Proyek Pavingisasi Parkir Kargo Dilanjutkan

No Comments

Proyek Pavingisasi Parkir Kargo Dilanjutkan

MAYANGAN – Munculnya laporan terkait bahan pemavingan Fasilitas parkir Kargo tentnag penggunaan tanah urug sebagai pengganti sirtu akhirnya dianggap selesai. Itu setelah hasil uji laboratorium kualitas sirtu dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, keluar. Hasilnya, tanah yang digunakan untuk pemasangan paving merupakan sirtu kualitas B.

Hal ini diungkapkan oleh Hari Pujo, konsultan pengawas Proyek pemasangan paving saat Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa (26/9). Hasil tes menunjukkan, bahwa tanah yang digunakan untuk pemavingan merupakan sirtu dengan kualitas B.

“Hasil tes ITN ini sama hal dengan yang kami lakukan sebelum pelaksanaan proyek ke ITS. Yakni sirtu dengan kualitas B,” ujarnya.

Hari menjelaskan, untuk menentukan jenis tanah, tidaka bisa hanya melihat secara visual. Namun harus dilakukan pengujian, karena dalam sirtu pun ada kandungan tanah juga.

“Masyarakat umum menilai bahwa sirtu itu pasir batu saja. Padahal ada kandungan tanah yang berfungsi untuk mengikat batu dalam sirtu,” jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Kabid Cipta Karya pada Dinas PU setempat, Andre Nirwana Kusuma. Menurutnya, sirtu memiliki tingkatan-tingkatan kualitas. Yang paling rendah adalah sirtu kelas C.

“Dalam sirtu itu tidak hanya terdiri dari pasir batu saja. Namun juga ada kandungan tanah lempung,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD setempat, Hamid Rusdi sempat mempertanyakan kualitas tanah yang digunakan untuk pemavingan. Dari yang dilihat Komisi C saat sidak, terdapat perbedaan tanah yang digunakan di sisi utara dan sisi selatan tempat parkir kargo.

“Untuk di sisi utara, bahan yang digunakan paving tanahnya bagus yaitu sirtu. Namun di sisi selatan, tanahnya tidak sebagus tanah di sisi utara. Apakah lokasi pengambilan tanahnya berbeda? Selain itu apakah ada klasifikasi jenis tanah sirtu?” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Saat disinggung mengenai perbedaan kontur tanah di sisi utara dan selatan, Hari menjelaskan, bahwa untuk penggunaan sirtu diambilkan dari 2 lokasi yakni Ranu Grati dan Sedarum.

“Keduanya (kedua jenis tanah) di mix kan saat pelaksanaan proyek dengan kadar campuran 60 berbanding 40. Itu bukan berarti tidak sesuai spek, tapi memang dibutuhkan campuran sirtu,” jelas Hari saat hearing.

Karena dianggap tak ada lagi persoalan, Ketua Komisi C, Agus Rianto merkomendasikan agar pavingisasi fasilitas parkir tersebut menyampaikan pandangan komisi terkait persoalan laporan masalah pemavingan fasilitas parkir kargo.

“Pemavingan terminal kargo bisa diteruskan denegan mengacu pada hasil lab yang telah dikeluarkan oleh ITN tersebut. Tidak hanya, semua material yang digunakan harus dilakukan tes untuk menguji kualitas bahannya,” ujarnya. Politisi PDIP ini meminta agar Dinas PU selalu melaporkan perkembangan pengerjaan tersebut.

“Selain itu, jika ada pengaduan terkait pengerjaan proyek, wajib disertakan hasil uji lab pembanding. Sehingga tidak hanya sekedar berbekal laporan saja,” ujarnya. (put/rf)

Categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan