Bulan: Juni 2016

Pecah Kaca Mobil, Uang-Perhiasan Amblas

Pecah Kaca Mobil, Uang-Perhiasan Amblas

PROBOLINGGO – Aksi kejahatan jalanan di wilayah Kabupaten Probolinggo semakin tinggi. Belum terungkap kasus begal di Jalan Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Sabtu (25/6), kali ini aksi kejahatan pecah
kaca mobil terjadi di Jalan Raya  Pesisir, Kecamatan Sumberasih.

Akibatnya, uang dan perhiasan korban amblas digondol maling. Informasi yang dihimpun Jawa  Pos Radar Bromo menyebutkan, saat itu korban Endah Astuti, 42, warga Kota Denpasar, hendak mudik  ke kampung halamannya di Malang.

Karena memasuki waktu Magrib,  ia sekeluarga memutuskan untuk  berbuka puasa di salah satu warung di Desa Pesisir. Saat itu, kondisi warung tengah ramai pengunjung. Lokasi parkir pun penuh. Karenanya, korban kemudian memarkir Daihatsu Xenia nopol DK 1475 BT miliknya agak  jauh dari lokasi warung.

Lokasinya sekitar 30 meter dari warung tersebut. Setelah itu, Endah sekeluarga berbuka di warung tersebut. Lantaran penuh, maka parkir sedikit  lebih jauh tepatnya di depan truk,” terangnya.  Ketika selesai berbuka, suami korban menuju mobil untuk  mengambil sarung.

Melihat kaca depan sebelah kiri mobilnya sudah pecah, ia kaget. Setelah diperiksa,  ternyata tas salah seorang anggota keluarga itu telah hilang. Isinya yakni uang tunai  Rp 3,5 juta dan perhiasan berupa  cincin yang berjumlah empat buah juga amblas.

Melihat kejadian tersebut,  suaminya langsung memanggil korban memberitahukan kejadian tersebut. Ia mengaku kaget karena baru mengalami kejadian ini pertama kali. “Setiap tahun saya mudik melewati Probolinggo, namun baru kali ini saya mengalami hal serupa,” terangnya.

Beberapa saat kemudian, sejumlah anggota Polsek Sumberasih tiba di lokasi untuk menyelidiki peristiwa tersebut. Sementara itu, pemilik tetap berencana melanjutkan perjalanan ke Malang. Kaca mobil  yang pecah sementara ditutup plastik dan lakban.

Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan yang diberikan oleh Kapolsek Sumberasih AKP Wahyudi. Dihubungi melalui ponselnya belum ada respons. Koran ini juga sempat menghubungi  Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Trsino Nugroho. Namun, juga tidak diangkat.

Categories: Uncategorized

Melawan, Pemotor Kritis Dibacok Begal

Melawan, Pemotor Kritis Dibacok Begal

PROBOLINGGO – Begal sepeda motor terus merajalela, tidak hanya di Pasuruan, namun juga di Probolinggo. Sabtu malam  (25/6) misalnya, Herizal, 21,  warga Jalan Patimura, Kelurahan  Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dibacok begal.

Akibatnya, korban pun kritis. Korban sendiri sebelumnya bermalam minggu dengan teman wanitanya, Ts, 16, warga Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Sekitar pukul 19.00, korban keluar dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor  Yamaha Mio warna hitam-merah Nopol bernopol N-5704-SH.

Kemudian, korban menjemput Ts di rumahnya. Mereka lantas jalan-jalan, berkeliling Kota Probolinggo sampai sekitar pukul 20.30. Puas berkeliling, korban mengantar Ts pulang ke rumahnya. Mereka berkendara santai, dari utara menuju selatan.

Namun, nahas, sekitar 200 meter dari tumah Ts, keduanya dihadang kawanan begal berjumlah enam orang. Tepatnya di jalan Desa Pabean, Kecamatan  Dringu. Para begal ini berboncengan mengendarai dua sepeda motor.  Mereka melaju dari arah berlawanan,  yaitu dari selatan ke utara.

Saat berpapasan dengan korban dan Ts, tiba-tiba kawanan begal ini menghadang korban. Mereka menghentikan motor di tengah jalan, tepat di depan motor korban. Empat pelaku lantas turun dari motornya. Sementara dua pelaku, tetap di atas motor masing-masing.

Dengan cepat, empat pelaku mendekati kedua korban. Mereka minta kedua korban turun dari motor. Bahkan, seorang pelaku mengancam dengan mengacungkan celurit. Ts pun langsung turun dari boncengan. Seorang pelaku mendorong Ts, hingga gadis itu mundur beberapa meter.

Sementara tiga pelaku yang lain langsung merebut  motor korban Herizal. Namun, korban melawan. Dia menolak menyerahkan motornya. Saat itulah, pelaku yang membawa celurit langsung membacok korban. Akibatnya, korban mengalami luka bacok di kepala dan  tangannya.

Ts sendiri tidak bisa mengenali ciri-ciri para pembegal yang menghadang mereka. Bahkan, dia tidak bisa mengenali dua motor yang digunakan para pelaku. “Saya panik dan bingung saat itu. Saya tidak memperhatian,  mereka pakai motor apa, seperti apa orangnya. Saya ketakutan. Jadi, tidak memperhatikan mereka secara detail,” tuturnya saat ditemui di RS Wonolangan, Kecamatan Dringu.

Sementara itu, korban Herizal yang mendapat luka bacok langsung lemas dan terjatuh. Sedangkan  keenam begal langsung kabur. Dua di antaranya membawa lari motor korban. Nah, parahnya sejumlah barang berharga korban disimpan di  jok motor. Ada Hp dan dompet  berisi sejumlah uang, STNK, dan  SIM.

Tak ayal, semuanya ikut raib bersama motor yang dibawa begal. Beberapa saat kemudian, korban  yang memiliki usaha kayu gaharu itu sadar dari syok. Saat itulah, korban dan Ts lari ke rumah orang tua Ts, sekitar 200  meter dari tempat kejadian   perkara (TKP).

Mistari, 40, ayah Ts, langsung kaget melihat korban dan anaknya  datang dengan berdarah-darah.  Begitu tahu keduanya jadi korban begal, korban langsung dibawa ke RS Wonolangan. Saat itu juga,  Mistari dan Ts melapor ke Polsek Dringu.

“Saat sampai di rumah, saya sempat kaget melihat Herizal berdarah. Akhirnya, saya ambil kain untuk menekan lukanya.  Kemudian saya bawa ke rumah  sakit. Malam itu juga saya laporan  ke Polsek Dringu,” bebernya.

Adapun korban, malam itu langsung masuk kamar operasi.  Beberapa saat kemudian, keluarga korban Herizal datang ke  rumah sakit.  Kapolsek Dringu AKP Suparmi saat dikonfirmasi menuturkan, pihaknya masih menyelidiki aksi  begal tersebut. “Masih kami selidiki terkait kasus begal tersebut,”

Categories: Uncategorized

Duarr….Dua Kritis

Duarr….Dua Kritis

Warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, kemarin (27/6) dikagetkan dengan meledaknya mercon. Mercon meledak saat diracik di gudang barang rongsokan besi milik Yasin, warga setempat.

Namun, saat mercon meledak, Yasin tak ada di lokasi kejadian. Mercon itu dirakit oleh Abdul Kader, 35, warga Dusun Melati, desa setempat bersama keponakannya, Sholeh Hudin, 15. Paman dan keponakan itu pun kemarin harus dilarikan ke RSUD Dr. Moh. Saleh karena mengalami sejumlah luka bakar di sekujur tubuhnya, imbas ledakan mercon tersebut.

Abdul Kader mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Paling parah di bagian tangan yang hangus lantaran terkena ledakan tersebut. Sementara Sholeh Hudin alias  Udin mengalami luka bakar lebih parah. Tak hanya mengalami  luka bakar di tubuh, Udin juga  mengalami luka bakar di kaki  kanan, tangan, serta kepalanya.

Belum ada yang tahu persis insiden meledaknya mercon di gudang tersebut. Namun, informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, mercon itu meledak sekitar pukul 12.00. Warga sekitar baru tahu Abdul Kader dan Udin terkapar usai  mendengar suara ledakan keras dari gudang rongsokan.

Saat didatangi, warga mendapati Kader  dan Udin sudah terkapar. “Sepertinya, saat merakit mercon dengan menggabungkan antara mercon satu dengan yang lain terjadi gesekan. Sehingga, beberapa mercon itu akhirnya  langsung meledak,” ujar Budi  Handoko, warga sekitar yang  rumahnya berdekatan dengan  lokasi kejadian.

Budi menyebut, ledakan mercon itu tak hanya terdengar sekali. “Yang saya dengar, bunyinya selain kencang juga terdengar rentetan ledakan mercon beberapa kali,” sebut Budi. Pria 50 tahun ini mengatakan, ia mendengar ledakan tersebut  ketika ada di dalam rumah.

“Mendengar ledakan tersebut saya beserta keluarga yang lain langsung mendatangi tempat tersebut. Saat itu, dua orang itu (korban) sudah tergeletak. Keduanya langsung dibawa ke rumah sakit dengan bantuan warga setempat,” terangnya.

Sementara itu, Iyah, 45, ibu Udin terlihat histeris saat mengetahui anaknya terkena ledakan mercon dan harus dirawat di  RSUD. Ia menyebutkan, anaknya  hanya melihat aktivitas pamannya meracik mercon semata. Iyah menjelaskan, Kader membuat  mercon lantaran ada pesanan.

“Anak saya cuma melihat  saja, ndak tahu apa-apa. Kakak  saya (Kader) buat karena ada pesanan menjelang Lebaran,” terangnya dengan menggunakan logat Madura kental. Iyah sendiri kemarin lebih banyak menangis. Ia pun tak bisa memberikan penjelasan detail terkait aktivitas pembuatan mercon di Desa Pesisir tersebut.

Di sisi lain, Kapolsek Sumberasih  AKP Wahyudi mengatakan, kasus itu masih akan diselidiki pihaknya. Perwira dengan tiga  setrip di pundaknya itu pun menyebut, sampai kemarin status dua orang yang terkena ledakan  mercon masih korban.

“Saya mendapat laporan dari warga pada pukul 12.30. Setelah itu, kami langsung cek TKP. Korban langsung dilarikan ke RS,” bebernya. Dari TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya,  mercon sebesar 5 sentimeter yang belum meledak.

“Serta, beberapa selongsong mercon. Dari kasus ini masih akan dilakukan penyidikan lebih lanjut,” terangnya.

Categories: Uncategorized

Satu Tersangka Pembunuhan Yang Menjerat Anggota Padepokan “Dimas Kanjeng” Meninggal

Satu Tersangka Pembunuhan Yang Menjerat Anggota Padepokan “Dimas Kanjeng” Meninggal

Dari tujuh orang anggota Padepokan Dimas Kanjeng yang ditahan di Mapolda Jatim terkait kasus pembunuhan, satu orang di antaranya meninggal Sabtu (25/6) lalu. Polisi memastikan satu tersangka kasus pembunuhan itu meninggal karena sakit.

Informasi yang dihimpun jawa Pos Radar Bromo, tersangka yang meregang nyawa itu adalah Etto Sutaye alias Badrun warga Desa Rejing, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolingo. Ia mengembuskan nafas terakhir di RS Bhayangkara H.S Samsoeri Mertojoso pada Sabtu (25/6) sekitar pukul 18.30.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan meninggalnya seorang tersangka kasus pembunuhan tersebut. “Dia (Badrun) sakit perut sejak Kamis (23/6),” ujar perwira polisi dengan  tiga melati di pundaknya itu kepada Jawa Pos Radar Bromo, tadi malam.

Nah, sejak sakit perut itu, tersangka Badrun juga disebutkan tak mau makan selama dua hari. Kondisi tubuh Badrun punakhirnya terus drop. “Sabtu pagi ia dirawat di ICU RS Bhayangkara. Namun, Sabtu petang sekitar pukul 18.30-an sudah meninggal. Jadi, meninggal karena sakit. Ia tak mau makan,” bebernya.

Argo sendiri masih enggan membeberkan secara detail Badrun dan enam anggota Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Ia hanya menyebut, ketujuh orang itu terlibat kasus pembunuhan berencana. “Sekarang masih gelar-gelar perkara. Saya belum bisa menjelaskan detail kasusnya,” beber Argo.

Sementara itu, kuasa hukum para tersangka, M Sholeh mencurigai kematian salah satu kliennya. Menurutnya, saat itu ia mendapati wajah Badrun penuh luka lebam. Lantaran itu, Sholeh pun meminta dilakukan otopsi atas mayat Badrun di RSUD dr Soetomo,  Surabaya.

“Saya sudah dikuasai oleh pihak keluarga untuk melakukan otopsi,” jelas pengacara asal Surabaya ini. Terpisah, Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, Badrun meninggal dunia di RS Bhayangkara. Ia sempat dirawat di rumah sakit tersebut sekitar pukul 14.30 karena trombositnya menurun.  Namun, pada pukul 18.05, ia  meninggal  dunia.

“Dari hasil visum, Badrun meninggal dunia karena leukosit,” tutur mantan Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya ini. Seperti diketahui, ketujuh pelaku ditangkap diduga terkait kasus pembunuhan berencana. Kuasa hukum ketujuh tersangka sendiri belum mengetahui secara pasti kliennya ditahan terkait kasus pembunuhan yang mana.

Hanya, sang kuasa hukum menyebut, ada dua kasus yang dikaitkan dengan ketujuh kliennya itu. Yakni, pembunuhan atas Ismail Hidayah yang mayatnya ditemukan di Tegalsono, Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Februari 2015 silam dan Abdul Ghani yang mayatnya ditemukan di sungai Kabupaten Wonogiri, April lalu.

Kebetulan, Abdul Ghani dan Ismail Hidayah juga kenal dengan ketujuh tersangka tersebut. Mereka kenal karena pernah aktif di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Sahal jadi anggota yayasan sejak 2003 silam. Sementara  enam tersangka lainnya rata-rata  mulai bergabung di padepokan pada 2013 silam.

Categories: Uncategorized

1 Juta PNS Bakal Dipecat, Pemerintah Siapkan Pesangon

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan reformasi birokrasi di Indonesia lewat Undang-undang Aparatur Sipil Negara.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menargetkan pemangkasan jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 1 juta orang mulai 2017-2019. Itu artinya sekitar 330 ribu PNS bakal dirumahkan setiap tahunnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro usai Kampanye Layanan E-Filing dan E-Billing ‎angkat bicara terkait dampak pengurangan jumlah PNS terhadap anggaran atau belanja pegawai. Saat ini, basis aparatur negara sebanyak 4,5 juta, dan rencananya dipangkas menjadi 3,5 juta PNS hingga 2019.

“Itu (dampak pengurangan PNS) dihitung dulu. Kita tunggu proposalnya dari Menteri PANRB,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan di Plaza Sarinah, Jakarta, Minggu (29/5/2016).

Sayangnya, ‎Menkeu Bambang belum menghitung penghematan anggaran belanja pegawai dari pemecatan 1 juta PNS tersebut. Namun sebagai Bendahara Negara, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus menyiapkan pesangon bagi PNS yang dirumahkan.

“Penghematannya kurangi saja 1 juta PNS dikali jumlah gajinya. Tapi kan harus ada semacam pesangon atau golden shake hand. Berapa pesangonnya, nanti kita lihat,” tegasnya.

Menurutnya, pengurangan 1 juta PNStersebut diyakini tidak akan mengganggu pelayanan publik oleh aparatur negara. Sebab, sambung Bambang, pemangkasan dilakukan untuk fungsi unit yang bisa digantikan sistem teknologi informasi.

“Kalau kita kan buruh untuk penerimaan (PNS), seperti Pajak dan Bea Cukai,” ujar Bambang.

Dia menyadari bahwa Kemenkeu tak lepas dari pemangkasan jumlah PNS. Namun beruntung, instansi ini sudah menerapkan teknologi informasi sehingga masih dapat terbantu meskipun ada pengurangan PNS. “Mungkin kita ada pengurangan PNS terutama di bidang-bidang yang bisa digantikan sistem IT,”

Categories: Uncategorized

Menteri Yuddy Usulkan Gaji ke-13 dan 14 PNS Cair Berbarengan

Menteri Yuddy Usulkan Gaji ke-13 dan 14 PNS Cair Berbarengan

Dalam waktu dekat, pemerintah bakal membayarkan gaji ke-13 dan ke-14 kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi dan Birokrasi (PAN-RB), Yuddy Chrisnandi telah mengusulkan kepada Menteri Keuangan agar gaji ke-13 dan 14 bisa dicairkan sekaligus sebelum lebaran.

“Ya kalau saya mengusulkan kepada Menkeu dibayarkan secara sekaligus, ya sebelum lebaran,” ujar Yuddy usai menghadiri Rapat Koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (23/5/2016).

Saat ini Rancangan Peraturan Pemerintah yang mengatur gaji ke-13 dan 14 sedang disiapkan.

Ia menambahkan gaji ke-13 san 14 diberikan bersamaan karena berbarengan dengan tahun ajaran baru sekolah dan Lebaran pada bulan Juli.

“Kan Juli anak sekolah masuk, Lebaran juga saya mengusulkan sekaligus,” tutur Yuddy.

Dalam RPP tertulis, pemberian THR dan gaji ke-13 ini dibayarkan Juli. THR merupakan pengganti dari kenaikan gaji PNS setiap tahunnya, dan sering disebut gaji ke-14. Namun besaran THR lebih kecil dari gaji ke-13, yakni satu kali gaji pokok. Sedangkan untuk gaji ke-13 meliputi gaji pokok, tunjangan jabatan, dan tunjangan lain, seperti penghasilan PNS yang biasa diterima setiap bulan.

THR atau gaji ke-14 dialokasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan PNS saat merayakan Idul Fitri. Adapun mekanisme pencairan gaji ke-14 ini sama persis dengan mekanisme pencairan gaji ke-13.

Categories: Uncategorized

Mobdin untuk Mudik, Gubernur Tunggu ’Lampu Hijau’ dari Pusat

Mobdin untuk Mudik, Gubernur Tunggu ’Lampu Hijau’ dari Pusat

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo masih menunggu aturan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) terkait kebijakan penggunaan mobil dinas (mobdin) PNS untuk mudik Lebaran 2016.
“Kami masih menunggu peraturan yang dikeluarkan dari Pak Yuddy Chrisnandi sebelum menyampaikannya ke pegawai,” ujarnya, Selasa (21/6).
Menurutnya, jika nantinya pusat memperbolehkan penggunaan mobdin asalkan sesuai prosedur maka pihaknya juga pasti tak akan melarangnya.
Gubernur mengaku tetap mengikuti aturan Kemenpan-RB, karena tahun lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan larangan mempergunakan mobdin untuk mudik bagi PNS.
“Pemprov Jatim adalah perwakilan pusat di daerah sehingga mengikuti aturan yang dikeluarkannya. Dalam hal ini kewenangan di KemenPAN-RB, jadi kami ikut aturannya,” kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya.
Sementara pada musim arus mudik dan balik 2015, Pemprov melarang penggunaan mobdin untuk mudik sesuai arahan KPK, meski KemenPAN-RB memberikannya lampu hijau. Saat itu, pihaknya sempat akan membolehkan PNS mudik pakai mobdin. Namun setelah KPK mengeluarkan edaran larangan akhirnya memilih mengikuti KPK.
Menurut KPK, menggunakan aset negara saat tidak sedang berdinas termasuk tindakan korupsi, yakni pasal gratifikasi. Peringatan itu tercantum dalam surat edaran dari KPK yang melarang penggunaan kendaraan dinas untuk keperluan mudik lebaran.
Berbeda dengan penggunaan mobdin, gubernur melarang seluruh pejabat di lingkungan Pemprov Jatim menerima bingkisan atau parcel saat lebaran. Parcel ini yang diperoleh dari kolega-kolega di luar instansi yang bersangkutan.

Jika aturan tersebut dilanggar, pihaknya minta parcel yang telah diterima untuk dikembalikan kepada si pengirim. “Pemberian parcel ini sudah masuk gratifikasi sehingga tidak boleh diterima,” ujar Soekarwo mengingatkan.
Categories: Uncategorized

Hemat Anggaran, Tujuh SKPD di Jatim Bakal Dirampingkan

Hemat Anggaran, Tujuh SKPD di Jatim Bakal Dirampingkan

Siap-siap. 49 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Jatim bakal dipangkas menjadi 42 SKPD. Dari tujuh yang masuk daftar perampingan, ada yang dibubarkan dan dilebur dengan SKPD lain.
Perampingan ini sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda) dan diperkirakan akan rampung dalam enam bulan mendatang.
“Kemarin PP (Peraturan Pemerintah) tentang Perangkat Daerah sudah disahkan. Artinya, enam bulan setelah ditetapkan baru diberlakukan. Kami perkirakan awal tahun 2017 sudah efektif berlaku. Kami juga mengusulkan segera masuk Prolegda tahun ini,” kata Kabiro Organisasi Setdaprov Jatim, Setiadjit, Selasa (21/6).
Terkait tujuh SKPD yang akan dirampingkan, Setiadjit menyebut yakni Badan Ketahanan Pangan (BKP) dan Dinas Peternakan (Disnak) digabung menjadi Dinas Peternakan Kedaulatan Pangan Jatim, Biro Kesra digabung dengan Biro Kesmas menjadi Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial.
Lalu Biro Perekonomian dan Biro SDA menjadi Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA). Berikutnya Sekretariat Korppri Jatim dibubarkan dan akan dimasukkan menjadi UPT di bawah Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim. Begitu pula dengan Sekretariat KPID dibubarkan dan akan menjadi salah satu bidang di Dinas Kominfo Jatim. Kemudian Asisten I Pemerintahan digabung dengan Asisten III Kesra dan dua staf ahli dihilangkan.
Untuk Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi dari tujuh dipangkas menjadi empat bidang. Dishub LLAJ Jatim dari tujuh menjadi empat bidang, staf ahli dari lima tinggal tiga orang, empat asisten tinggal tiga  orang. Asisten Kesra digabung dengan pemerintahan, sedangkan Asisten II Perekonomian Pembangunan dan Asisten IV Administrasi Umum tetap.
Menurut Setiadjit, DPRD Jatim ingin membahas secepatnya terkait penataan organisasi perangkat daerah tersebut. “Ini karena kaitannya dengan anggaran 2017. Komisi A nanti akan bertemu dengan gubernur dulu. Sedangkan untuk Bakorwil tetap ada menjadi perangkat gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat,” bebernya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Akhmad Sukardi mengatakan, penggabungan SKPD ini dilakukan tidak hanya atas dasar besar kecilnya beban urusan, tetapi mempertimbangan potensi, skala prioritas yang akan dikembangkan, keterpaduan program, efektifitas, efisiensi anggaran, SDM dan keterbatasan sarana prasarana.
Sekdaprov berharap, penggabungan tersebut bisa menekan belanja pegawai. “Dengan adanya rencana penataan kelembagaan diharapkan dapat menghemat anggaran belanja pegawai tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Saat ini, persiapan peralihan Penyerahan Personel, Prasarana, Pembiayaan dan Dokumentasi (P3D) sudah dilakukan Pemprov Jatim dan Pemkab/Pemkot se-Jatim melalui inventarisasi pengalihan P3D yang akan diserahkan.
Di antaranya pengalihan P3D dari provinsi ke pusat terdiri dari lima sub urusan dari bidang kelautan dan perikanan, perhubungan, sosial, ESDM, dan urusan pemerintahan bidang pemerintahan umum Kesbangpol.
P3D dari Pemprov ke Pemkab/Pemkot hanya satu sub urusan di bidang perdagangan. Sedangkan pengalihan P3D dari kabupaten/kota ke provinsi ada sembilan sub urusan di bidang tenaga kerja, pendidikan, kehutanan, perhubungan dan ESDM.
Dari 38 Kab/Kota yang sudah menyerahkan data hasil inventarisasi P3D sudah mencapai 70 persen. Sisanya masih dalam proses penyelesaian.
“Saya harap SKPD di lingkungan Pemprov dan kabupaten/kota dapat membantu tim dengan menyajikan data pendukung yang diperlukan sehingga pelaksanaan pemetaan, serta percepatan penyerahan P3D berjalan lancar,
Categories: Uncategorized

Bapak Paruh Baya Diciduk Polisi Akibat Jual Petasan di Bulan Ramadhan

Probolinggo – Nekat berjualan petasan di bulan ramadhan, seorang bapak paruh baya yakni, Sugianto (40) warga Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, berhasil diringkus tim Opsnal Satuan Reskrim Polres Probolinggo, pada Selasa (21/6/2016) siang.

Tertangkapnya pelaku atas laporan dari masyarakat desa setempat, bahwa pelaku menjual petasan dengan suara ledakan keras, menyerupai bondet yang biasa dilakukan para pelaku untuk melakukan kejahatan.

Dari tangan pelaku polisi berhasil menyita, ratusan petasan rentengan dengan panjang 5 sampai 6 meter siap jual 6 kilogram bubuk misiu, puluhan petasan model bondet/, dan peralatan perakitan petasan.

Pelaku mengaku nekat menjual petasan model terbaru bersuara keras, untuk kebutuhan ekonomi keluarga dan kebutuhan lebaran, akhirnya gagal setelah di tangkap polisi.

Menurut AKP Trisno Nugroho, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, pelaku merupakan penjual petasan di bulan ramadhan, yang meresahkan warga di saat melaksanakan ibadah di bulan suci ramadhan.

“Dari tangan pelaku kita sita ratusan petasan, bubuk misiu dan petasan modif  baru berserta peralatannya,”ujar AKP Trisno.

Petugas menghimbau kepada masyarakat, jika menemukan warga membuat atau berjualan petasan, segera melapor ke kantor polisi terdekat.

Kini tersangka terancam pasal 1 tentang Undang – undang darurat no 12, tahun 1951 dengan kurungan 20 tahun penjara.

Categories: Uncategorized

Diminati, ’Ngabuburit’ di Bukit Selfie

Diminati, ’Ngabuburit’ di Bukit Selfie

Setiap menjelang sore hari di bulan Ramadan, puluhan warga Probolinggo berkumpul di tepian bukit untuk menunggu waktu berbuka puasa.  Bukit Selfie Bentar merupakan objek wisata baru yang jadi primadona muda-mudi di Probolinggo saat ini.
Bukit yang berada di Desa Taman Sari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo ini menjadi tempat berfoto paling disukai karena berhadapan langsung dengan lepas patai dan jalur Pantura.
Bukit yang dahulunya hanya batuan kapur itu, kini menjadi jujugan para muda – mudi, karena sering dipakai untuk berselfi ria. Masyarakat pun menamakan bukit ini dengan sebutan ‘Bukit Selfie’.
Letak bukit ini tidak jauh dengan objek wisata pantai bentar. Hanya saja, untuk menikmati pemandangan yang indah dari atas bukit ini  butuh perjuangan untuk menaikinya.
Jalur menuju bukit tersebut memang cukup terjang dan berliku–liku, namun aksesnya cukup mudah dilewati dengan mengendarai sepeda motor. Sekilas, memang tak ada yang istimewa, semuanya hanya terdapat hamparan dedaunan dan ranting pohon yang kering akibat kemarau.
Setelah menempuh perjalanan 30 menit dari Pantai Bentar dengan mengendarai sepeda motor, rasa lelah pun hilang melihat pemandangan laut dan jalan raya dari atas bukit tersebut.
“Gak kerasa capai, setelah melihat pemandangan yang indah dari atas bukit,” kata Lukman Hakim pada Berita Metro (BM), Minggu (19/6) sore.
Menurut warga Kecamatan Krejengan ini, dirinya bersama beberapa kawan memang sengaja datang jauh –jauh ke Bukit Selfie sembari menunggu datangnya Adzan Maghrib. Selain bersantai dan berfoto ria, warga juga kerap menantikan sunset atau matahari terbenam yang menawarkan panorama menawan.
Categories: Uncategorized