Lorem ipsum dolor

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Read more

Lorem ipsum dolor

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Read more

Lorem ipsum dolor

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Read more

Diundur, Aksi Unras LSM PMPR Indonesia di Kantor Bupati KBB

No Comments

BANDUNG – Rencana aksi unjuk rasa (unras) yang akan dilakukan oleh jajaran LSM PMPR Indonesia di Kantor Bupati KBB (Kabupaten Bandung Barat) pada tanggal 16 Agustus 2017, akhirnya diundur.

Menurut informasi yang diperoleh sorotindonesia dari Ketua Umum LSM PMPR Indonesia, Rohimat Joker, pada hari, Minggu (13/8/2017), melalui pesan singkatnya ia menyebutkan, “Diundurnya waktu aksi karena memperhatikan saran dari berbagai pihak dan mempertimbangkan himbauan tentang kewajiban menjaga kondusifitas menjelang hari peringatan kemerdekaan NKRI, ” sebutnya.

Ditambahkan oleh Rohimat Joker, “diundurnya kegiatan itu sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kami kepada NKRI, maka dari itu kami memutuskan untuk melakukan pengunduran jadwal aksi,” tulisnya.

Rohimat Joker menerangkan lebih lanjut bahwa rencana aksi akan diberitahukan kembali kemudian.

Diberitakan sebelumnya, jajaran LSM PMPR Indonesia akan melaksanakan kegiatan penyampaian aspirasi ke Kantor Bupati KBB terkait dengan ditemukannya dugaan penyimpangan pemotongan gaji ASN di lingkungan Pemda KBB dengan peruntukan yang tidak jelas.

Oleh karena itu dalam rencana penyampaian aspirasinya, LSM PMPR Indonesia menuntut pengembalian uang gaji yang telah dipotong kepada ASN, Meminta BPK dan BPKP memeriksa dan menelusuri jumlah uang gaji ASN yang dipotong serta proses dengan hukum yang tegas bila ditemukan ada oknum pejabat yang terlibat. (*)

 

Categories: Uncategorized

Gudang Digerebek, PT Indo Beras Unggul Klaim Produksi Berasnya Tak Terganggu

Polisi menyegel gudang penyimpanan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya dari berbagai merk di gudang beras PT Indo Beras Unggul, di kawasan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017) malam. Tim Satgas Pangan melakukan penggerebekan gudang dan ditemukan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya sebanyak 1.162 ton dengan jenis beras IR 64 yang akan dijadikan beras premium yang nantinya akan dijual kembali dengan harga tiga kali lipat di pasaran, sehingga Pemerintah mengalami kerugian hingga Rp 15 triliun.

Polisi menyegel gudang penyimpanan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya dari berbagai merk di gudang beras PT Indo Beras Unggul, di kawasan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017) malam. Tim Satgas Pangan melakukan penggerebekan gudang dan ditemukan beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya sebanyak 1.162 ton dengan jenis beras IR 64 yang akan dijadikan beras premium yang nantinya akan dijual kembali dengan harga tiga kali lipat di pasaran, sehingga Pemerintah mengalami kerugian hingga Rp 15 triliun. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

JAKARTA, KOMPAS.com – Juru Bicara PT Indo Beras Unggul (IBU) Jo Tjong Seng mengatakan bahwa produksi berasnya masih berjalan normal meski gudangnya digerebek polisi, Kamis (20/7/2017).

“Kami tetap lanjutkan kegiatan operasional biasanya. Produksi jalan tetap normal. Kami tunggu keterangan dari otoritas yang berwenang,” Asen sapaan akrab Jo Tjong Seng di Jakarta, Sabtu (22/7/2017).

Ia menegaskan, pihaknya tidak melakukan pelanggaran hukum yakni memanipulasi kandungan beras seperti dugaan banyak pihak, termasuk Kepolisian.

“Kami tidak lakukan pelanggaran. Pabrik kami juga tidak disegel, hanya diberi police line dari otoritas yang berwenang,” kata dia.

Meski demikian, Asen menjamin bahwa pihaknya akan kooperatif sesuai dengan arahan otoritas yang berwenang.

“Otoritas bwrwenang punya dasar tertentu dalam menentukan pemeriksaan dan lain-lain. Itu dalam rangka menjalankan tanggung jawabnya. Kami kooperatif. Kami belum akan lakukan upaya hukum apapun,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, Gudang beras PT IBU di Jalan Rengas kilometer 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017), digerebek polisi.

Penggerebekan dilakukan terkait dugaan manipulasi kandungan beras. Anak usaha dari PT Tiga Pilar Sejahtera tersebut diduga telah mengubah gabah jenis IR64 yang dibeli seharga Rp4.900 dari petani dan menjadi beras bermerek.

Gabah itu diproduksi menjadi dua merek beras dengan harga jual berbeda, yakni ‘Maknyuss’ seharga Rp13.700 per kilogram dan ‘Cap Ayam Jago’ seharga Rp20.400 per kilogram.

Kedua harga itu jauh dari yang ditetapkan pemerintah yakni Rp9.000 per kilogram dan berpotensi mematikan pelaku usaha lain. Dalam gudang berkapasitas 2.000 ton itu, polisi menyita 1.100 ton beras siap edar.

Beras tersebut dilabeli dengan berbagai merk, antara lain Ayam Jago, Maknyuss, Pandan Wangi, dan Rojo Lele.

Categories: Uncategorized

Seorang Pekerja Tol Tewas Tertimpa Tembok Rumah yang Dirobohkan

Ilustrasi

PROBOLINGGO, KOMPAS.com – Kecelakaan yang membuat pekerja proyek tol Pasuruan-Probolinggo tewas tertimba tembok rumah hingga kini masih diselidiki pihak kepolisian. Polisi masih mendalami apakah kejadian itu ada unsur kelalaian atau tidak.

“Hingga kini masih dalam proses penyelidikan polisi. Apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian, masih didalami polisi. Untuk sementara hasilnya belum diketahui. Masih berlangsung penyelidikannya,” terang Kasubbag Humas Polres Probolinggo Kota, AKP Kusmidi kepada Kompas.com via ponsel, Minggu (23/7/2017).

Baca juga: Tembok Tiang Penyangga Gedung ITB Runtuh, Lima Mahasiswa Terluka

Diketahui, Eko Hartono (51), warga Surabaya yang menjadi mandor dalam proyek pembangunan tol Pasuruan-Probolinggo tewas setelahtertimpa tembok rumah warga yang dirobohkan untuk pembangunan tol di Desa Muneng Wetan, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Herno, perangkat Desa Muneng Wetan, mengatakan, kejadian berawal saat buldozer yang dikendalikan Agus Santoso hendak merobohkan sebuah rumah. Saat tembok rumah tersebut dirobohkan, reruntuhannya menimpa Eko. Koban tewas di lokasi kejadian, lalu dibawa ke RSUD dr Moh Saleh.

Foto-foto peristiwa itu langsung tersebar di media sosial dan grup Whatsup. Polisi langsung melakukan olah TKP saat itu juga.

Kapolresta AKBP Alfian Nurizal mengatakan, polisi mememriksa Standard Operational Procedure (SOP) terkait surat izin pengerjaan.

“Ada unsur kelalaian atau tidak, masih diselidiki,” katanya.

Baca juga: Tahan Pintu Belakang Truk, Kernet Tewas Tertimpa Muatan Seng

Proyek tol dikerjakan kontraktor PT Waskita Karya. Saat dimintai tanggaan atas peristiwa tersebut, pihak humas tidak mengangkat telepon Kompas.com saat dihubungi.

Bencana terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara.(Kompas TV)
Categories: Uncategorized

Permintaan Meningkat, Sentra Garam di Probolinggo Kehabisan Stok

Permintaan Meningkat, Sentra Garam di Probolinggo Kehabisan Stok

Petambak garam melakukan aktivitas (Foto: M. Rofiq)

Probolinggo – Salah satu sentra produksi garam, Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mengalami keterbatasan stok sejak sebulan terakhir. Hal ini menyebabkan terjadinya kelangkaan garam di beberapa daerah di Jatim.

Kelompok tani garam di Desa Kalibuntu ini menjadi sentral produksi garam. Beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Ponorogo, Jember, Banyuwangi, Lumajang Tuban, dan Probolinggo sendiri, mengambil garam di situ.

Para petambak garam Kalibuntu hanya bisa memenuhi pesanan garam sesuai hasil panen yang ada. Dan kelangkaan garam saat ini disebabkan faktor cuaca yang tak mendukung. Saat ini harga garam ditingkat petani garam mencapai Rp 3.200 per kilogram.

Suparyono, ketua kelompok tani garam Desa Kalibuntu, mengatakan, keterbatasan stok alias kelangkaan garam di sejumah daerah di Jawa Timur, karena banyaknya pesanan garam dari beberapa daerah. Namun, pihaknya sendiri tidak bisa memenuhi seluruh permintaan garam tersebut. Mengingat, cuaca beberapa waktu terakhir tidak mendukung produksi garam.

“Harga garam memang sekarang tinggi. Yang awalnya naik jadi Rp 2.500. sekarang harga garam sampai Rp 3.200. Bahkan, di daerah lain ada yang sampai harga Rp 4.000. Stok di sini sangat terbatas, karena adanya cuaca yang tidak mendukung. Jadi saat ini kami tidak bisa memnuhi permintaan itu,” kata Suparyono, saat ditemui di lahan garamnya, Rabu (19/7/2017)

Sejauh ini lanjut Suparyono, untuk sedikit menutupi banyaknya permintaan dari luar daerah, pihaknya menggunakan sistem tambak geomembran. Hasilnya, lumayan bagus dan bisa cepat panen. Ukuran satu petaknya 12 x 30 meter dan 12 x 50 meter.

“Dari lima petak itu untuk saat ini sekali panen bisa menghasilkan 3-4 ton. Biasanya, kelompoknya bisa menghasilkan 7-9 ton sekali panen. Menggunakan geomembran biasanya panen saat usia 7 hari, kadang 5 hari sudah dipanen. Karena pesanan dari luar daerah banyak,” tegasnya.

Sementara itu, secara terpisah Deddy Isfandi, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, membenarkan, bahwa kelangkaan produksi garam memang terjadi utamanya di Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya. Dan itu akibat pengaruh cuaca buruk di tahun kemarin.

“Hasil panen garam di tahun kemarin rendah. Akibatnya, stok garam tahun kemarin tidak sampai tahun ini. Musim tahun ini cuaca juga lebih buruk, sehingga produksi garam terbatas,” ujar Dedy.
(iwd/iwd)

Categories: Uncategorized

Gerobak Bakso Jalan Sendiri di Lokasi Kecelakaan Kagetkan Polisi

Gerobak Bakso Jalan Sendiri di Lokasi Kecelakaan Kagetkan Polisi

Rekaman CCTV gerobak bakso di dekat lokasi kecelakaan jalan sendiri.(foto:Istimewa)

Probolinggo – Dari lokasi kecelakaan yang menewaskan 10 Orang di Probolinggo, Jawa Timur, menyisakan cerita horor. Video peristiwa aneh beredar.

Sebuah gerobak bakso yang ‘diparkir’ di depan pos polisi mendadak meluncur sendiri ke arah jalan raya. Sang penjual meninggalkan gerobak karena mengantar pesanan bakso ke anggota yang jaga.

Peristiwa mengejutkan itu berhasil terekam kamera CCTV yang ada di Pos Polisi Wisata Pantai Bentar, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending.

Pantauan detikcom, awalnya gerobak bakso itu dalam keadaan posisi normal. Dari rekaman cuplikan video berdurasi 01.06 menit tersebut tidak ada tanda-tanda gerobak diterjang angin atau tersenggol orang.

Lalu lintas di jalan raya terlihat sepi, tidak banyak kendaraan yang melintas. Namun pada detik ke 45, gerobak tersebut meluncur sendiri seperti ada yang mendorong ke arah jalan raya.

Saksikan video 20detik tentang gerobak jalan sendiri terekam CCTV di sini:

Lantas sang penjualnya terlihat lari mengejar gerobaknya. Begitupula, seorang anggota polisi ikut tergopoh-gopoh menghampiri gerobak yang meluncur sekitar 3 meteran itu.

Salah satu polisi yang menyaksikan gerobak bakso jalan sendiri adalah Bripka Sigit Januaris Pribadi, anggota Polantas Polres Probolinggo. Ia saat itu sedang tugas jaga sekitar Pk 21.30 Wib pada September 2016.

Gerobak Bakso Jalan Sendiri di Lokasi Kecelakaan Kagetkan Polisi(foto: Istimewa)

“Saya melihat dengan jelas gerobak bakso itu jalan sendiri. Kursi kayu di depan pos ini juga pernah terlempar hingga 1 meter. Sangat aneh pokoknya,” ungkap Bripka Sigit, Kamis (20/7/2017).

Tak hanya itu, fenomena ‘dunia lain’ yang juga terekam CCTV di Bulan Desember 2016. Yaitu, kursi kayu panjang yang terletak di depan pos terlempar ke jalan raya. Dan Bripka Sigit juga menyaksikannya saat itu.

Lokasi Pos Polisi di Pantai Bentar tersebut hanya berjarak sekitar 50 meter dari tempat kejadian kecelakaan antara bus dengan truk yang menyebabkan 10 penumpang bus meninggal dunia belum lama ini. Konon jalur pantura di sekitar Pantai Bentar seringkali terjadi peristiwa yang di luar nalar atau akal sehat.

Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Tri Nuartiko mengakui jika di sekitar Pos Jaga di Bentar pernah mengalami kejadian yang aneh itu.

“Saya tidak tahu juga apakah di tempat itu memang ada penunggunya (hantu), karena dari keterangan masyarakat sekitar jika di sekitar tempat itu memang sering kali ada penampakan,” terang AKP Tri Nuartiko.

Ia mengimbau agar pengguna jalan yang melewati jalur Pantai Bentar ini selalu berhati-hati. “Selain jalan bergelombang, juga minim penerangan,” kata dia.
(ugik/ugik)

 

Categories: Uncategorized

Kronologis Kecelakaan Maut di Jalan Pantura Probolinggo yang Tewaskan 10 Penumpang

TRIBUNNEWS.COM, PROBOLINGGO – Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Pantura Probolinggo-Situbondo, Jumat (14/7/2017) dini hari sekira pukul 02.30 WIB.

Kecelakaan ini melibatkan bus penumpang Medali Mas nopol N 7130 UA dan Truk Hino pengangkut pupuk nopol DR 8600 AB di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, atau di depan Pantai Bentar.

Kecelakaan ini membuat 10 penumpang bus yang dikemudikan Rifai A Kerto (48) warga Dusun Beji Ledok RT 09 RW 04, Desa Sumbersuko Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, meninggal dunia.

Berdasarkan data yang diperoleh, kecelakaan itu bermula saat bus Medali Mas jurusan Malang-Bali, melaju dari arah Bali.

Sesampainya di lokasi, tepat di tikungan depan Pantai Bentar, bus menabrak truk muat pupuk yang dikemudikan Munawir (40) Mataram (NTB).

Saat itu, truk melaju dari arah yang berlawanan. Tabrakan keras pun tak terhindarkan.

Dari data yang didapatkan sementara, ada 10 orang yang dilaporkan meninggal dunia, dan sembilan orang mengalami luka-luka.”Mau nyalip, tapi pas di tikungan itu, ada truk dari arah berlawanan. Ya sudah akhirnya tabrakan terjadi,” kata Herman, salah satu saksi mata, kepada Surya.

Herman mengatakan, bodi bus sebelah kanan ini terkelupas. Truk langsung menyasak penumpang yang ada di sebelah kanan bus.

“Awalnya hanya berserempetan saja, tapi tidak tahu lagi, kemungkinan karena sama-sama melaju dengan kecepatan tinggi ya, akhirnya bodi bus mengelupas dan membuat penumpang meninggal dunia,” ungkapnya.

Salah satu saksi mata lainnya, Rosidi menjelaskan, sopir bus dan truk sama-sama ugal-ugalan dalam berkendara.

Ia menjelaskan, lokasi kejadian ini memang jalannya sempit dan ada tikungan tajam.

“Iya sama-sama melaju kencang. Terus pas di tikungan, mereka tidak bisa mengendalikan laju bus dan truk, sehingga akhirnya saling menabrak. Suara tabrakan sangat keras, karena dari radius 100 meter di posisi saya belakang bus terdengar,” paparnya.

Terpisah, kernek Bus, Arifin mengatakan laju truk itu terlalu ke kanan.

Ia melihat, truk ini memakan sebagian badan jalan, sehingga saat busnya melintas langsung menabrak bodi sebelah kanan bus.

Kecelakaan maut di Jalan Pantura Probolinggo-Situbondo, Jumat (14/7/2017). SURYA/GALIH LINTARTIKA
Kecelakaan maut di Jalan Pantura Probolinggo-Situbondo, Jumat (14/7/2017). SURYA/GALIH LINTARTIKA (Surya/Galih Lintartika)

“Saya lihat jelas kalau truk terlalu ke kanan. Bus kan tidak bisa terlalu ke kiri, jadi tabrakan terjadi,” akunya.Kecelakaan maut di Jalan Pantura Probolinggo-Situbondo, Jumat (14/7/2017). SURYA/GALIH LINTARTIKAkecelakaan-maut-di-jalan-pantura-probolinggo-situbondo_3_20170714_120752

 

Categories: Uncategorized

Menguak Kabar Miring Irina Istri Ahli IT Hermansyah

Istri ahli IT Hermansyah, Iriana (tengah). (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta – Teka-teki motif pengeroyokan terhadap ahli IT Hermansyah telah terkuak. Penganiayaan yang bermula dari senggolan mobil di jalan tol itu mematahkan isu Hermansyah dikeroyok karena membela Rizieq Shihab dalam kasus pornografi yang tengah diusut kepolisian.

Namun, seiring ditangkapnya empat pelaku yang menganiaya Hermansyah, muncul kabar tidak sedap yang menerpa istrinya, Irina Ustinova Svedlovk. Wanita asal Rusia itu dituding sebagai mantan pekerja seks komersial (PSK).

Iriana masuk ke Indonesia dengan bantuan Agen Yulia dan selanjutnya direkrut Charlie untuk bekerja sebagai cewek PSK klub malam di Malioboro, Jakarta Kota. Diketahui selama bekerja, terdapat tamu tetap yaitu Hermansyah yg datang hampir dua kali dalam seminggu.” Begitulah bunyi pesan yang beredar di media sosial.

Perwakilan keluarga, Ichwan, mengatakan kabar yang beredar di media sosial adalah hoax. Ia mengetahui kabar bohong itu pada Kamis, 13 Juli 2017 pagi, setelah membuka situs berita. Salah satu artikelnya memuat tulisan negatif tentang perempuan asal Rusia itu.

“Itu yang dimuat situs yang link-nya ada NKRI di belakangnya,” kata Ichwan ketika dihubungi Liputan6.com, Kamis.

Ichwan menilai kabar tersebut bagian dari pembunuhan karakter terhadap Irina dan Hermansyah. “Kabar yang menyebut bahwa Irina mantan pelacur adalah fitnah,” kata dia.

“Mohon dicatat, ibu Irina adalah seorang muslimah,” dia menegaskan.

Karena itu, lanjut Ichwan, keluarga akan ambil sikap terkait munculnya kabar ini. Antara lain dengan meminta bantuan dari beberapa lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Dengan ini keluarga dan Ibu Irina meminta kepada pemimpin agama, MUI, untuk memberikan perlindungan kepada umatnya. Meminta kepada MUI meminta perlindungan dalam versi Islam,” ujar dia.

“Kemudian ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Mohon dapat ditindaklanjuti,” Ichwan menandaskan.

Kasus pengeroyokan terhadap ahli IT Hermansyah terjadi pada Minggu 9 Juli 2017 sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, Hermansyah hendak pulang ke rumahnya di kawasan Tirtajaya, Depok, Jawa Barat.

Hermansyah yang saat itu mengendarai mobil Toyota Avanza bersama istrinya tiba-tiba diserempet pengendara lain yang ugal-ugalan di KM 6 Tol Jagorawi, atau sekitar TMII dan Tol JORR Jakarta Timur.

Alumnus ITB itu kemudian disuruh menepi dan membuka pintu mobilnya. Setelah turun dari mobil, Hermansyah langsung diserang pelaku yang berjumlah sekitar lima orang. Satu orang di antaranya menggunakan senjata tajam.

Akibat peristiwa itu, Hermansyah terluka di beberapa bagian tubuhnya, seperti di kepala, leher, dan tangan. Hermansyah akhirnya dilarikan ke RS Hermina Depok dan dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.089581000_1499686198-Istri_Hermansyah

Categories: Uncategorized

Akhir Kisah Setya Novanto di Kasus E-KTP

Ketua DPR Setya Novanto menggelar konferensi pers usai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP, Jakarta, Selasa (18/7). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta – Raut wajah Nurul Arifin terlihat agak tegang. Irama suaranya sedikit gugup saat menjawab pertanyaan awak media terkait respons Golkar atas penetapan tersangka Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya tidak berani berkomentar banyak, masih kaget, masih kaget,” kilah Nurul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 17 Juli 2017.

Perasaan serupa diungkapkan Agung Laksono yang kala itu tengah berada di negeri jiran. Ketua Dewan Pakar Partai Golkar itu bahkan mempertanyakan keabsahan berita soal Setya Novanto jadi tersangka.

“Itu berita betul? Saya masih di airport Kuala Lumpur, baru mau pulang ke Jakarta ini. Betul itu? (Jika) memang begitu, itu suatu berita yang mengejutkan buat saya,” ucap Agung saat dihubungi Liputan6.com dari Jakarta, Senin (17/7/2017).

Senin malam itu memang menjadi momen tak terlupakan bagi Partai Golkar. Ini menyusul langkah KPK yang telah menetapkan sang bos, Setya Novanto sebagai tersangka atas kasus e-KTP. Keputusan KPK ini diambil setelah mencermati fakta persidangan Irman dan Sugiharto terhadap kasus e-KTP tahun 2011-2012 pada Kemendagri.

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan seorang lagi sebagai tersangka. KPK menetapkan SN, anggota DPR, sebagai tersangka dengan tujuan menyalahgunakan kewenangan sehingga diduga mengakibatkan negara rugi Rp 2,3 triliun,” ujar Ketua KPK, Agus Rahardjo, di Gedung KPK, Jakarta, Senin 17 Juli 2017.

Setya Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Ancaman dari pelanggar pasal tersebut berupa pidana penjara seumur hidup.

Penetapan tersangka ini menjadikan kisah Setya Novanto berakhir dalam kasus e-KTP. Pria kelahiran 62 tahun lalu itu telah berulang kali disebut dalam persidangan e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. Irman merupakan mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, sedangkan Sugiharto adalah Mantan Direktur Pengelolaan Informasi dan Administrasi Ditjen Dukcapil Kemendagri

Dalam dakwaan kasus e-KTP, Setya Novanto yang saat itu menjabat Ketua Fraksi Golkar dan Andi Narogong selaku penyedia barang dan jasa di lingkungan Kemendagri, dianggarkan mendapat bagian sebesar Rp 574 miliar dalam megakorupsi tersebut. Jumlah yang sama juga disebutkan telah dialokasikan untuk Anas Urbaningrum dan Muhammad Nazaruddin.

Alasan Setya Novanto dan Anas Urbaningrum diberikan jumlah besar karena keduanya dianggap perwakilan dari dua partai besar saat itu, serta dapat mengawal proyek yang akan digulirkan di gedung dewan.

Setya Novanto pun telah mondar-mandir ke KPK beberapa kali. Dia memenuhi panggilan penyidik sebanyak 3 kali. Sementara satu kali dia absen lantaran mengaku kesehatannya menurun.

Dalam pemeriksaan tersebut, dia mengklarifikasi segala hal yang terkait dengan isu yang menerpanya dalam kasus e-KTP. Hal yang sama juga diungkapkan dalam persidangan pada Kamis 6 April 2017. Dia yang dihadirkan sebagai saksi terhadap terdakwa Irman dan Sugiharto menyangkal telah menerima aliran dana proyek e-KTP senilai Rp 5,9 Triliun tersebut.

“Tidak pernah, Yang Mulia,” ucap Setya Novanto.061381700_1500362208-1

 

Categories: Uncategorized

Rencana Pembunuhan Ahok Terungkap di Telegram, Ini Kata Polri

Liputan6.com, Jakarta Aplikasi Telegram resmi diblokir penggunaannya oleh pemerintah. Maraknya pembicaraan terkait aksi teror menjadi salah satu penyebab ditutupnya aplikasi tersebut. Selain itu, terungkap juga adanya rencana pembunuhan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menanggapi adanya informasi ini, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengaku belum mengetahuinya. “Belum ada informasi soal itu masuk ke saya,” kata Rikwanto singkat, di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Sebelumnya, jelang akhir pekan lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) secara resmi melakukan pemblokiran situs web Telegram di Indonesia karena terkait konten radikalisme dan terorisme.

Menurut data yang sudah didapat, sejak 2015 hingga 2017, teroris sudah menggunakan Telegram sebagai sarana untuk berkomunikasi.

“Data kasus terorisme yang terjadi sejak 2015-2017, seluruh pelaku menggunakan Telegram untuk berkomunikasi. Hanya dua kasus yang tidak (pakai Telegram),” ujar Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel A Pangerapan, di kantor Kemkominfo, di Jakarta, Senin 17 Juli 2017 malam.

Dari beberapa catatan tersebut, beberapa di antaranya termasuk pembahasan aksi rencana bom mobil di tempat ibadah dan pembunuhan Ahok pada 23 Desember 2015, aksi bom dan penyerangan senjata api di jalan M.H Thamrin, Jakarta di 14 Januari 2016, dan aksi bom Kampung Melayu di Jakarta pada 27 Februari 2017.014490900_1498811929-20170630-Mabes-Polri-Rilis-Teror-di-Polda-Sumut-Herman-4

Categories: Uncategorized

Liputan6.com, Bandung – Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terungkap beberapa waktu lalu di Jawa Barat, menggunakan media sosial Telegram untuk berkomunikasi. Ini terungkap saat Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mendalami kasus bom panci yang meledak di kontrakan Agus Wiguna di Buah Batu, Bandung.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus mengatakan polisi sulit menembus komunikasi kelompok ini dalam aplikasi layanan pesan singkat Telegram tersebut.

“Mereka ini sel-sel baru JAD Bandung. Belum terstruktur tetapi sudah berencana melakukan serangan teror ke beberapa titik. Fakta ini diperoleh Densus dari penggeledahan kediaman para tersangka,” kata Yusri di Markas Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (19/7/2017).

Dia mengatakan, para terduga teroris itu tidak hanya memanfaatkan Telegram untuk berkomunikasi. Mereka juga mendapatkan tausiah dari pentolan JAD melalui aplikasi ini. Oleh karena itu, pemerintah pun memblokir aplikasi tersebut.

“Aplikasi ini sangat sulit ditembus dan multimember. Transaksi elektronik percakapan yang berlangsung, dan chat di aplikasi ini tak bisa diambil atau direkam. Dari analisis selama ini, mereka (para terduga teroris) berkomunikasi melalui aplikasi itu. Karenanya, pemerintah memblokir aplikasi ini,” ujar Yusri.

Dia menambahkan, sejak 2016 sampai pertengahan 2017, Densus 88 telah mengungkap 16 jaringan terduga teroris menggunakan Telegram untuk berkomunikasi. Salah satu jaringan tersebut adalah JAD.

Categories: Uncategorized