tiq)

Perempuan Yang Menjadi Ahli Waris

Ada tujuh perempuan yang berhak menjadi ahli waris :

  1. Anak perempuan
  2. Anak perempuan dari anak laki-laki
  3. Ibu
  4. Nenek perempuan
  5. Saudara perempuan
  6. Istri
  7. Perempuan yang memerdekakan budak (Al-Mu’tiq).

 

20171003_154720 20171003_154726 20171003_154801 20171003_154807

Penghalang Menjadi Ahli Waris

Orang – orang yang berhak menjadi ahli waris baik dari pihak laki-laki dan perempuan akan terhalang kedudukan dan posisinya dalam mendapatkan warisan, jika memenuhi salah satu sebab sebagai berikut :

Perbedaan agama, orang islam tidak mendapatkan warisan dari orang non muslim, begitupun sebaliknya.

عن اسامة رضى الله عنهما ان النبى صلى الله عليه وسلم قال : لايرث المسلم الكافر ولايرث الكافر السلم

Artinya : Dari Usamah bin Zaid RA sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : orang muslim tidak mewarisi orang kafir, dan tidaklah orang kafir mewarisi orang islam. (HR Bukhari – Muslim )

عن عبدالله بن عمر رضى الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لايتورث اهل ملتين

Artinya : dari Abdillah bin Umar RA berkata : Rasulullah SAW bersabda : tidaklah saling mewarisi antara dua ahli agama ( Hr Ahmad, Imam Empat dan Tirmidzi)

Pembunuh

عن عمروبن ثعيب عن ابيه عن جده قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ليس للقاتل من الميراث ثيئ

Artinya : dari Umar bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata : Rasulullah SAW bersabda : seorang pembunuh tidak menjadi ahli waris terhadap sesuatupun ( HR Nasa’i)

Budak, tidak mendapat waris sebelum dimerdekakan oleh orang yang merdeka. Firman Allah SWT :

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا عَبْدًا مَمْلُوكًا لا يَقْدِرُ عَلَى شَيْءٍ وَمَنْ رَزَقْنَاهُ مِنَّا رِزْقًا حَسَنًا فَهُوَ يُنْفِقُ مِنْهُ سِرًّا وَجَهْرًا هَلْ يَسْتَوُونَ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْلَمُونَ (٧٥)

Artinya :  Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami beri rezki yang baik dari Kami, lalu Dia menafkahkan sebagian dari rezki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, Adakah mereka itu sama? segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui[833].

Ahli Waris Yang Tidak Dapat Gugur

Dan orang orang yang tidak dapat gugur kedudukannya dalam waris yaitu :

  1. Suami
  2. Istri
  3. Anak kandung
  4. Ayah

Ashabul Furudh / Dzu Fardlin

Ashabul Furudh atau dzu fardlin adalah orang yang berhak mendapatkan warisan ( ahli waris  ) berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’anul Karim, yaitu :

  1. 1/2
  2. 1/4
  3. 1/8
  4. 2/3
  5. 1/3
  6. 1/6

Ashabul furudh yang berhak mendapatkan ½ harta adalah :

  1. Anak perempuan tunggal
  2. Anak perempuan dari anak laki-laki (cucu perempuan)
  3. Saudara perempuan seayah atau seibu.
  4. Saudara perempuan tunggal seayah atau seibu
  5. Suami jika tidak memiliki anak atau cucu laki-laki

Ashabul furudh yang mendapatkan 1/4 ada dua:

  1. Suami manakala istri memiliki anak atau cucu laki-laki
  2. Istri jika tidak memiliki anak atau cucu laki-laki

Ashabul furudh yang mendapatkan 1/8:

–          Istri manakala memiliki anak atau cucu laki-laki

Ashabul furudh yang mendapatkan 2/3 ada empat:

  1. Dua anak perempuan atau lebih sepanjang tidak ada anak laki-laki
  2. Dua saudara perempuan kandung atau seayah atau lebih

Ashabul furudh yang mendapatkan 1/3 ada dua:

  1. Ibu jika si mayit tidak ada anak laki-laki atau saudara
  2. Dua atau lebih dari saudara laki-laki atau saudara perempuan  yang seibu

Ashabul furudh yang mendapatkan 1/6 ada tujuh:

  1. Ayah jika ada anak atau cucu
  2. Ibu jika memiliki anak atau cucu, atau memiliki dua atau lebih dari saudara laki-laki atau saudara perempuan
  3. Nenek ketika tidak ada ibu
  4. Cucu perempuan dari anak laki-laki jika bersama dengan seorang anak perempuan sekandung
  5. Saudara perempuan seayah dan masih ada saudara perempuan seayah dan seibu
  6. Kakek jika tidak ada ayah
  7. Saudara laki-laki seibu jika tunggal

‘Ashabah

‘Ashabah adalah orang yang berhak menjadi ahli waris dan pembagiannya tidak ditetapkan secara fardh. Adapun ashabah terbagi menjadi tiga : ashabah bi nafsih, ashabah bil ghair, ashabah ma’alal ghair.

Ahli waris yang mendapat warisan berdasarkan ashabah bi nafsih :

  1. Anak laki-laki
  1. Anak dari anak laki-laki (cucu)
  2. Ayah
  3. Kakek dari pihak ayah keatas
  4. Saudara laki-laki sekandung
  5. Saudara laki-laki seayah
  6. Anak laki-laki dari saudara laki-laki kandung
  7. Anak laki-laki dari saudara laki-laki seayah (keponakan)
  8. Paman (seayah dan sekandung)
  9. Anak paman sekandung (sepupu)

Ahli Waris yang mendapat warisan berdasarkan ashabah bil ghair :

  1. Seorang anak perempuan atau lebih
  2. Anak perempuan atau beberapa orang anak perempuan dari anak laki-laki
  3. Saudara perempuan sekandung
  4. Saudara perempuan seayah.

Ahli Waris yang mendapat warisan berdasarkan ashabah ma‘alal ghair :

Saudara perempuan sekandung atau seayah bersama anak perempuan dari anak laki-laki.

20171003_154817 20171003_154824 20171003_154843 20171003_155105

Categories: Uncategorized

KERJA BHAKTI, Jum’at tanggal 29 September 2017 di Jl. Maramis RW. XII

KERJA BAKTI
Pengertian Kerja Bakti :
Kerja bakti merupakan sarana kebersamaan antar warga guna membantu tercapainya kenyamanan desa dengan melakukan pembangunan atau kebersihan yang bermanfaat bagi desa bersangkutan.

MANFAAT KERJA BAKTI :
1. Menyelesaikan masalah secara bersama
2. Lebih mengenal dan mengakrabkan antar warga dalam bertetangga.
3. Rasa gotong royong menjadi lebih kental.

KERJA SAMA DI LINGKUNGAN SEKITAR

Manusia tidak dapat hidup sendirian. Manusia tidak dapat memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Ketika membutuhkan buku, kamu memerlukan penjual buku. Ketika kita membutuhkan pakaian, kita memerlukan penjual pakaian. Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Sebagai makhluk sosial, kita memiliki tetangga. Kita harus hidup rukun dengan tetangga. Kita perlu melakukan kerja sama. Kerja sama dapat dilakukan dalam bentuk kerja bakti. Dengan bekerja sama semua pekerjaan berat menjadi ringan. Pekerjaan juga menjadi cepat selesai. Setiap orang pasti tidak dapat hidup sendirian. Setiap orang membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Setiap orang harus bekerja sama. Misalnya kerja sama membersihkan lingkungan.

A. BENTUK KERJA SAMA DI LINGKUNGAN SEKITAR

Manusia adalah makhluk sosial. Artinya, manusia suka bergaul. Kamu membutuhkan orang lain. Kamu tidak dapat hidup sendiri. Kamu membutuhkan teman. Di sekolah, kamu memiliki teman. Di rumah, kamu memiliki saudara. Di lingkungan rumah, kamu memiliki tetangga. Set
iap tetangga memiliki perbedaan. Berasal dari suku yang berbeda. Adatnya berbeda. Agamanya juga berbeda.
Walaupun berbeda, tetapi tetap bersatu. Kamu harus hidup rukun dengan tetangga. Hidup rukun membuat keadaan nyaman. Dengan tetangga harus saling menghormati. Dengan tetangga juga harus saling menghargai.

B. MANFAAT KERJA SAMA DI LINGKUNGAN SEKITAR

Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Lingkungan yang bersih pasti indah dilihat. Selain itu, pasti juga sehat. Lingkungan kotor sarang penyakit. Di lingkungan kotor pasti tidak nyaman. Banyak sampah dan banyak lalat. Agar sehat, lingkungan harus dibersihkan. Masyarakat harus rajin mengadakan kerja bakti. Agar lingkungan tetap bersih. Membuang sampah harus pada tempatnya.
Pekerjaan berat jadi terasa ringan. Kerja sama telah diwariskan secara turun-temurun. Kerja sama mempererat tali persaudaraan. Kerja sama juga meningkatkan persatuan.
Ada berbagai bentuk kerja sama di masyarakat. Warga juga bekerja bakti membersihkan lingkungan. Kerja sama memberikan banyak manfaat. Pekerjaan menjadi cepat selesai. Pekerjaan menjadi lebih ringan.

 

IMG-20171002-WA0045  IMG-20171002-WA0044   IMG-20171002-WA0043   IMG-20171002-WA0042                 IMG-20171002-WA0041     20170929_053512              20170929_053548 20170929_053636 20170929_053639 20170929_053656

Pemberdayaan Kerja Bakti

Kerja bakti adalah salah satu bentuk dari kehidupan bermasyarakat. Kepedulian seseorang dalam kerja bakti adalah tentang kebersamaan, silaturahmi, berbagi, berkontribusi yang berorientasi sosial. Juga yang pasti adalah manfaat kebersihan lingkungan, selain manfaat yang diperoleh secara individual.

Manfaat sosial lainnya adalah untuk meningkatkan kewaspadaan sosial bermasyarakat. Silaturahmi dalam kerja bakti dapat memonitor seseorang, misalnya sedang keluar kota, berhalangan atau sakit. Dengan demikian warga dapat mengkondisikan, memberi bantuan atau pertolongan.

Khususnya di lingkungan kota, dengan kehidupan modern yang makin individual, tidak jarang ada saja rumah tangga yang tidak mau berinteraksi. Dalam banyak hal, tetangga yang tertutup ini memiliki masalah. Melalui silaturahim hasil kerja bakti, dapat mendeteksi hal-hal yang mencurigakan, kemiskinan, tindakan kriminal, atau gangguan sosial lainnya.

Manfaat positif kerja bakti perlu diberdayakan. Kiranya hal ini dapat diagendakan secara terstruktur oleh desa, RW atau RT. Yang lebih penting adalah inisiatif warga, karena mereka paling mengenal kondisi lingkungan dan antisipasi permasalahannya. Agenda dapat disesuaikan dengan budaya dan kehidupan setempat. Misal, kerja bakti diagendakan pada peringatan hari kemerdekaan, musim penghujan, atau momen lainnya.

Kerja bakti sebelum musim penghujan bertujuan untuk mengantisipasi genangan atau melihat saluran drainase. Kerja bakti setelah musim penghujan untuk mengatisipasi wabah penyakit misalnya DB, atau lainnya.

 

20170929_053704 20170929_053718 20170929_053718 20170929_053751 20170929_053859 20170929_053907 20170929_054122 20170929_055412

Categories: Uncategorized

Pendataan Warga Negara Asing yang ada di wilayah Kelurahan Sukoharjo

Pada Hari KAmis, Tanggal 28 September 2017, Jam 09.00 WIB Babinsa dan Bhabinkamtibmas turun ke lapangan guna melakukan pengecekan dokumen bagi WNA yang tinggal diwilayah Kelurahan Sukoharjo, pengecekan tersebut dilakukan agar WNA yang tinggal di wilayah Kelurahan Sukoharjo agar tidak adanya penyalahgunaan ijin tinggal dan memperlancar pelaksanaan pengawasasn orang asing serta guna meningkatkan peran aktif dalam melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing di Wilayah Kota Probolinggo. Hal ini demi keamanan dan kenyamana dari WNA itu sendiri.

IMG-20170928-WA0012 IMG-20170928-WA0011

Categories: Uncategorized

PENYERAHAN SANTUNAN ANAK YATIM PIATU

Memperingati Tahun Baru Islam 1439 H tanggal 21 September 2017 mengadakan kegiatan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu di Rumah Ketua Jama’ah Sarwah GG. REJO RW. 6, GG. JAWIS RT. 2 / RW. 5 DAN GG. PENDEKAR  RT. 2 / RW. 4.

 

GG. REJO RW. 6

IMG-20171002-WA0010            IMG-20171002-WA0011    

IMG-20171002-WA0013                         IMG-20171002-WA0014

 

 

 

GG. JAWIS RT. 2 / RW. 5

IMG-20171002-WA0012

 

 

 

GG. PENDEKAR  RT. 2 / RW. 4

IMG-20171003-WA0014                                 IMG-20171004-WA0014

IMG-20171004-WA0015                 IMG-20171004-WA0016

IMG-20171004-WA0017                         IMG-20171004-WA0018

IMG-20171004-WA0019

 

 

Categories: Uncategorized