Bulan: Agustus 2016

Melihat Karapan Sapi Brujul Probolinggo

No Comments

Wonoasih Karapan sapi brujul merupakan tradisi dan budaya yang khas dari Probolinggo. Tradisi lokal ini menjadi destinasi wisata budaya andalan Kota Probolinggo, karena perhelatannya dibanjiri penonton.

Beginilah susana saat dua pasang sapi di adu ketangkasan berlarinya di lahan persawahan di Kelurahan Jrebeng Kidul Kecamatan Wonoasih, seru dan penuh hiruk pikuk sorak penonton. Dua pasang sapi tersebut tengah mengikuti perlombaan karapan sapi brujul.

Bagi warga Indonesia karapan sapi brujul masih kalah tenar dibanding karapan sapi di pulau Madura. Meski sama-sama mengedepankan kecepatan dan ketangkasan pejoki, karapan sapi brujul berbeda dengan karapan sapi Madura.

Perbedaan itu terletak pada sapi yang digunakan pada karapan sapi Madura yang digunakan memang khusus untuk lomba. Sementara sapi yang digunakan pada karapan sapi brujul merupakan sapi yang digunakan untuk membajak sawah.

Karapan sapi“Seru karena arena yang dipergunakan dalam karapan sapi brujul menggunakan area persawahan yang berlumpur dan berair sebagai arena balapan. Sementara karapan sapi Madura dilombakan di tanah lapang yang kering,” ujar salah satu penonton Alfan Suharianto.

Karapan sapi brujul sebenarnya, bermula dari keseharian petani membajak sawahnya. Kemudian dikembangkan menjadi perlombaan yang diadakan pada setiap musim tanam padi tiba dan karapan sapi brujul ini dilaksanakan di area persawahan.

Menurut salah satu pemilik sapi brujul Saiful warga Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan, setiap sapi yang memenangkan perlombaan karapan sapi brujul dapat dipastikan memiliki nilai jual yang sangat tinggi. “Sehingga sapi yang mengikuti perlombaan ini dipastikan memiliki kualitas yang cukup baik. Sebelum ikut lomba dilatih dan diberi jamu-jamuan,” kata Saiful, pemilik sapi brujul.

Karena antusias masyarakat yang cukup besar, karapan sapi brujul ini dijadikan sebagai obyek wisata Kota Probolinggo. Sekarang ini perlombaan tersebut tidak lagi dilaksanakan pada musim tanam padi saja, namun di luar musim tersebut juga sering diselenggarakan.

Categories: Uncategorized

Demi Curi Pompa Air, Maling Ini Tinggalkan Motornya

No Comments

Kedopok Gara-gara aksinya ketahuan saat hendak mencuri pompa air, seorang maling rela meninggalkan sepeda motor miliknya. Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.

Berdasarkan informasi yang didapat wartabromo.com, Aksi pencurian ini terjadi sekitar pukul 09.00, di sawah milik Tohir Budihariyanto. Saat itu Tohir tengah mengairi tanaman jagung di sawah miliknya yang terletak di Jalan Serayu, dengan menggunakan pompa air berkapasitas 2 pk. Setelah pompa air menyala, Tohir menuju ke timur sawahnya untuk mengairi sawahnya yang lain.

Sekitar 30 menit kemudian, Tohir tidak mendengar suara pompa airnya. Saat di periksa, ternyata pompa airnya sudah raib dari tempat semula. Pria yang tinggal di Jalan Musi ini, kemudian menanyakan kepada warga sekitar. Dari penuturan sejumlah warga di sekitar, ternyata ada seseorang yang tengah menggotong pompa air ke arah utara.

Ia pun bersama Kus, temannya, mengejar pria yang dicurigai tersebut. Pengejaran itu ternyata tak sia-sia, karena sesampai di areal persawahan, ia melihat gerak-gerik seseorang yang mencurigakan tengah membawa pompa air. Mengetahui pemilik aslinya datang, pelaku berusaha melawan. Lantaran Tohir dan Kus berupaya untuk menangkap pelaku.

“Saya kejar dan langsung dicegat bersama pak Kus. Kami sempat salingbaku hantam, tapi kemudian dia berhasil lari,” ujar Tohir saat ditemui di Mapolsek Wonoasih.

Karena pelaku kabur ke tengah sawah, Tohir kemudian berteriak maling yang didengar oleh warga. Warga pun berusaha mengejar pelaku, namun pelaku lolos setelah mengambil langkah seribu dengan meninggalkan sepeda motor bebek miliknya dipinggir jalan. Oleh warga motor bebek bernopol N 5023 SQ itu dibawa ke Kantor Kelurahan Jrebeng Kulon.

Untung polisi cepat datang mengamankan barang bukti itu ke Mapolsek Wonoasih, sebelum warga terbakar emosi. “Kami masih menyelidiki kasus ini dan menjadikan sepeda motor itu sebagai barang bukti,” kata Kanitreskrim Polsek Wonoasih, Ipda Mugi.

Categories: Uncategorized

Pria Berkemeja Kotak-kotak Tewas di Terminal, Tak Ditemukan Identitas

No Comments

Kademangan Sejumlah calon penumpang dan petugas Terminal Bayuangga di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad pria tanpa identitas di gazebo rest area, Selasa sore (30/8/2016). Belum diketahui penyebab kematian korban dan untuk keperluan otopsi jasad korban dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sejumlah calon penumpang dan petugas Terminal Bayuangga di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad pria tanpa identitas di gazebo rest area, Selasa sore (30/8/2016). Belum diketahui penyebab kematian korban dan untuk keperluan otopsi jasad korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. WARTABROMO/Sundari AW

Sejumlah calon penumpang dan petugas Terminal Bayuangga di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad pria tanpa identitas di gazebo rest area, Selasa sore (30/8/2016). Belum diketahui penyebab kematian korban dan untuk keperluan otopsi jasad korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Korban ditemukan oleh seorang pengamen yang hendak beristirahat. Ketika ditemukan, korban terbujur kaku dengan posisi tubuh telentang mengenakan kemeja kotak-kotak putih celana jeans putih dan memakai kopiah.

Pada saku celana korban, polisi menemukan sebuah kartu kunjungan pasien RSUD  Waluyojati Kraksaan, sejumlah uang tunai dan sebuah telpon seluler. Namun, polisi tidak menemukan bekas luka akibat benda tajam maupun benda tumpul pada bagian tubuh korban.

“Saat itu saya mau beristirahat setelah habis mengamen, eh malah menemukan jasad korban. Ya saya kemudian lapor pada petugas terminal. Kayaknya dia bukan warga sekitar sini,” ujar Sumartoyo, penemu jasad dikorban.

Meski telah melakukan olah tempat kejadian perkara, namun polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian pria yang diperkirakan berusia sekitar 45 tahun itu. Polisi juga tidak dapat memastikan, apakah korban merupakan penumpang yang tengah beristirahat atau korban tindakan kriminal.

“Usaha untu  ungkap kasus ini juga sulit, karena ketidak tahuan warga terhadap wajah korban. Apalagi pada tubuh korban tidak ada identitas seperti ktp sebagai petunjuk,” kata Kapolsek Kademangan Kompol Kasman.

Guna keperluan otopsi dan pengembangan penyelidikan, jasad korban dilarikan ke Rumah Sakit dr Mohammad Shaleh. Petugas menghimbau, bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri menyerupai korban, diharap menghubungi kepolisian setempat.

Categories: Uncategorized

Saat Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Kembang

No Comments

Anggota Kodim 0820 Probolinggo dan masyarakat membentangkan bendera raksasa di tebing Gunung Kembang, Puncaksari, Desa Sape, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Senin (15/8/2016). Pengibaran bendera dengan ukuran 6 x 30 meter itu dilakukan untuk merayakan HUT RI ke 71.

Bendera raksasa dikibarkan di tebing Gunung Kembang, Puncaksari Desa Sape Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo, Senin (15/8/2016). Pengibaran bendera dengan ukuran 6 x 30 meter itu dilakukan oleh Kodim 0820 Probolinggo. WARTABROMO/Sundari AW

Bendera raksasa dikibarkan di tebing Gunung Kembang, Puncaksari Desa Sape Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo, Senin (15/8/2016). Pengibaran bendera dengan ukuran 6 x 30 meter itu dilakukan oleh Kodim 0820 Probolinggo. WARTABROMO/Sundari AW

Dari lebarnya bendera yang terbentang di tebing tersebut, butuh lebih dari 10 orang untuk mengibarkannya. Dari TNI, Pramuka hingga masyarakat setempat saling bahu membahu membentangkan bendera raksaasa di Gunung Kembang tersebut.

Seperti biasanya, sebelum pelaksanaan pengibaran bendera merah putih, seluruh elemen masyarakat tersebut memebentuk formasi. Dalam upacara tersebut, Komandan Kodim 0820 Letkol Inf Hendy Yustian DS sebagai pemimpin upacara.

Dalam sambutannya, Dandim Hendy mengatakan upacara di Puncaksari ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan masa perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajah.

“Oleh karena itu, kami berharap kepada seluruh masyarakat untuk menghargai jasa para pahlawan yang sudah gigih merebut kemerdekaan ini. Pengibaran bendera ini tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang dilakukan pejuang masa lalu,” katanya.

Selain untuk memperingati HUT RI ke 17, pengibaran bendera tersebut dilakukan untuk mengenalkan wisata Gunung Kembang atau lebih dikenal dengan Puncaksari yang baru tereskpose pada akhir 2015 lalu. Sebab dengan membentangkan bendera berukuran besar, paling tidak wisatawan juga bisa melihat bendera merah putih dari Gunung Bromo.

“Hal ini sebagai gebrakan baru untuk wisata di Gunung Bromo. Karena di Kabupaten Probolinggo sendiri jumlah tempat wisata cukup banyak. Dan ini sudah dilakukan sebelumnya di P 30 Kecamatan Sumber tahun lalu. Harapan kami tempat ini juga mau disinggahi oleh wisatawan,” tandasnya.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Anung Widiarto mengungkapkan sejauh ini memang kawasan tersebut masih dikelola pemerintah desa sebagai salah satu pendapatan desa.
“Kedepan, beberapa tempat wisata akan dikelola pemkab probolinggo yang tentunya akan dilengkapi fasilitas publik.

Categories: Uncategorized

Mobil Pejabat Diskoperindag Probolinggo Dibobol Maling

No Comments

Aksi pembobolan mobil terjadi di Probolinggo. Kali ini yang jadi korban seorang pegawai Diskoperindag.

Akibatnya, tas warna coklat miliknya pun raib, digondol pelaku. Kerugian akibat peristiwa ini, diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Meliputi uang tunai, surat berharga dan ATM milik korban.

“Kejadiannya kemarin,” kata seorang anggota polisi, Selasa (16/8/2016). Menurut dia, diperkirakan aksi pecah kaca ini terjadi sekitar siang hari, saat seluruh pegawai tengah sibuk beraktifitas.

Pembobolan mobil Grand Livina putih, nopol N329RM milik Kasi Industri Besar pada Diskoperindag Kota Probolinggo, Ninuk Tri Widarsih, yang tengah diparkir di sebelah selatan kantor, Jalan Mastrip.

“Saat hendak menghadiri acara di sekretariat pemkot, saya kaget, melihat kondisi kaca sebelah kiri yang pecah berantakan,” kata Ninuk.

Mengetahui tas miliknya raib, wanita berusia 54 tahun itu langsung meminta bantuan ke rekan sekantornya. Mobilnya pun segera dipindahkan ke dalam halaman Diskoperindag. Guna menghindari kerumunan dan konsentrasi massa. Selanjutnya, salah satu rekan kerjanya menghubungi polisi.

Berdasarkan keterangan salah satu pegawai karaoke di depan lokasi kejadian, memang sempat ada kejanggalan siang kemarin. “Saya sempat mendengar mobil itu (milik korban yang dipecah kaca), alaramnya berbunyi. Tapi tidak saya hiraukan karena biasanya juga berbunyi, saat motor atau mobil berkecepatan tinggi lewat di sampingnya,” kata Haris.

Tanpa menaruh curiga sedikitpun, Haris kemudian melanjutkan pekerjaannya, menjaga tempat karaoke di depan TKP. Mendengar kabar inipun, ia langsung kaget. Karena sangat diluar perkiraannya, mengingat jalan di sekitar lokasi sangat ramai.

Terkait hal ini, Satreskrim Polresta Probolinggo yang langsung melakukan olah TKP, belum berkomentar banyak terkait hal ini. “Masih kami selidiki terlebih dahulu,” kata anggota yang enggan namanya dikorankan.

Categories: Uncategorized

Wartawan Probolinggo Desak Oknum TNI AU yang Aniaya Wartawan Ditindak Tegas

No Comments

Tindak penganiayaan pada wartawan oleh oknum anggota TNI AU di Medan Sumatera Utara, mengundang kecaman di berbagai daerah. Di Probolinggo, sejumlah wartawan turun ke jalan menyuarakan solidaritas terhadap profesi jurnalistik yang kerap mendapat perlakuan anarkis, Selasa (16/8/2016).

IMG_20160816_131507Aksi solidaritas yang dilakukan belasan wartawan Probolinggo dari berbagai media ini mengecam tindak anarkis yang dilakukan oknum TNI AU kepada dua wartawan di Medan saat melakukan tugas peliputan. Aksi tersebut sangat disayangkan karena seharusnya antara wartawan dan TNI bekerja sama.

Dari titik kumpul di jalan Dokter Saleh, para wartawan ini melakukan longmarch menuju Pertigaan Tugu Taman. Sepanjang dua kilometer mereka meneriakkan kecaman dan orasi terhadap tindakan oknum TNI AU penganiaya wartawan lengkap dengan poster-poster bertuliskan kekecewaan.

Dikatakan orator aksi, wartawan seharusnya bisa bermitra dan bersinergi dengan TNI selaku garda terdepan pembela bangsa dan negara. Tapi yang terjadi di Medan beberapa waktu lalu malah sebaliknya. Apalagi profesi wartawan dilindungi undang-undang dalam melakukan peliputan.

Parahnya lagi, tindakan arogansi penganiayaan dua wartawan justru dilakukan hari sebelum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka penganiayaan terhadap jurnalis tertinggi di dunia menurut UNESCO. Kami berharap Dewan Pers dan TNI segera membuat MOU untuk menyikapi hal ini,” kata Radfan Faisal, koordinator aksi solidaritas wartawan.

Usai menggelar orasi, wartawan Probolinggo melepas atribut pers, seperti id card, kamera, dan handycam. Tak lupa batu nisan bertuliskan kebebasan pers sebagai simbol matinya kebebasan pers di negeri ini. Di atas atribut itu, kemudian ditaburi bunga layaknya kuburan.

Selain itu, juga dilakukan aksi teatrikal penganiayaan TNI kepada wartawan.

“Kalau TNI memang tidak melakukan kekerasan saat menggusur warga, kenapa rekan kami dihalang-halangi saat meliput. Ini kan seperti orde baru,” ujar Agus Purwoko, wartawan senior Probolinggo.

Melalui aksi ini, wartawan berharap ada tindakan konkrit dari aparat penegak hukum untuk mengadili oknum TNI AU yang melakukan penganiayaan pada dua wartawan di Medan. Selain itu, agar kebebasan pers di Indonesia lebih diperhatikan.

Categories: Uncategorized

PNS Probolinggo Ini Hormat pada HP Saat Upacara HUT Kemerdekaan RI

No Comments

Kelakuan sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemkot Probolinggo ini tidak mencerminkan sebagai abdi negara yang baik. Hal itu terbukti dengan banyaknya pegawai yang terlihat asyik bermain gadget miliknya saat upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 71, Rabu (17/8/2016) . Seorang PNS kedapatan menghormat pada gadget di tangannya.

Bahkan ada PNS yang tetap terlihat asyik main HP, padahal upacara pengibaran bendera dalam rangka HUT RI ke-71 tengah berlangsung. Terlihat tangan kirinya mengotak-atik layar sentuh HP miliknya, sementara tangannya melakukan hormat bendera. Namun, bukannya dia melakukan penghormatan pada bendera Indonesia, melainkan pada gadgetnya.

Tak hanya oknum PNS, pegawai honorer pun terlihat asyik dengan gadgetnya. Padahal diantara para oknum ini, ratusan peserta dari TNI, Polri, PNS dan pelajar serta ormas turut hadir dalam upacara pagi ini, di Alun-alun Kota Probolinggo yang dipimpin langsung Walikota Rukmini.

Sekretaris Pemkot Probolinggo Johny Harianto, mengatakan terhadap ulah PNS dan Honore indisipliner ini, pemkot akan mengambil tindakan tegas. “Kami akan melihat laporan dari pengawas yang dibelakang peserta. Nanti akan kami minta absennya. Ada sanksinya bisa berupa teguran atau peringatan,” ujar Johny.

Selain diwarnai ulah oknum pegawai yang tak mencerminkan sebagai Bangsa Indonesia yang baik, detik-detik proklamasi ini juga diwarnai peserta yang pingsan. Belasan peserta upacara baik PNS dan pelajar jatuh pingsan karena sengatan matahari.

Categories: Uncategorized

Menteri Lingkungan Hidup Pimpin Upacara HUT RI Ribuan Warga di Bromo

No Comments

Tidak ingin melewatkan moment sakral proklamasi kemerdekaan, ribuan warga Suku Tengger dilereng Gunung Bromo Probolinggo, menggelar upacara bendera di lautan pasir pada Rabu siang (17/08/2016). Tidak tanggung – tanggung, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, menjadi inspektur dalam upacara yang pertama kali digelar warga korban erupsi ini.

IMG_20160817_201726Upacara proklamsi kemerdekaan digelar oleh sedikitnya 8.000 warga di lautan pasir Gunung Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Mayoritas adalah warga Suku Tengger yang menjadi korban erupsi.

Upacara bendera sengaja digelar setelah matahari tergelincir, karena menyesuaikan dengan hari baik menurut adat Tengger. Prosesi upacara dilakukan sebagaimana upacara bendera pada umumnya.

Hanya saja warga suku Tengger mengenakan pakaian adat dilengkapi pasukan berkuda. Upacara kemerdekaan yang pertama kali digelar ini bahkan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Bagi warga Suku Tengger, kemeriahan perayaan kemerdekaan semestinya dibarengi dengan kesejahteraan warga. Terutama infrastruktur jalan dan perekonomian warga, pasca ditimpa erupsi berkepanjangan Gunung Bromo.

“Harapan kami ada perbaikan, utamanya pada jalan yang rusak. Sehingga, perekonomian warga yang bergantung pada pariwisata tidak terganggu,” kata warga Suku Tengger Sucipto.

Sementara itu, Siti Nurbaya Bakar mengapresiasi tingginya persatuan dan kesatuan warga yang bermukim di lereng Gunung Bromo. Siti Nurbaya juga berjanji akan memperjuangkan kesejahteraan warga Tengger utamanya pelaku wisata dan konservasi alam.

“Minggu depan kami akan membahas masalah bromo ini dengan komite industri nasional dan tokoh ekonomi. Bagaimana jasa lingkungan ini bisa secara sistematis membangun ekonomi daerah dan rakyat. Kita punya rencana prioritas, pun demikian, ada yang harus diingat. Satu sisi memang harus berkembang secara ekonomi, tapi jangan lupa kawasan ini adalah lokasi taman nasional yang juga harus dilestarikan,” jelasnya.

Warga berharap kegiatan serupa juga digelar pada tahun tahun mendatang. Upacara bendera kemudian ditutup dengan tabuhan alat musik tradisional khas suku Tengger.

Categories: Uncategorized

Dipakai Orang Dewasa, Fasilitas SL Park Cepat Rusak

No Comments

Dipakai Orang Dewasa, Fasilitas SL Park Cepat Rusak

Pemkab Probolinggo melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) terus berusaha mempercantik Sumberlele Park (SL Park) di Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan. Salah satunya dengan menambah fasilitas baru di taman yang berdiri sejak sekitar 4 tahun lalu itu.

Terbaru, ada fasilitas untuk para lanjut usia (lansia) yang rampung dibangun pada akhir Juli lalu. Namun, BLH seakan “lupa” untuk memelihara fasilitas yang ada. Sebab, sejauh ini ada sejumlah fasilitas yang mulai rusak dan tak kunjung diperbaiki.

Salah satunya, fasilitas bermain anak berupa ayunan di SL Park sisi utara. Ayunan yang berada di bagian barat taman dan berdekatan dengan pagar itu, telihat sudah lama patah. Sehingga, tak dapat difungsikan. Tak ayal, hal ini mengundang keprihatian warga.

“Apa mungkin pemkab (BLH) belum tahu kalau ayunan ini rusak. Sehingga, tidak diperbaiki. Mestinya sudah tahu, wong setiap hari ada petugas yang bersih-bersih di sini. Kenapa tak segera diperbaiki,” ujar Khusairi, salah satu orang tua yang menemani anaknya bermain di taman ini, Jumat (5/8) lalu.

Selain masalah ayunan, sejumlah fasilitas lain juga dianggap kurang menguntungkan bagi anak-anak. Terutama, bagi mereka yang berusia di bawah 5 tahun.

Salah satunya, seluncuran yang dinilai terlalu tinggi. “Seluncuran ini terlalu tinggi, sehingga berbahaya bagi anak kecil. Karena meluncurnya terlalu banter,” ujar Akhmad, warga lainnya.

Terpisah, Kabid Pertamanan BLH Kabupaten Probolinggo Zaenal Anshori mengatakan, pihaknya terus menambah fasilitas SL Park. Sebuah kamar lansia berukuran 4×4 meter yang mengidap diabetes itu dibangun dengan anggaran Rp 50 juta.

Fungsinya, sebagai tempat pijat refleksi. “Kamar itu sudah difungsikan sejak 1 Agustus lalu,” ujarnya. Ruangan mini ini dikerjakan selama dua bulan sejak awal Juni dan rampung akhir Juli. Di sana disiapkan sejumlah fasilitas.

Seperti, terapi refleksi alat getar dan terapi herbal. “Fasilitas ini memang diperuntukkan bagi lansia dan penderita diabetes,” ujar Zaenal. Pada 2015, pemkab telah menggelontorkan dana Rp 700 juta untuk SL Park.

Dana ini digunakan untuk membangun taman aktif beserta seluruh fasilitasnya untuk melengkapi keberadaan taman aktif SL Park. Selain fasilitas ini, di SL Park juga terdapat sarana lain seperti jogging track dan tempat istirahat bagi lansia.

SL Park juga dilengkapi hamparan pasir untuk tempat bermain anak-anak. Berkaitan dengan seluncuran yang dinilai terlalu tinggi, menurut Zaenal, memang sengaja dibuat tinggi. Sebab, itu untuk anak berusia 6 sampai 7 tahun.

“Kalau anak usia di bawah itu, harus dalam pengawasan orang tuanya,” ujarnya. Sedangkan, masalah ayunan yang rusak di sisi barat taman menurutnya, bukan kali ini saja. Kata Zaenal, ayunan itu cepat rusak karena sering digunakan orang dewasa.

Padahal, ayunan ini khusus anak-anak. Ia pun berjanji akan segera mengecek dan meperbaikinya. Zaenal mengaku, tahun ini BLH tak mengalokasikan anggaran khusus untuk perbaikan sarana bermain anak di SL Park.Pihaknya hanya menyediakan anggaran untuk pemeliharaan rutin. “Tahun ini kami tetap melakukan perbaikan, namun sifatnya hanya pemeliharaan.

Categories: Uncategorized

Disorot Karena Pakai Atribut SD

No Comments

Disorot Karena Pakai Atribut SD

Live show musik di tempat hiburan malam The Haven, Kota Probolinggo, pada  Sabtu (6/8) malam lalu, mendapat sorotan sejumlah kalangan. Pasalnya, band yang menghibur pengunjung di tempat hiburan malam itu menggunakan atribut yang mirip seragam SD.

Terlebih, penyanyi perempuan mengenakan rok mini. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Probolinggo Zainullah mengatakan, hingga kini ia belum mengetahui pasti tempat hiburan yang dimaksud. Namun begitu, ia akan berkoordinasi dengan pihak yang terkait.

Seperti Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) maupun Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Dispobpar). “Kami akan koordinasikan terlebih dahulu sebelum memberikan tindakan berupa teguran,” terangnya.

Kepala Dispobpar Kota Probolinggo Agus Effendi menyayangkan kostum yang dikenakan oleh band penghibur. “Bukan pada tempatnya dan tidak etis juga,” jelasnya. Pihaknya berencana membentuk tim yang terkait dengan tempat hiburan malam. Tim tersebut menurut Agus, akan diketuai oleh Sekda Johny Haryanto.

Terpisah, Ketua MUI Kota Probolinggo Nizar Irsyad mengatakan, pihaknya akan mengirimkan surat pada Dispendik. “Itu menyalahi aturan, termasuk perbuatan yang zalim. Kami sifatnya hanya mengingatkan dalam rangka amar makruf nahi munkar, jika tidak ada tindakan kami akan bertindak. Namun, tetap akan mengingatkan terlebih dahulu,” terangnya.

Ditemui Jawa Pos Radar Bromo di Bee Jay Karaoke kemarin, Indra selaku manajer stok barang, mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut. “Saya kurang tahu terkait dengan masalah tersebut, masalahnya saya masuk pagi,” singkatnya.

Terpisah, Benjamin Mangitung, pemilik Bee Jay Karaoke, mengatakan hiburan yang ditampilkan malam itu tidak ada yang melanggar. Sepengetahuannya, tidak ada perda yang melarang penyanyi, menggunakan kostum tertentu.

“Saya kurang tahu pasti terkait dengan perda atau undang-undang yang melarang hal itu. Namun, jika ada (aturan yang dilanggar), maka tunjukan pada saya. Kemudian saya akan menegur dan memperingati event organizer (EO) saya,” jelasnya.

Namun, jika tidak ada aturan yang dilanggar, Benjamin meminta agar semua pihak menghargainya. “Kami mohon untuk menghargai privasi kami.

Categories: Uncategorized