Penulis: AVIVA NURIYANA, SE

PEMBAGIAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI PKH

No Comments

PEMBAGIAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI PKH di Kelurahan Sukoharjo sebanyak 207 KPM yang menerima.

Mengenal Apa itu BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT)

Bantuan Pangan Non Tunai
Adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui Mekanisme akun Elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan di e-Warong KUBE PKH/pedagang bahan pangan yang bekerja sama dengan Bank
Himbara.

Bantuan Pangan Non Tunai
Bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

LATAR BELAKANG BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) 

Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial serta untuk mendorong keuangan inklusif, Presiden Republik Indonesia memberikan arahan agar bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non tunai, dengan menggunakan sistem perbankan.

 

TUJUAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) 

  1. Mengurangi beban pengeluaran KPM melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan.
  2. Memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM.
  3. Meningkatkan ketepatan sasaran dan waktu penerimaan Bantuan Pangan bagi KPM.
  4. Memberikan lebih banyak pilihan dan kendali kepada KPM dalam memenuhi kebutuhan pangan.
  5. Mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Manfaat BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) 

  1. Meningkatkannya ketahanan pangan ditingkat KPM sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskin.
  2. Meningkatnya transaksi non tunai dalam agenda GNNT.
  3. Meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan sehingga dapat meningkatkan kemampuan ekonomi yang sejalan dengan SNKI.
  4. Meningkatnya efisiensi penyaluran bantuan sosial.
  5. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di daerah, terutama usaha
    mikro dan kecil di bidang perdanganan.

Prinsip Umum BPNT

  • Mudah dijangkau dan digunakan oleh KPM.
  • Memberikan lebih banyak pilihan dan kendali kepada KPM tentang kapan, berapa, jenis, dan kualitas bahan pangan dengan preferensi.
  • Mendorong usaha eceran rakyat untuk melayani KPM.
  • Memberikan akses jasa keuangan kepada KPM.

Daftar istilah

  • KPM = Keluarga Penerima Manfaat
  • e-Warong KUBE PKH = elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan
  • GNNT = Gerakan Nasional Non Tunai
  • SNKI = Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI)
  • HIMBARA = Himpunan Bank Negara (BTN, BNI, BRI dan Bank Mandiri)

 

 

IMG-20171012-WA0041 IMG-20171012-WA0038 IMG-20171012-WA0039 IMG-20171012-WA0036 IMG-20171012-WA0037 IMG-20171012-WA0040 20171012_075401 20171012_075518 IMG-20171012-WA0033 20171012_075204 20171012_075506 20171012_075541 20171012_075551 20171012_075626 20171012_075724 20171012_075756 20171012_080022 20171012_080033 20171012_080155 20171012_080250 20171012_080340 20171012_080347 20171012_080405 20171012_080451 20171012_091022 20171012_091229 20171012_091415 20171012_091422 20171012_091441 20171012_091704 20171012_091724 20171012_092144 20171012_092254 20171012_092543 IMG-20171012-WA0029 IMG-20171012-WA0030 IMG-20171012-WA0031 IMG-20171012-WA0032 IMG-20171012-WA0033 IMG-20171012-WA0034 IMG-20171012-WA0035

Categories: Uncategorized

RAPAT KOORDINASI PENGEMBANGAN IMPLEMENTASI HASIL MEMBACA BUKU TAHUN 2017

No Comments

Dalam Rangka meningkatkan minat dan gemar membaca masyarakat di lingkungan kelurahan di Kota Probolinggo, Petugas Perpustakaan Kelurahan mengikuti pembinaan perpustakaan kegiatan Rapat Koordinasi pengembangan implementasi hasil membaca buku tahun 2017 pada Hari Rabu, 11 Oktober 2017 Jam 12.30 WIB di Taman Baca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo Jl. Slamet Riyadi 18 Probolinggo (Depan STIA BAYU ANGGA)

20171011_134957 20171011_135015 20171011_135040 20171011_135104 20171011_135153 20171011_135233

Pengertian Perpustakaan

Perpustakaan adalah mencakup suatu ruangan, bagian dari gedung / bangunan atau gedung tersendiri yang berisi bukubuku koleksi, yang diatur dan disusun demikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca (Sutarno NS, 2006:11).

Perpustakaan adalah kumpulan atau bangunan fisik sebagai tempat buku dikumpulkan dan disusun menurut sistem tertentu atau keperluan pemakai (Lasa, 2007:12).

Secara lebih konkrit perpustakaan dapat dirumuskan sebagai suatu unit kerja dari sebuah lembaga pendidikan yang berupa tempat penyimpanan koleksi buku-buku pustaka untuk menunjang proses pendidikan. Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan adalah tempat untuk mengembangkan informasi dan pengetahuan yang dikelola oleh suatu lembaga pendidikan, sekaligus sebagai sarana edukatif untuk membantu memperlancar cakrawala pendidik dan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.

Sejalan dengan perkembangan zaman, pengertian perpustakaan baeubah secara berangsur-angsur. Pada mulanya setiap ada kumpulan buku-buku koleksi yang dikelola secara rapi dan teratur disebut perpustakaan, tetapi karena adanya perkembangan teknologi modern dalam usaha pelestarian dan pengembangan informasi, maka koleksi perpustakaan tidak hanya terbatas buku-buku saja tetapi juga beraneka ragam jenisnya.

Jenis-jenis Perpustakaan

Menurut Sutarno NS (2006:37) jenis-jenis perpustakaan adalah sebagai berikut:

1. Perpustakaan Nasional RI

Merupakan Perpustakaan Nasioal yang berkedudukan di Ibu Kota Negara Indonesia yang mempunyai jangkauan dan ruang lingkup secara Nasional dan merupakan salah satu Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang bertanggung jawab kepada Presiden.

2. Badan Perpustakaan Daerah

Badan perpustakaan daerah atau lembaga lain yang sejenis adalah yang berkedudukan di tiap provinsi di Indonesia yang mengelola perpustakaan.

3. Perpustakaan Umum

Perpustakaan umum diibaratkan sebagai Universitas Rakyat atau Universitas Masyarakat, maksudnya adalah bahwa perpustakaan umum merupakan lembaga pendidikan bagi masyarakat umum.

4. Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perpustakaan yang berada di Perguruan Tinggi, baik berbentuk Universitas, Akademi, Sekolah Tinggi, ataupun Institut. Keberadaan, tugas dan fungsi perpustakaan tersebut adalah dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian / riset dan pengabdian kepada masyarakat.

5. Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan sekolah berada di sekolah, dikelola sekolah, dan berfungsi untuk sarana kegiatan belajar mengajar, penelitian sederhana, menyediakan bahan bacaan, dan tempat rekreasi.

6. Perpustakaan Khusus

Perpustakaan khusus berada pada lembaga-lembaga pemerintahan dan swasta. Perpustakaan tersebut diadakan sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang berkaitan baik langsung maupun tidak langsung dengan instansi induknya.

7. Perpustakaan Lembaga Keagamaan

Merupakan perpustakaan yang dimiliki dan dikelola oleh lembaga-lembaga keagamaan, misalnya perpustakaan, masjid, gereja.

8. Perpustakaan Internasional

Perpustakaan Internasional Merupakan perpustakaan internasional yang memiliki koleksi yang menyangkut negara-negara anggota atau negara-negara yang berafiliasi kepada lembaga dunia tersebut. Perpustakaan ini dikelola dan diselenggarakan lembaga internasional.

9. Perpustakaan Kantor Perwakilan Negara-negara Asing

Merupakan perpustakaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh lembaga / kantor perwakilan Negara masing-masing. Contohnya perpustakaan lembaga kebudayaan amerika dan pusat kebudayaan jepang

10. Perpustakaan Pribadi / Keluarga

Merupakan perpustakaan yang dimiliki dan dikelola oleh perorangan atau orang-orang tertentu bersama anggota keluarganya.

11. Perpustakaan Digital

Perpustakaan digital bukan merupakan salah satu jenis perpustakaan yang berdiri sendiri, tetapi merupakan pengembangan dalam system pengelolaan dan layanan perpustakaan.

Tujuan Perpustakaan

Menurut Sutarno NS (2006:34),”Tujuan Perpustakaan adalah untuk menyediakan fasilitas dan sumber informasi dan menjadi pusat pembelajaran”. Sedangkan menurut Lasa (2007:14):

Menumbuhkembangkan minat baca dan tulis. Para siswa dan guru dapat memanfaatkan waktu untuk mendapat informasi di perpustakaan. Kebisaan ini mampu menumbuhkan minat baca mereka yang pada akhirnya dapat menimbulkan minat tulis .

Mengenalkan teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi harus terus diikuti pelajar dan pengajar. Untuk itu perlu proses pengenalan dan penerapan teknologi informasi dari perpustakaan.

Membiasakan akses informasi secara mandiri. Pelajar perlu didorong dan diarahkan untuk memiliki rasa percaya diri dan mandiri untuk mengakses informasi. Hanya orang yang percaya diri dan mandirilah yang mampu mencapai kemajuan.

Memupuk bakat dan minat. Bacaan, tayangan gambar, dan musik di perpustakaan mampu menumbuhkan bakat dan minat seseorang. Fakta dan sejarah membuktikan bahwa keberhasilan seseorang itu tidak ditentukan oleh NEM yang tinggi melainkan melalui pengembangan bakat dan minat.

Budaya Membaca di Jerman

Buku adalah jendela dunia, membaca adalah kuncinya”, itulah kata‑kata bijak yang sering diucapkan namun jarang diimplementasikan dalam kehidupan sehari‑hari. Jika disadari, hubungan antara buku dan membaca (pembaca) bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Karena banyak membaca, pengetahuan seseorang semakin bertambah sehingga memberi kemudahan dalam mencapai cita‑cita. Dengan membaca pula sikap dan karakter seseorang dapat terbentuk ke arah positif. Sikap yang lahir dari pengetahuan positif, bagaikan lentera yang selalu menerangi menuju jalan kebenaran. Seseorang yang gemar membaca apalagi dimulai dari anak usia sekolah dasar maka dapat membentuk sikap disiplin, character building, kecerdasan spritual, kecerdasan sosial, kecerdasan moral, dan kecerdasan emosionalnya, disamping pendidikan ilmu pengetahuan dan keterampilan.

Daftar Pustaka

  • Lasa. 2007. Manajemen Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta: Pinus
  • Sutarno NS. 2006. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Sagung Seto

20171011_135305 20171011_135555 20171011_135724 20171011_135805 20171011_135656

Categories: Uncategorized

DALAM RANGKA PEMBERIAN SANTUNAN ANAK YATIM PIATU DI RW II

No Comments

DALAM RANGKA PEMBERIAN SANTUNAN KEPADA ANAK YATIM PIATU yang dilaksanakan pada Hari Kamis, Tanggal 12 Oktober 2017 Jam 18.00 bertepatan di Rumah Ketua RW II Bapak “IMAM WAHYUDI”.Sekretaris Lurah Sukoharjo “I S P I T O, S.S” datang mewakili Bapak Lurah Sukoharjo yang berhalangan Hadir.

Rangkaian peringatan tahun baru Islam diawali dengan pembacaan ayat suci alquran oleh para hafidz. Dilanjutkan pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada anak yatim sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam.

IMG-20171013-WA0045 IMG-20171013-WA0044 IMG-20171013-WA0043 IMG-20171013-WA0042 IMG-20171014-WA0017IMG-20171013-WA0041 IMG-20171013-WA0040 IMG-20171013-WA0039 IMG-20171013-WA0038

Categories: Uncategorized

PENDAMPINGAN LOMBA UKS TK TAMAN INDRIA 2

No Comments

PENDAMPINGAN LOMBA UKS TK TAMAN INDRIA 2 dilaksanakan pada Hari Rabu, Tanggal 11 Oktober 217 Jam 09.00 WIB Di JL. KH HASAN GG. PELITA NO. 582. Yang Mengundang Bapak Lurah Sukoharjo, diwakili oleh Ibu Kasi Pelayanan “DHENNY ISMA HERAWATY, S.H” selaku menjadi Pembina UKS di TK. Taman Indria 2.

IMG-20171011-WA0032 IMG-20171011-WA0034 IMG-20171011-WA0050

  1. Kebersihan dan Ventilasi Ruangan
    Aspek Kebersihan dan Kerapian
    > Tidak ada coretan, tidak ada kotoran/sampah dan peralatan tersusun rapi.
    2. Aspek Ventilasi dan Pencahayaan
    > Tidak pengap dan berbau, ruangan terang serta
    sirkulasi udara baik.
    3. Kepadatan Ruang Kelas
    > Luas ruangan dibagi jumlah siswa
    Idealnya ( > 1,5 – 1,75 m2 / murid )

 

  1. . Perlengkapan Ruang UKS 
    Perlengkapan UKS Yang Harus Ada
    > Tempat tidur periksa, lemari obat, snellen chart, tempat
    cuci tangan, P3K, timbangan badan dan pengukur
    tinggi badan.

    2. Jenis Obat Yang Harus Ada
    > Obat luka, obat gosok, plester, kain kasa, alkohol, obat
    penurun panas dan oralit.

 

  1. Kantin Sekolah
    Makanan yang Dijual
    > Harus bergizi dan tidak mengandung pewarna kecuali
    pewarna alami.
    2. Penyajian Makanan
    > Dalam tempat tertutup / terbungkus.
    3. Petugas Kantin
    > Pakaian rapi dan bersih, fisik tampak bersih dan sehat.
    4. Pencucian Alat-Alat Makan/Minum/Jajanan
    > Dengan air mengalir/leding dan menggunakan sabun.

 

  1. Kamar Mandi, WC dan Tempat Cuci Tangan
    Kebersihan Kamar Mandi dan Jamban
    > Bersih, tidak licin, tidak ada kotoran dan genangan air.
    2. Ventilasi dan Pencahayaan
    > Tidak Pengap dan berbau, terang serta sirkulasi baik.
    3. Tempat Cuci Tangan Umum
    > Air mengalir/leding dan menggunakan sabun.
    4. Bak Air Pada WC dan Kamar Mandi
    > Bersih tidak ada kotoran, tidak berlumut, tidak ada
    jentik nyamuk.
    5. Jumlah WC (idealnya 1 buah : 20 siswa)
    6. Alat dan Bahan Pembersih
    > Sikat, sapu, sabun dan karbol.

 

  1. Pendidikan Kesehatan
    Pendidikan Kesehatan
    Diberikan melalui integrasi ke mata pelajaran (termasuk
    muatan lokal) dan ada penyuluhan khusus,
    2. Materi Pendidikan Kesehatan
    > Disesuaikan tingkat pendidikan, misalnya : personal
    Hygien, masalah jajanan, narkoba, rokok, kesehatan
    reproduksi, tentang penyakit dll
    3. Peran Siswa Dalam Kebersihan Kelas, Kebun
    Sekolah dan Toga
    > Dirawat oleh siswa, ada piket kelas dan bersih.

 

  1. Pelayanan Kesehatan
    Penyuluhan Kesehatan
    > Dalam 1 tahun minimal 4 jenis materi.
    2. Latihan P3K
    > Dalam 1 tahun minimal 3 kali.
    3. Kegiatan P3P
    > Mis : Pertolongan pada diare, mimisan, dll
    4. Penjaringan Kesehatan dan Pemeriksaan Berkala
    5. Pengawasan Kantin Sekolah
    6. Ada Kegiatan Dokter Kecil / KKR
    7. Pemantauan Kesegaran Jasmani o/ Guru Penjaskes
    8. Ada Buku dan Kartu Rujukan (Catatan Kesehatan)
    9. Ada Ruang Tempat Konseling.

 

  1. Pembinaan Lingkungan
    Jarak Sumur Air Bersih > 10 m dari septik tank.
    2. Air : Tidak Berbau, Tidak Berasa dan Tidak Berwarna
    3. Jarak Penampuangan Sampah Sementara ataupun
    Sumber Air Bersih Dengan Kantin Sekolah > 10 m.
    4. Tempat Sampah Harus Ada di Setiap Ruangan.
    5. Kebun Sek/Apotik Hidup Beragam, Tertata & Bernama
    6. Halaman Bermain, Olah raga Mamadai dan Bersih.
    7. Pagar Sekolah Berfungsi, Terawat, Bersih dan Aman.
    8. Penerapan Kawasan Bebas Asap Rokok di Sekolah
    (Tidak ada guru / tamu merokok di sekolah).
    9. Prog. Pemberantasan Sarang Nyamuk 1 mgg sekali
    10.Pembuangan Air Limbah ke Sumur Resapan yang Tertutup.
    11.Ada Tanaman Perindang dan Tanaman Hias yg Tertata Rapi.

 

  1. Kerjasama UKS dengan Komite Sekolah
    Ada Bantuan Dana dan Sarana dari Komite Serta Bantuan Masyarakat Sekitar.
    Jumlah Siswa Yg Telah Mengikuti Pelatihan Dokter Kecil / KKR lebih dari 20 orang.

 

  1. Manajemen dan Peran Serta Masyarakat
    Ada Kebijakan dari Kepala Sekolah Tentang
    Kawasan Bebas Rokok.
    2. Tim Pelaksana UKS Personalnya Lebih dari
    5 Unsur.
    3. Bagan Struktur Organisasi Pelaksana UKS.
    4. Imbas Program UKS Terhadap Masyarakat
    Sekitar.

IMG-20171011-WA0047 IMG-20171011-WA0046 IMG-20171011-WA0033

IMG-20171011-WA0035

Categories: Uncategorized

Program Keluarga Harapan (PKH) DI AULA KELURAHAN SUKOHARJO

No Comments

 

download

PKH merupakan singkatan dari Program Keluarga Harapan, yaitu program perlindungan sosial melalui pemberian uang non tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang memiliki ibu hamil/nifas/menyusui, dan/atau memiliki anak balita atau anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan SD, dan/atau memiliki anak usia SD dan/atau SMP dan/atau anak usia 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar. Peserta PKH akan menerima bantuan apabila menyekolahkan anaknya dengan tingkat kehadiran tertentu, memeriksakan kesehatan dan/atau memperhatikan kecukupan gizi dan pola hidup sehat anak dan ibu hamil. Program semacam ini secara internasional dikenal sebagai Program Conditional Cash Transfers atau Program Bantuan Tunai Bersyarat.
Tujuan PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin. Tujuan ini berkaitan langsung dengan upaya mempercepat pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs).
Sejak tahun 2012, untuk memperbaiki sasaran penerima PKH, data awal untuk penerima manfaat PKH diambil dari Basis Data Terpadu hasil PPLS 2011, yang dikelola oleh TNP2K. Sampai dengan tahun 2014, ditargetkan cakupan PKH adalah sebesar 3,2 juta keluarga.Sasaran PKH yang sebelumnya berbasis Rumah Tangga, terhitung sejak saat tersebut berubah menjadi berbasis Keluarga. Perubahan ini untuk mengakomodasi prinsip bahwa keluarga (yaitu orang tua–ayah, ibu–dan anak) adalah satu orang tua memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan masa depan anak. Karena itu keluarga adalah unit yang sangat relevan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam upaya memutus rantai kemiskinan antar generasi. Beberapa keluarga dapat berkumpul dalam satu rumah tangga yang mencerminkan satu kesatuan pengeluaran konsumsi (yang dioperasionalkan dalam bentuk satu dapur). PKH diberikan kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM). Selanjutnya pada tahun 2016 Peserta PKH ditambahkan 2 kategori yaitu penerima bantuan untuk Lanjut Usia diatas 70 Tahun ke atas dan Bantuan penyandangan disabilitas berat.
Bantuan tetap kepada Peserta PKH sebesar Rp. 500.000/tahun (tidak diperuntukkan bagi penyandang disabilitas berat dan lanjut usia). Untuk Peserta PKH yang memiliki anak dibawah 6 tahun dan/atau ibu hamil/nifas/menyusui, bantuan tambahan yang diterima adalah sebesar Rp. 1.200.000/tahun. Kemudian, bagi Peserta PKH yang memiliki anak peserta pendidikan setara SD/MI akan memperoleh tambahan bantuan sebesar Rp. 450.000/tahun, bagi Peserta PKH yang memiliki anak peserta pendidikan setara SMP/MTs akan memperoleh bantuan sebesar Rp. 750.000/tahun dan bagi Peserta PKH yang memiliki anak peserta pendidikan setara SMA/MA/sederajat akan memperoleh bantuan sebesar Rp. 1.000.000/tahun. Bagi penerima bantuan penyandang disabilitas berat akan memperoleh 3.600.000/Tahun, dan bagi penerima bantuan lanjut usia di atas 70 tahun akan memperoleh 3.600.000/Tahun.

 

 

IMG-20171010-WA0029 IMG-20171010-WA0028 IMG-20171010-WA0027 IMG-20171010-WA0026 IMG-20171010-WA0025 IMG-20171010-WA0024 IMG-20171010-WA0023 IMG-20171010-WA0022 IMG-20171010-WA0021 IMG-20171010-WA0020 IMG-20171010-WA0019 IMG-20171010-WA0018 IMG-20171010-WA0017 IMG-20171010-WA0016 IMG-20171010-WA0015 IMG-20171010-WA0014 IMG-20171010-WA0013 IMG-20171010-WA0012 IMG-20171010-WA0011 IMG-20171010-WA0010 IMG-20171010-WA0009 IMG-20171010-WA0008 IMG-20171010-WA0007

Categories: Uncategorized