Bulan: September 2017

PENYALURAN BANTUAN BERAS BERSUBSIDI BULAN SEPTEMBER DI KELURAHAN SUKOHARJO

No Comments

IMG-20170908-WA0024 IMG-20170908-WA0023 IMG-20170908-WA0022 IMG-20170908-WA0021

Program percepatan dan perluasan penanggulangan kemiskinan berdasarkan peraturan Gubernur Jawa Timur, direalisasikan dengan penyaluran beras bersubsidi. Pada Hari Jum’at, Tanggal 08 September 2017. Pukul 07.30 sampai selesai. Lurah Sukoharjo Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo menyerahkan 10 Kg Beras Bersubsidi hanya dengan Rp. 16.000 khusus bagi warga RTM (Rumah Tangga Miskin). Total  warga yang RTM (Rumah Tangga Miskin) 294 Orang di Wilayah Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo. Serta di bantu oleh Bapak BABINSA dan petugas dari TAGANA (Taruna Siaga Bencana).

IMG-20170908-WA0020 IMG-20170908-WA0019 20170908_090551 20170908_090540 20170908_090510 20170908_085049 20170908_085118 20170908_085135 20170908_085144 20170908_085152 20170908_085214 20170908_085219 20170908_085243 20170908_085255 20170908_085320 20170908_085338 20170908_085429 20170908_085441 20170908_085447 20170908_085630 20170908_085706 20170908_085746 20170908_085804 20170908_085851 20170908_085901 20170908_085909 20170908_090015 20170908_090023 20170908_090038 20170908_090102 20170908_090226 20170908_090354

Categories: Uncategorized

“BKM SEJAHTERA” PELATIHAN PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT (PKM) PROGRAM KOTAKU TH. 2017

No Comments

Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) adalah program pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh nasional yang merupakan penjabaran dari pelaksanaan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya tahun 2015 – 2019. Sasaran program ini adalah tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 Ha melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh seluas 38.431 Ha. Serta meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.

 

IMG-20170927-WA0045

IMG-20170927-WA0044                                  IMG-20170927-WA0043

 

Program KOTAKU merupakan salah satu upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya dalam percepatan penanganan permukiman kumuh dan mendukung “Gerakan 100-0-100”, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Sebagaimana arah kebijakan pembangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk membangun sistem, fasilitasi pemerintah daerah dan fasilitasi komunitas (berbasis komunitas) maka KOTAKU akan menangani kumuh dengan membangun platformkolaborasi melalui peningkatan peran pemerintah daerah dan peran masyarakat.

KOTAKU dilaksanakan di 34 provinsi, yang tersebar di 269 kabupaten/kota, pada 11.067 desa/kelurahan. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kumuh yang ditetapkan oleh kepala daerah masing-masing kabupaten/kota, permukiman kumuh yang berada di lokasi sasaran Program KOTAKU adalah seluas 24.650 Hektare.

Sebagai implementasi percepatan penanganan kumuh, KOTAKU akan melakukan peningkatan kualitas, pengelolaan serta pencegahan timbulnya permukiman kumuh baru, dengan kegiatan-kegiatan pada entitas desa/kelurahan, kawasan dan kabupaten/kota. Kegiatan penanganan kumuh ini meliputi pembangunan infrastruktur serta pendampingan sosial dan ekonomi untuk keberlanjutan penghidupan masyarakat yang lebih baik di lokasi permukiman kumuh.

Tahapan pelaksanaan KOTAKU meliputi tahapan pendataan, dimana lembaga masyarakat di desa/kelurahan yang bernama Badan/Lembaga Keswadayaan Masyarakat (BKM/LKM), sudah melakukan pendataan kondisi awal (baseline) 7 indikator kumuh di desa/kelurahan masing-masing. Setelah itu, disusun dokumen perencanaan yang terintegrasi antara dokumen perencanaan masyarakat dengan dokumen perencanaan kabupaten/kota. Hasil perencanaan ini menentukan kegiatan prioritas untuk mengurangi permukiman kumuh dan mencegah timbulnya permukiman kumuh baru, yang akan dilaksanakan, baik oleh masyarakat atau oleh pihak lain yang memiliki keahlian dalam pembangunan infrastruktur pada entitas kawasan dan kota.

Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala guna memastikan ketepatan kualitas dan sasaran kegiatan, sehingga dapat membantu percepatan penanganan permukiman kumuh. Kegiatan-kegiatan pengembangan kapasitas untuk pemerintah daerah dan masyarakat akan dilakukan bersama tahapan kegiatan. Termasuk mendorong perubahan perilaku dalam pemanfaatan dan pemeliharaan sarana prasarana dasar permukiman.

Program ini telah disosialisasikan kepada pemerintah daerah pada 27 April 2016 bertempat di Jakarta. Karena, BKM sudah berpengalaman dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penanggulangan kemiskinan. Untuk itu, diharapkan peran BKM akan menjadi faktor yang dapat mempercepat tercapainya permukiman yang layak huni dan berkelanjutan. Dan  peran BKM ini di-“revitalisasi” terlebih dahulu, dimana sebelumnya berorientasi pada penanggulangan kemiskinan, kini berorientasi ke penanganan kumuh.

Sumber pembiayaan KOTAKU berasal dari pinjaman luar negeri lembaga donor, yaitu Bank Dunia (World Bank), Islamic Development Bank, dan Asian Infrastructure Investment Bank. Selain itu juga kontribusi pemerintah daerah, melalui APBD maupun swadaya masyarakat, akan menjadi satu kesatuan pembiayaan guna mencapai target peningkatan kualitas kumuh yang diharapkan.

Tujuan umum program ini adalah meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan guna mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.

Dalam tujuan umum tersebut terkandung dua maksud, yakni pertama, memperbaiki akses masyarakat terhadap infrastruktur dan fasilitas pelayanan di permukiman kumuh perkotaan. Kedua, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perkotaan melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh, berbasis masyarakat dan partisipasi pemerintah daerah.

Oleh karenanya penjabaran atas tujuan program, adalah memperbaiki akses masyarakat terhadap infrastruktur permukiman sesuai dengan 7 + 1 indikator kumuh, penguatan kapasitas pemerintah daerah untuk mengembangkan kolaborasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder), dan memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan penghidupan berkelanjutan (sustainable livelihood).

Indikator tersebut adalah sebagai berikut:

1. Bangunan Gedung

  • Ketidakteraturan dalam hal dimensi, orientasi dan bentuk
  • kepadatan tinggi tidak sesuai dengan ketentuan dalam rencana tata ruang
  • ketidaksesuaian dengan persayaratan teknis sistem struktur, pengamanan petir, penghawaan, pencahayaan, sanitasi dan bahan bangunan

2. Jalan Lingkungan

  • Kondisi permukaan jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan dengan aman dan nyaman
  • Lebar jalan yang tidak memadai
  • Kelengkapan jalan yang tidak memadai

3. Penyediaan Air Minum

  • Ketidaktersediaan akses air minum
  • Tidak terpenuhinya kebutuhan air minum setiap individu
  • Tidak terpenuhinya kualitas air minum sesuai standar kesehatan

4. Drainase Lingkungan

  • Ketidakmampuan mengalirkan limpasan air hujan
  • Menimbulkan bau
  • Tidak terhubung dengan sistem drainase perkotaan

5. Pengelolaan Air Limbah

  • Ketidaktersediaan sistem pengelolaan air limbah
  • Ketidaktersediaan kualitas buangan sesuai standar yang berlaku
  • Tercemarnya lingkungan sekitar

6. Pengelolaan Persampahan

  • Ketidaktersediaan sistem pengelolaan persampahan
  • Ketidaktersediaan sarana dan prasarana pengelolaan persampahan
  • Tercemarnya lingkungan sekitar oleh sampah

7. Ruang Terbuka Publik

  • Ketidaktersediaan lahan untuk ruang terbuka hijau (RTH)
  • Ketidaktersediaan lahan untuk ruang terbuka non hijau/ruang terbuka publik (RTP)

8. Pengamanan Kebakaran

  • Ketidaktersediaan sistem pengamanan secara aktif dan pasif
  • Ketidaktersediaan pasokan air untuk pemadaman yang memadai
  • Ketidaktersediaan akses untuk mobil pemadam kebakaran

Image result for PROGRAM KOTAKU

 

 

 

 

Categories: Uncategorized

Kebakaran di Rumah Kosong milik Bapak Latif Alamat Surabaya

No Comments

Pada Minggu, 20 Agustus 2017 pukul 11.15 WIB telah terjadi kebakaran di rumah kosong di Jln.KH Hasan No. 116 RT 06 RW 05 Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo milik Bapak Latif yang sampai sekarang berdomisili Surabaya.
Kronologis Kejadian :
1. Awal mula warga An. Bambang 55 Thn tetangga sebelah rumah melihat asap mengepul keatas ternyata rumah kosong sebelah milik Bapak Latif terbakar sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran, Selanjutnya 2 pemadam dari Pemkot datang dan rumah kosong tersebut berhasil di padamkan.
2. Kebakaran tersebut diduga akibat konsleting listrik dan mengakibatkan 4 kamar tidur, 2 bagian atas dan 2 bagian bawah habis terbakar, kerugian diperkirakan sekitar Rp. 20.000.000,00

3. Dari Peristiwa kebakaran ini sama sekali tidak ada korban jiwa satupun.

IMG-20170905-WA0077 IMG-20170905-WA0078 IMG-20170905-WA0079 IMG-20170905-WA0080 IMG-20170905-WA0081 IMG-20170905-WA0082 IMG-20170905-WA0083 IMG-20170905-WA0084 IMG-20170905-WA0085 IMG-20170905-WA0086 IMG-20170905-WA0087 IMG-20170905-WA0088

Categories: Uncategorized